Gelar Doktor HC

Mendiknas: Penghargaan itu Lazim

Kompas.com - 06/09/2011, 14:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh mengaku tidak mempermasalahkan pemberian gelar Doctor Honoris Causa (DHC) yang diberikan oleh Universitas Indonesia (UI) kepada raja Arab Saudi beberapa waktu lalu.

Pemberian gelar tersebut ia ibaratkan seperti sebuah referensi atau catatan kaki (foot note) dari sebuah karya yang berbentuk pemikiran ataupun gagasan seseorang yang hebat tidak mudah diplagiat.

Nuh mengatakan, kerangka berpikir dari pemberian gelar DHC itu adalah budaya memberikan penghargaan dan bersifat lazim. Menurutnya, hal itu seperti sebuah tradisi yang baik, yang tidak hanya boleh saja dilakukan tetapi juga harus terus dibangun. "Saya menyebutnya budaya apresiatif konstruktif. Dalam administrasi akademis penghargaan seperti itu sudah biasa dan hanya diberikan kepada orang yang berkontribusi," kata Nuh, Selasa (6/9/2011), di Jakarta.

Oleh karena itu, Nuh melanjutkan, segala sesuatu harus kita dudukkan perkaranya agar bisa menempatkan hal-hal apa saja yang menjadi persoalan. "Saya coba melihat duduk perkaranya. Yang nampak di luar dari ramainya UI saat ini adalah pemberian gelar DHC kepada Raja Arab. Apakah itu kemudian menjadi soal atau dipersoalakan," ujarnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, tanpa adanya pemberian gelar tersebut, dirinya khawatir ada semacam tindakan plagiasi (plagiat gagasan) dari pihak tertentu pada waktu-waktu tertentu. Namun begitu, ia berharap semua penghargaan yang diberikan sebelumnya sudah harus memenuhi syarat, kriteria, mekanisme dan prosedur yang diterapkan.

"Jika semuanya sudah memenuhi mekanisme, itu tandanya sudah selesai. Karena melalui Statuta dari masing-masing perguruan tinggi semua dipersilahkan memberikan penghargaan. Perguruan tinggi terkemuka di luar negeri juga banyak yang memberikan penghargaan, dengan catatan memenuhi syarat dan standar yang ditentukan," tandasnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorA. Wisnubrata
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Close Ads X