Kompas.com - 18/11/2013, 13:27 WIB
Ilustrasi Daily MailIlustrasi
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Peretas sistem komputer bernama Jeremy Hammond, yang merupakan salah satu anggota kelompok Anonymous, dijatuhi hukuman 10 tahun penjara atas serangan siber ke perusahaan Strategic Forecasting, atau Stratfor, dan delapan sistem komputer lainnya.

Hakim Distrik Selatan di New York, AS, Loretta Preska, mengatakan, Hammond telah mencuri data dan merusak situs web dan membuat apa yang disebut "kekacauan maksimal."

Hammond dituding mencuri e-mail dan informasi pribadi sekitar 860.000 karyawan di Stratefor yang berbasis di Texas. Serangan siber tersebut terkait dengan kelompok peretas Anonymous. "Serangan ini mematikan Stratfor selama berminggu-minggu," kata Preska seperti dikutip dari Bloomberg.

Selain itu, Hammond juga mengaku melakukan serangan terhadap delapan sistem komputer lain, termasuk ke situs web Federal Bureau of Investigation (FBI) dan Departemen Keamanan Publik Arizona, pada Juni 2011 sampai Februari 2012.

Atas tindakannya, Hammond dinilai menyebabkan kerugian antara 1 juta hingga 2,5 juta dollar AS dan melibatkan 250 korban. Preska bilang, akan mempertimbangkan apakah Hammond diharuskan membayar ganti rugi atau tidak.

"Saya meretas puluhan perusahaan dan lembaga pemerintah, dan mengerti bahwa apa yang saya lakukan adalah melanggar hukum, dan tindakan ini bisa membawa saya ke penjara. Tapi saya merasa memiliki kewajiban untuk menggunakan keterampilan saya mengekspos dan menghadapi ketidakadilan dan untuk membawa kebenaran ke titik terang," kata Hammond dalam dokumen pembelaan diri.

Hammond mengakhiri pidatonya dengan kata, "Tetap kuat dan terus berjuang."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rencananya, Hammond bakal dihukum di penjara federal dekat Chicago, tempat di mana Hammond berasal. Setelah menjalani hukuman, tiga tahun hidup Hammond akan terus diawasi. Preska mengatakan, aktivitas Hammond terhadap komputer dan perangkat lain yang terhubung ke internet bakal diawasi secara ketat.

Ketika persidangan usai, Hammond tersenyum dan melambaikan tangan kepada pendukungnya yang menghadiri persidangan di Pengadilan Distrik Selatan di Manhattan, New York. "Hidup Anonymous," kata Hammond sembari mengangkat tangan. Petugas kemudian membawanya keluar dari ruang sidang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.