Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Toko Google Glass Dibangun di Laut?

Kompas.com - 28/10/2013, 07:51 WIB
Oik Yusuf

Penulis

Sumber CNET
Bangunan yang diduga merupakan data center terapung milik Google di teluk San Francisco

KOMPAS.com - Google dikenal gemar bereksperimen dengan proyek-proyek yang kedengarannya sangat futuristik, kalau bukan nyleneh. Dari mulai mobil dengan kemudi otomatis hingga balon internet.

Salah satu yang terbaru, raksasa internet ini kabarnya sedang membikin sebuah bangunan terapung di teluk San Francisco.

Sebuah stasiun TV di San Francisco, seperti dikutip oleh TheVerge, mengatakan bahwa bangunan itu merupakan pusat pemasaran untuk Google Glass.

Menurut stasiun TV tersebut, Google masih belum memiliki izin yang cukup untuk bangunan terapung itu. Menurut pejabat San Francisco Bay Conservation and Development Comission, Google terlebih dahulu harus membuktikan bahwa bangunan itu memang harus dibangun di permukaan laut.

Sejauh ini belum ada konfirmasi dari Google, oleh karena itu besar kemungkinan informasi di atas masih merupakan spekulasi. Selain untuk penjualan Google Glass, spekulasi lain menyebutkan bangunan itu akan digunakan sebagai data center.

Hal tersebut dituangkan dalam laporan Daniel Terdiman dari Cnet yang menemukan adanya "bangunan aneh" mengapung di atas sebuah tongkang di bekas markas AL di teluk San Francisco, Amerika Serikat.

Bangunan misterius yang tingginya diperkirakan empat lantai itu awalnya diduga merupakan calon data center milik Google yang terbuat dari susunan peti kemas yang memuat mainframe dan bakal diapungkan ke laut lepas. Prediksi itu mengumuka dari hasil penelusuran yang dilakukan Terdiman.

Dia menyelidiki sejumlah sumber, termasuk warga sekitar, orang yang terkait dengan proyek tersebut, beberapa pakar, dan pantauan lokasi struktur pusat data terapung itu, melalui satelit ataupun tinjauan langsung.

Google
Gambar data center terapung dalam paten Google

Google sendiri menolak berkomentar, tapi perusahaan ini diketahui memang memiliki paten untuk data center yang mengapung di atas air.

Lalu, kenapa repot-repot membuat pusat data seperti ini? Jawabannya berhubungan dengan aspek mobilitas data center tersebut.

Sebagaimana dijelaskan oleh dokumen  paten Google, karena dimasukkan dalam peti kemas modular, data center semacam itu mudah dipindahkan dengan truk atau tongkang ke daerah-daerah yang paling membutuhkan infrastruktur internet.

Ombak laut pun bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan "energi bersih" untuk menyalakan server, setidaknya secara teori. Air laut dapat pula dimanfaatkan untuk mendinginkan server, meski perlu cara agar kandungan garamnya tak membuat logam berkarat.

Yang belum diketahui adalah bagaimana Google membikin sambungan ke pusat data ini. Koneksi satelt agaknya bakal terlalu lambat untuk kebutuhan data center. Apapun itu, kalau benar tongkang tersebut merupakan milik Google, raksasa internet tersebut sebentar lagi agaknya akan memiliki pusat data yang bisa dipindah-pindahkan dengan mudah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Instagram Vs Instagram Lite, Apa Saja Perbedaannya?

Instagram Vs Instagram Lite, Apa Saja Perbedaannya?

Software
Menjajal Langsung Huawei MatePad 11.5'S PaperMatte Edition, Tablet yang Tipis dan Ringkas

Menjajal Langsung Huawei MatePad 11.5"S PaperMatte Edition, Tablet yang Tipis dan Ringkas

Gadget
Game PlayStation 'Ghost of Tsushima Director's Cut' Kini Hadir di PC

Game PlayStation "Ghost of Tsushima Director's Cut" Kini Hadir di PC

Game
iPhone dan iPad Bakal Bisa Dikendalikan dengan Pandangan Mata

iPhone dan iPad Bakal Bisa Dikendalikan dengan Pandangan Mata

Gadget
Daftar Harga Gift TikTok Terbaru 2024 dari Termurah hingga Termahal

Daftar Harga Gift TikTok Terbaru 2024 dari Termurah hingga Termahal

e-Business
Membandingkan Harga Internet Starlink dengan ISP Lokal IndiHome, Biznet, dan First Media

Membandingkan Harga Internet Starlink dengan ISP Lokal IndiHome, Biznet, dan First Media

Internet
Smartphone Oppo A60 Dipakai untuk Belah Durian Utuh, Kuat?

Smartphone Oppo A60 Dipakai untuk Belah Durian Utuh, Kuat?

Gadget
Rutinitas CEO Nvidia Jensen Huang, Kerja 14 Jam Sehari dan Banyak Interaksi dengan Karyawan

Rutinitas CEO Nvidia Jensen Huang, Kerja 14 Jam Sehari dan Banyak Interaksi dengan Karyawan

e-Business
Smartphone Meizu 21 Note Meluncur dengan Flyme AIOS, Software AI Buatan Meizu

Smartphone Meizu 21 Note Meluncur dengan Flyme AIOS, Software AI Buatan Meizu

Gadget
Advan Rilis X-Play, Konsol Game Pesaing Steam Deck dan ROG Ally

Advan Rilis X-Play, Konsol Game Pesaing Steam Deck dan ROG Ally

Gadget
5 Besar Vendor Smartphone Indonesia Kuartal I-2024 Versi IDC, Oppo Memimpin

5 Besar Vendor Smartphone Indonesia Kuartal I-2024 Versi IDC, Oppo Memimpin

e-Business
Epic Games Gratiskan 'Dragon Age Inquisition - Game of the Year Edition', Cuma Seminggu

Epic Games Gratiskan "Dragon Age Inquisition - Game of the Year Edition", Cuma Seminggu

Game
Motorola Rilis Moto X50 Ultra, 'Kembaran' Edge 50 Ultra Unggulkan Kamera

Motorola Rilis Moto X50 Ultra, "Kembaran" Edge 50 Ultra Unggulkan Kamera

Gadget
Merger XL Axiata dan Smartfren Kian Menguat, Seberapa Besar Entitas Barunya?

Merger XL Axiata dan Smartfren Kian Menguat, Seberapa Besar Entitas Barunya?

e-Business
Oppo A60 Resmi di Indonesia, HP 'Tahan Banting' Harga Rp 2 Jutaan

Oppo A60 Resmi di Indonesia, HP "Tahan Banting" Harga Rp 2 Jutaan

Gadget
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com