U19 banner dropdown

Rhesus Negatif, Komunitas Pemilik Golongan Darah Langka

Dibaca:
Komentar :
www.rhesusnegatif.com


JAKARTA, KOMPAS.com - Satu di antara seratus orang Indonesia memiliki golongan darah dengan Rhesus (Rh) negatif. Demikian dijelaskan Lici Murniati dari Presidium Rhesus Negatif Indonesia, komunitas sosial yang anggotanya tak lain merupakan para pemilik darah langka itu.

Orang yang memiliki darah dengan rhesus negatif (A-, B-, O-, AB- ) hanya bisa menerima transfusi darah dari orang yang golongan darahnya sama. "Tapi banyak orang dengan rhesus negatif tidak tahu jenis darahnya apa, sampai ketika saat darurat. Padahal, donornya sulit dicari," ujar Lici.

Apabila mendapat transfusi darah dari orang dengan golongan darah sama tetapi memiliki rhesus positif -misalnya A- menerima darah A+- tubuh orang dengan darah rhesus negatif akan membentuk reaksi penolakan.

Seorang ibu pemilik darah rhesus negatif yang kebetulan mengandung anak dengan golongan darah rhesus positif menghadapi resiko keguguran janin. "Untuk kasus ini diberikan vaksin plasma darah atau imunoglobulin untuk mencegah inkompabilitas darah," jelas Lici.

Pemilik darah rhesus negatif di kalangan orang Asia termasuk Indonesia terbilang sangat sedikit. Jumlahnya, menurut Lici, diperkirakan hanya 1 persen dari total golongan darah yang terdapat di populasi.

Ketergantungan yang tinggi antar para pemilik darah dengan rhesus negatif ini melandasi inisiatif dibentuknya komunitas non-profit Rhesus Negatif Indonesia atau disingkat RNI. Tujuannya untuk menyebarkan kesadaran mengenai pentingnya mengetahui rhesus darah dan mewadahi mereka yang memiliki darah rhesus negatif.

RNI menjalin kemitraan dengan Palang Merah Indonesia (PMI), di mana komunitas ini berperan sebagai penghubung dengan donor apabila terdapat kebutuhan darah rhesus negatif.

Harapannya, donor yang memiliki darah yang sesuai bisa cepat ditemukan sehingga dapat menyelamatkan orang yang membutuhkan. "Tentu, tidak ada paksaan untuk mendonorkan darah. Hanya, karena berbentuk komunitas, maka hubungan kami dengan donor juga lebih dekat."

Selain itu, RNI aktif menyebarkan awareness serta informasi seputar rhesus darah melalui media online, termasuk situs rhesusnegatif.com, akun twitter @rhesusnegatifID, serta laman Facebook Blood Group Rhesus Negatif.

Kampanye mengenai pentingnya mengenali rhesus darah pun dijalankan. Sasarannya para anak muda yang aktif menggunakan media sosial.

IMG_6382
Petugas medis mengidentifikasi golongan darah pengunjung stand RNI di Social Media Fest 2012 (gambar: Oik Yusuf/ kompas.com)

Pada hari kedua gelaran Social Media Festival 2012, Sabtu (13/10/2012) lalu, RNI  bekerja sama dengan PMI menyediakan jasa identifikasi golongan darah secara cuma-cuma.

Antrean pengunjung yang berminat terlihat sepanjang siang hingga sore hari menjelang malam. Menurut Nana, personel RNI yang berada di lokasi, dari sekitar seratusan pengunjung yang mendatangi stand RNI, ditemukan satu orang yang memiliki darah dengan rhesus negatif. "Dia baru kali ini mengetahui hal itu," ujarnya.

Editor: Reza Wahyudi

 

TERBARU
e-Business
Rabu, 22 Oktober 2014 17.37 WIB
Menkominfo Baru Diumumkan Malam Ini?
Gadget
e-Business
Rabu, 22 Oktober 2014 16.12 WIB
Tokopedia Dapat Kucuran Dana Rp 1,2 Triliun
Gadget
Rabu, 22 Oktober 2014 15.45 WIB
24 Oktober, Galaxy Note 4 Beredar di Indonesia
Gadget
Rabu, 22 Oktober 2014 15.36 WIB
Ini Harga Trio Sony Xperia Z3 di Indonesia
TERPOPULER
Kamis, 16 Oktober 2014 12.58 WIB
Wajah Jokowi di Majalah "Time" Bikin Heboh Medsos
Senin, 20 Oktober 2014 17.10 WIB
Diprotes, Bolt Ubah Paket Langganan Internet
Kamis, 16 Oktober 2014 06.00 WIB
Google Akhirnya Ungkap Nama Android 5.0
Jumat, 17 Oktober 2014 06.06 WIB
Apple Rilis Tablet Super Tipis, iPad Air 2
Senin, 20 Oktober 2014 13.26 WIB
"Netizen" Sambut Presiden Jokowi dengan Aneka Kartun
Kamis, 16 Oktober 2014 10.31 WIB
Apa Istimewanya Android 5.0 Lollipop?
Senin, 20 Oktober 2014 11.02 WIB
Becak Terguling, iPhone 6 Terbakar
Rabu, 22 Oktober 2014 10.21 WIB
Kiprah "Smartphone" Nokia Resmi Berakhir