Rhesus Negatif, Komunitas Pemilik Golongan Darah Langka


JAKARTA, KOMPAS.com - Satu di antara seratus orang Indonesia memiliki golongan darah dengan Rhesus (Rh) negatif. Demikian dijelaskan Lici Murniati dari Presidium Rhesus Negatif Indonesia, komunitas sosial yang anggotanya tak lain merupakan para pemilik darah langka itu.

Orang yang memiliki darah dengan rhesus negatif (A-, B-, O-, AB- ) hanya bisa menerima transfusi darah dari orang yang golongan darahnya sama. "Tapi banyak orang dengan rhesus negatif tidak tahu jenis darahnya apa, sampai ketika saat darurat. Padahal, donornya sulit dicari," ujar Lici.

Apabila mendapat transfusi darah dari orang dengan golongan darah sama tetapi memiliki rhesus positif -misalnya A- menerima darah A+- tubuh orang dengan darah rhesus negatif akan membentuk reaksi penolakan.

Seorang ibu pemilik darah rhesus negatif yang kebetulan mengandung anak dengan golongan darah rhesus positif menghadapi resiko keguguran janin. "Untuk kasus ini diberikan vaksin plasma darah atau imunoglobulin untuk mencegah inkompabilitas darah," jelas Lici.

Pemilik darah rhesus negatif di kalangan orang Asia termasuk Indonesia terbilang sangat sedikit. Jumlahnya, menurut Lici, diperkirakan hanya 1 persen dari total golongan darah yang terdapat di populasi.

Ketergantungan yang tinggi antar para pemilik darah dengan rhesus negatif ini melandasi inisiatif dibentuknya komunitas non-profit Rhesus Negatif Indonesia atau disingkat RNI. Tujuannya untuk menyebarkan kesadaran mengenai pentingnya mengetahui rhesus darah dan mewadahi mereka yang memiliki darah rhesus negatif.

RNI menjalin kemitraan dengan Palang Merah Indonesia (PMI), di mana komunitas ini berperan sebagai penghubung dengan donor apabila terdapat kebutuhan darah rhesus negatif.

Harapannya, donor yang memiliki darah yang sesuai bisa cepat ditemukan sehingga dapat menyelamatkan orang yang membutuhkan. "Tentu, tidak ada paksaan untuk mendonorkan darah. Hanya, karena berbentuk komunitas, maka hubungan kami dengan donor juga lebih dekat."

Selain itu, RNI aktif menyebarkan awareness serta informasi seputar rhesus darah melalui media online, termasuk situs rhesusnegatif.com, akun twitter @rhesusnegatifID, serta laman Facebook Blood Group Rhesus Negatif.

Kampanye mengenai pentingnya mengenali rhesus darah pun dijalankan. Sasarannya para anak muda yang aktif menggunakan media sosial.

IMG_6382
Petugas medis mengidentifikasi golongan darah pengunjung stand RNI di Social Media Fest 2012 (gambar: Oik Yusuf/ kompas.com)

Pada hari kedua gelaran Social Media Festival 2012, Sabtu (13/10/2012) lalu, RNI  bekerja sama dengan PMI menyediakan jasa identifikasi golongan darah secara cuma-cuma.

Antrean pengunjung yang berminat terlihat sepanjang siang hingga sore hari menjelang malam. Menurut Nana, personel RNI yang berada di lokasi, dari sekitar seratusan pengunjung yang mendatangi stand RNI, ditemukan satu orang yang memiliki darah dengan rhesus negatif. "Dia baru kali ini mengetahui hal itu," ujarnya.

Editor: Reza Wahyudi

 

TERBARU
e-Business
Jumat, 27 Februari 2015 17.22 WIB
Google Sebut Apple Tak Bertanggung Jawab
Gadget
Jumat, 27 Februari 2015 16.18 WIB
Oppo Mirror 3 Dibanderol Rp 3 Jutaan
Gadget
Jumat, 27 Februari 2015 16.01 WIB
Evolusi Galaxy S, dari Masa ke Masa
Gadget
Jumat, 27 Februari 2015 15.14 WIB
Tablet Galaxy Tahan Banting Hadir untuk Segmen Bisnis
Software
Jumat, 27 Februari 2015 14.33 WIB
Facebook Rilis Fitur Pencegahan Bunuh Diri
TERPOPULER
Rabu, 25 Februari 2015 09.52 WIB
Berani "Unlock" Modem Bolt? Siap-siap Dipidana
Selasa, 24 Februari 2015 08.05 WIB
Begini Cara "BBM-an" di PC dan Tablet
Minggu, 22 Februari 2015 15.45 WIB
Pengguna BlackBerry Kini Bisa "BBM-an" di PC
Selasa, 24 Februari 2015 10.24 WIB
Arti di Balik Nama "Samsung"
Rabu, 25 Februari 2015 12.22 WIB
Sony Perkenalkan Ponsel Android 4G Murah
Selasa, 24 Februari 2015 21.17 WIB
AS Pertanyakan Aturan soal "Smartphone" Indonesia
Jumat, 27 Februari 2015 12.33 WIB
Dukungan untuk Ahok, dari Twitter Sampai Facebook
Rabu, 25 Februari 2015 08.03 WIB
Ketika Layar Xiaomi Mi4 Dijepit Kepiting