Kompas.com - 05/02/2014, 15:48 WIB
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga organisasi masyarakat sipil meminta Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), bisa masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) untuk dibahas oleh DPR masa bakti 2014-2019.

UU itu dinilai sering digunakan untuk menjerat orang yang melakukan aktivitas kebebasan berekspresi dan berpendapat di ranah internet, termasuk Benny Handoko, pemilik akun Twitter @Benhan.

Tiga organisasi yang menuntut hal itu adalah ICT Watch, Southeast Asia Freedom of Expression Network (SafeNet), dan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam).

Menurut Direktur Eksekutif ICT Watch Donny B.U., pasal 27 ayat 3 UU ITE berulang kali digunakan oleh mereka yang memiliki kekuasaan untuk menekan pihak lain yang tidak sepaham. Hal ini dipandang dapat menimbulkan kekhawatiran untuk berekspresi atau berpendapat di internet karena adanya ancaman sanksi legal dari negara.

"Revisi UU ITE telah gagal masuk dalam agenda Prolegnas 2009 - 2014. Kini saatnya semua pihak harus sama-sama mendorong agar revisi UU ITE bisa menjadi salah satu prioritas di Prolegnas 2014-2019," kata Donny dalam keterangan yang diterima KompasTekno.

Menurutnya, kebebasan berekspresi telah diatur dan dilindungi antara lain oleh pasal 28F UUD 1945 (amandemen ke-2), pasal 19 dari Deklarasi Unoiversal Hak Asasi Manusia (PBB), dan pasal 19 Kesepakatan Internasional tentang Hak-hak Sipil (PBB).

Salah seorang yang dijerat dengan UU ITe adalah Benny Handoko. Pemilik akun Twitter @Benhan ini divonis 6 bulan penjara dengan masa percobaan satu tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena dinilai melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik mantan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Misbakhun.

"Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Benny Handoko selama enam bulan dengan ketentuan pidana tersebut tidak perlu dijalankan jika dalam percobaan satu tahun terdakwa tidak mengulangi perbuatannya," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Suprapto, saat membacakan putusannya, Rabu (5/2/2014).

Menurut majelis hakim, Benny terbukti melanggar pasal 27 ayat 3 jo pasal 45 ayat 1 UU ITE. Putusan ini lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut Benny satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun.

Hal yang meringankan adalah karena Benny bersikap sopan selama persidangan berlangsung. Benny dianggap masih muda dan diharapkan tidak mengulangi perbuatannya. Benny juga mempunyai anak dan istri. Terakhir, Benny belum pernah menjalani hukuman pidana.

Sementara itu, hal yang memberatkan, perbuatan Benny dianggap merugikan orang lain.

Kasus yang menjerat Benny ini bermula saat dia menyebut Misbakhun sebagai perampok Bank Century melalui media sosial Twitter. "Misbakhun: perampok bank Century, pembuat akun anonim penyebar fitnah, penyokong PKS, mantan pegawai Pajak di era paling korup," tulis Benny pada 7 Desember 2012.

Tweet tersebut berbuntut panjang. Terjadi twitwar (perang kicauan) antara Misbakhun dan Benny saat itu. Misbakhun pun mengancam akan memproses Benny secara hukum.

Tiga hari kemudian, Misbakhun mendatangi Mapolda Metro Jaya untuk melaporkan kasus pencemaran nama baik tersebut. Benny pun menanggapi santai laporan Misbakhun itu. Lalu, pada Kamis September 2013, kasus ini kembali mencuat ke publik ketika Benny ditahan di rutan kelas I Cipinang oleh pihak kejaksaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.