Facebook dan Mark Zuckerberg-nya China

Kompas.com - 26/01/2011, 17:13 WIB
EditorTri Wahono

KOMPAS.com — Facebook sangat fenomenal dan populer dewasa ini, mulai dari anak sekolah sampai opa-oma memakai Facebook. Dari Fidel Castro sampai Dalai Lama punya akun Facebook. Saya sempat berpikir, pasti tidak ada manusia yang tidak mengenal Facebook. Ternyata pikiran saya keliru.

Ada 1,3 miliar manusia di muka bumi ini tidak mengenal Facebook, yaitu masyarakat China. Mereka hidup di balik tembok tebal (firewall) internet yang dipasang oleh pemerintah China. Konon ada beberapa orang kaya dan menguasai teknologi komputer yang bisa membobol firewall tersebut—tentu saja termasuk hacker China yang terkenal itu.

Pemasangan firewall yang dilakukan oleh pemerintah China bukan tanpa tujuan. Tujuan utamanya untuk pertahanan negara. Tujuan berikutnya untuk memaksimalkan penggunaan produk lokal (buatan sendiri).

Segala sesuatu yang laris ada versi China-nya. Mulai dari produk makanan dan minuman sampai sepeda motor, semua ada versi China-nya. Atau, sebutlah Chiphone—iPhone versi China. Setiap barang duplikat yang diproduksi di sana dimaksudkan agar masyarakat China hanya mengonsumsi dan menggunakan barang-barang buatan mereka sendiri.

Dengan demikian, defisit neraca perdagangan bisa ditekan sampai ketitik terendah (karena mereka tidak banyak impor barang). Terbukti taktik itulah yang membuat ekonomi China sekarang ini menjadi sangat stabil, bahkan mampu menggoyang Amerika Serikat.

Kembali ke topik utama (Facebook). Lalu bagaimana mereka berkomunikasi? Apakah mereka menggunakan kentongan?

Tentu saja tidak. Namanya bukan China kalau mereka tidak memiliki barang hasil buatan mereka sendiri. Mereka memiliki jejaring internet sendiri yang menghubungkan antara masyarakat China yang satu dengan yang lain. Termasuk jejaring pertemanan. Facebook versi China!

Renren (Facebook-nya China)

Di tengah-tengah kemajuan ekonomi China, tentu saja moderenitas juga tidak terhindarkan. Di sana ada dua situs jejaring sosial yang sangat populer—dipergunakan oleh hampir semua masyarakat China (yang memiliki koneksi internet tentunya). Namanya Renren dan Kaixin001.

Renren yang menyasar segmen pelajar dan mahasiswa hadir sejak 2005. Adapun Kaixin001 yang menyasar kaum profesional muda China hadir sejak 2008. Di antara dua itu, Renren sangat mirip dengan Facebook—arsitektur halaman, desain layout, hingga warnanya (biru-putih).

Halaman:
Baca tentang


    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X