Jeblok di AS, RIM Genjot Penjualan BlackBerry di Indonesia

KOMPAS.com - Research in Motion (RIM) akan memfokuskan penjualan BlackBerry di Asia Tenggara, salah satunya adalah di Indonesia. Pasalnya, Indonesia dianggap sebagai pasar kunci bagi penjualan perangkat BlackBerry, khususnya di Asia Tenggara.

Head of RIM Asia Gregory Wade di ajang Mobile World Congress di Barcelona menjelaskan untuk mendukung hal tersebut, RIM berencana akan membuka sekitar 4.000 outlet termasuk toko besar, toko gabungan (dengan operator atau mall) dan kios-kios di seluruh Indonesia di tahun depan.

"Indonesia adalah ajang pembuktian bagi ekspansi BlackBerry di Asia Tenggara. Selain itu, Indonesia juga merupakan bagian penting dari strategi RIM di Asia," kata Greg.

Hingga saat ini, Asia Tenggara merupakan salah satu pasar terkuat bagi pasar RIM di seluruh dunia. Wilayah Asia Tenggara mengontribusikan pertumbuhan penjualan di kuartal IV-2012 sebesar 31 persen menjadi 3,17 miliar dollar AS, dibanding wilayah di AS, Inggris dan Kanada.

Penjualan BlackBerry sendiri di AS sendiri anjlok hingga 45 persen menjadi hanya 1,03 miliar dollar AS.

Indonesia dipandang sebagai pasar yang penting bagi BlackBerry karena jumlah pengguna perangkat tersebut di Indonesia cukup besar.

Dengan penunjukan CEO RIM yang baru Heins Thorsten pada Januari lalu, produsen BlackBerry ini akan fokus di pasar Indonesia sekaligus akan mengembangkan pasar di Thailand dan Malaysia. Cara pendekatan pasarnya pun akan dilakukan dengan cara yang sama dengan di negara Asia lainnya.

Tahun ini RIM juga telah membuka jaringan outlet BlackBerry di India, bahkan akan dilipatgandakan jumlah outletnya untuk memperbesar pangsa pasarnya di India.

Untuk wilayah Asia Tenggara, RIM boleh berbangga. Pasalnya, produk BlackBerry untuk kawasan ini diterima secara baik oleh pelanggan. Hal itu disebabkan karena produk tersebut memiliki harga yang kompetitif, memberikan keuntungan bagi pedagang, dan adanya dukungan dari selebriti.

Namun, pasar BlackBerry pun juga mengalami ancaman. Apalagi dengan peningkatan jumlah pengguna perangkat Android dan pengguna perangkat iOS dari Apple.

Begitu juga dengan kongsi antara Nokia dan Microsoft yang mengusung ponsel berbasis Windows Phone 7. Nokia sebenarnya ingin mengukuhkan diri sebagai pemilik merek terbesar sekaligus memiliki reputasi yang kuat di Asia.

"Kami akan menjaga RIM dari ketiga perusahaan teratas tersebut. Tahun ini kami juga akan mengeluarkan perangkat baru untuk menjaga pangsa pasar kami," CEO RIM Heins Thorsten.

Editor: Reza Wahyudi

 

TERBARU
Rilis
Selasa, 3 Maret 2015 13.35 WIB
Indosat Gelar Jaringan 42 Mbps di Medan
e-Business
Selasa, 3 Maret 2015 13.09 WIB
Telkomsel Resmikan Grapari di Mekkah
Internet
Selasa, 3 Maret 2015 12.28 WIB
Tiga Pelajaran Bagi Calon Pengganti CEO XL
Gadget
e-Business
Selasa, 3 Maret 2015 11.38 WIB
Google Bakal Jadi Operator Telekomunikasi
TERPOPULER
Rabu, 25 Februari 2015 09.52 WIB
Berani "Unlock" Modem Bolt? Siap-siap Dipidana
Jumat, 27 Februari 2015 12.33 WIB
Dukungan untuk Ahok, dari Twitter Sampai Facebook
Rabu, 25 Februari 2015 12.22 WIB
Sony Perkenalkan Ponsel Android 4G Murah
Selasa, 24 Februari 2015 21.17 WIB
AS Pertanyakan Aturan soal "Smartphone" Indonesia
Senin, 2 Maret 2015 01.01 WIB
Galaxy S6 dan S6 Edge Resmi Diluncurkan Samsung
Rabu, 25 Februari 2015 08.03 WIB
Ketika Layar Xiaomi Mi4 Dijepit Kepiting
Rabu, 25 Februari 2015 11.12 WIB
Ini Cara Pemerintah "Awasi" Transaksi Dagang Online
Jumat, 27 Februari 2015 10.20 WIB
WhatsApp Kini Bisa Digunakan di 3 Browser