Kompas.com - 20/12/2013, 13:25 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com — Betapa kagetnya Cassidy Wolf ketika menerima e-mail berisi foto dirinya sendiri dalam keadaan tanpa busana. Seorang peretas telah mengendalikan kamera built-in (webcam) di laptop miliknya selama berbulan-bulan tanpa ketahuan.

Biasanya, kamera laptop memiliki lampu indikator yang akan menyala ketika webcam menjalankan aktivitas perekaman gambar. Tujuannya adalah menjaga privasi sang empunya perangkat agar tak ada peretas iseng yang diam-diam mengambil foto.

Namun, dalam kasus Wolf, si cewek 19 tahun yang terpilih menjadi Miss Teen USA, lampu laptop tak pernah menyala.

Bagaimana ini bisa terjadi? Ternyata pengambilalihan kamera laptop tanpa memicu lampu indikator sama sekali bukan hal baru di dunia retas-meretas. Bahkan, salah satu sumber Biro Investigasi Federal AS (FBI) yang dikutip oleh The Washington Post mengungkapkan bahwa badan federal AS itu sudah melakukannya selama bertahun-tahun untuk keperluan investigasi.

Mengonfirmasi keterangan tersebut, sebuah riset yang dilakukan oleh John Hopkins University menunjukkan bahwa kamera laptop memang bisa dipakai peretas untuk merekam gambar tanpa ketahuan.

Dalam riset, peneliti menggunakan software bernama Remote Administration Tool (RAT) untuk memprogram ulang micro-controller kamera iSight di komputer Mac sehingga lampu tak menyala ketika kamera merekam gambar atau video.

Riset tersebut berfokus pada laptop MacBook dan komputer iMac dari Apple yang dirilis sebelum 2008. Namun, para peneliti mengatakan bahwa metode serupa bisa digunakan di komputer lain yang lebih baru atau berasal dari brand berbeda.

Sebelumnya, kasus perekaman diam-diam dengan webcam sudah pernah terjadi. Namun, kejadian yang menimpa Wolf merupakan yang pertama dilakukan tanpa menyalakan lampu indikator kamera.

Untungnya, peretas yang mengerjai Wolf sudah berhasil ditahan pada September lalu. Penangkapnya tak lain dan tak bukan adalah FBI.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.