Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Siapakah Angel Investor dan Venture Capitalist?

Kompas.com - 01/11/2015, 07:47 WIB


Para pelaku startup digital pasti sudah akrab dengan istilah angel investor dan venture capitalist. Dua jenis penanam modal ini sama-sama berperan dalam mendorong pertumbuhan sebuah perusahaan rintisan, meski terdapat perbedaan motivasi dan tujuan di antara mereka.

Untuk yang belum familiar, berikut ini penjelasan singkat mengenai angel investor dan venture capitalist yang dirangkum Nextren dari berbagai sumber.

Angel Investor

Angel investor secara harfiah berarti investor atau “pemodal malaikat”, bisa juga disebut “pemodal mulia”. Istilah itu mengacu pada tujuan pemberian modal yang biasanya bermaksud membantu, di samping mendapat sebagian kepemilikan perusahaan yang diinvestasi.

Angel investor biasanya berupa pemodal yang berinvestasi menggunakan kocek sendiri. Selain modal, bantuan yang diberikan bisa berupa saran manajemen, referensi kontak, dan hal-hal lain yang dirasa membantu.

Ada beberapa profil angel investor yang bisa kamu temukan di industri, yaitu:

1. Angel dan super angel. Pemodal yang menginvestasikan modal milik sendiri disebut “angel”. Sementara pemodal yang sudah memiliki pencapaian tertentu, misalnya sudah sangat berpengalaman dan memiliki jumlah portofolio lebih dari 20 perusahaan, dipanggil “super angel

2. Angel fund atau super angel fund, adalah sejumlah angel yang berinvestasi baik sebagai tim formal maupun melalui wadah pendanaan untuk membuka kesempatan bagi orang lain untuk bergabung dan berinvestasi bersama.

3. Angel group, adalah organisasi yang dioperasikan berdasarkan keanggotaan dan dibentuk untuk tujuan menggabungkan kekuatan antar angel investor lainnya.

Venture Capitalist

Venture capitalist atau pemodal ventura adalah investor yang memberikan dukungan modal kepada perusahan rintisan yang ingin berkembang tapi tidak punya akses ke pasar modal (karena masih terlalu kecil).

Seperti angel investor, venture capitalist biasanya turut menyalurkan dukungan-dukungan lain di luar modal untuk membantu perkembangan usaha yang dimodalinya. Atas bantuan tersebut, venture capitalist memperoleh sebagian kepemilikan perusahaan.

Modal bisa berasal dari dana yang dikumpulkan dari pihak-pihak lain dan dikelola secara profesional. Uang yang ditanam bisa kembali hingga berkali-kali lipat jika perusahaan yang didanai sukses di pasaran.

Ada beberapa tahapan pendanaan venture capital yang ditempuh oleh sebuah startup:

1. Seed money (dana awal), pembiayaan yang  dibutuhkan untuk membuktikan sebuah ide baru

2. Start up, perusahaan tahap awal yang membutuhkan pendaan untuk pengeluaran-pengeluaran yang berhubungan dengan pemasaran dan pengembangan produk.

3. First round, pendanaan untuk pemasaran awal dan biaya produksi.

4. Second round, pendanaan perusahaan tahap pertama dalam menjual produknya tetapi masih belum memperoleh keuntungan.

5. Third round, pendanaan untuk perusahaan yang baru mulai mendapatkan keuntungan.

6. Fourth round, tujuan pendanaan perusahaan untuk go public.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com