NASA Mencari Aplikasi Luar Angkasa di Indonesia

Kompas.com - 18/04/2013, 17:24 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

International Space Apps Challenge 2013

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA) kembali menantang pemrogram perangkat lunak komputer di Indonesia untuk membuat aplikasi mobile atau web yang mengeksplorasi luar angkasa.

Tantangan dari NASA ini akan digelar dalam kompetisi pembuatan aplikasi Space Apps Challenge 2013. Pembukaannya diselenggarakan di @america, pusat kebudayaan Amerika di Pacific Place, Jakarta pada 20 dan 21 April 2013. Kemudian, acara akan dilanjutkan di kantor Freeware di kawasan Ampera, Jakarta Selatan.

Bagi pengembang aplikasi yang tertarik mengikuti kompetisi, bisa mendaftarkan diri di tautan ini. Aplikasi yang menjadi pemenang akan diadu di level global.

Secara total, ada 75 negara di seluruh dunia yang berpartisipasi dalam Space Apps Challenge 2013. Nantinya, pengembang bisa memilih untuk bekerja dengan tim dari negara lain. Ini kesempatan yang baik untuk mengeksplorasi diri.

Tahun 2012 lalu, Space Apps Challenge juga pernah diselenggarakan di Jakarta. Kala itu, pemenang aplikasi dari Indonesia berhasil masuk dalam top 25 dalam kompetisi global Space Apps Challenge.

Di tahun 2013 ini, NASA kembali menggandeng situs blog teknologi DailySocial sebagai penyelenggara Space Apps Challenge. Ada beberapa tantangan yang bisa dipilih pengembang dalam membuat aplikasi yang berhubungan dengan luar angkasa.

Comparing Earth Landscape Project. Digunakan untuk membandingkan lanskap (bentang daratan) di bumi dan di planet-planet lainnya. Mengidentifikasikan lanskap sangat penting untuk pengiriman robot atau bahkan misi yang diawaki oleh astronot ke planet tertentu. Pengembang ditantang untuk menciptakan aplikasi yang memudahkan penggunanya untuk membandingkan lanskap bumi dengan permukaan planet lain, seperti Merkurius atau Mars.

Spot the Station. Peluncuran situs Spot the Station NASA langsung jadi hits, sebagai objek ketiga yang paling terang di angkasa setelah matahari dan bulan. Situs ini dapat memberitahukan apabila Space Station NASA sedang melintas di atas kepala Anda, sehingga anda bisa melihat Space Station itu dengan mata kepala sendiri. Peserta ditantang untuk dapat meningkatkan performa dan fitur situs ini.

Syncing NASA Open Source. Saat ini, Project open source NASA tersebar di berbagai format di seluruh internet, seperti repository di GitHub, Sourceforge, atau tarballs yang tersimpan di server NASA. Peserta bisa menciptakan aplikasi yang berjalan pada server atau PaaS seperti Heroku, watches git atau svn repositories. Hasilnya diharapkan dapat membantu NASA mengumpulkan proyek open source NASA di satu tempat.

"Catch a Meteor" Tracker. Setiap tahunnya, jutaan meteor yang kasat mata jatuh ke bumi dan menciptakan pemandangan yang mengagumkan. Tantangan ini mendorong pengembang untuk mengedukasi masyarakat mengenai "Near Earth Object" (NEO) berupa meteor yang jatuh ke bumi dan menciptakan aplikasi, game dan komunitas, dengan metode yang mengajak belajar tentang NEO.

Skymorph Imagery API. Skymorph menyediakan akses ke gambar asteroid dan objek luar angkasa yang ditangkap oleh Near Earth Asteroid Tracking (NEAT). Data yang dihasilkan sangat spesifik untuk waktu dan lokasinya, guna mencari objek bergerak, planet, bahkan kejadian di ruang angkasa seperti perubahan intensitas bintang, supernova dan komet.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X