WhatsApp Blokir Telegram Pakai "Senjata" Facebook

Kompas.com - 02/12/2015, 15:28 WIB
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Aplikasi pesan instan WhatsApp memblokir tautan yang dikirim melalui percakapan, yang menuju aplikasi pesaingnya Telegram.

Semua tautan URL yang menuju Telegram, akan ditampilkan sebagai teks biasa, bukan sebagai hyperlink yang biasanya berwarna biru dan bila diklik akan membawa ke situs tertentu.

WhatsApp juga membuat tautan teks tersebut tidak bisa disalin (copy).

Dikutip KompasTekno dari The Verge, Selasa (2/12/2015), tool untuk memblokir tautan tertentu tersebut dimiliki oleh Facebook, perusahaan pemilik saham mayoritas WhatsApp.

Facebook pernah memakainya pada 2010 lalu untuk memblokir tautan menuju situs-situs yang berisi konten bajakan, namun langkah Facebook itu kemudian mendapat kritikan.

Walau demikian, belum diketahui secara pasti apakah pemblokiran itu berasal dari sistem WhatsApp yang tidak sempurna atau memang disengaja oleh WhatsApp.

Sumber di dalam Telegram mengatakan, "Biasanya jika sudah diangkat ke media, FB (Facebook) akan mengkambing-hitamkan sistem penyaringan mereka."

"Kami berharap hal yang sama juga kali ini," imbuh juru bicara Telegram yang tidak mau disebut namanya itu.

Baik Facebook maupun WhatsApp tidak bersedia memberikan tanggapan resminya terkait persoalan ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.