Cegah Siswa Mencontek Saat Ujian, Aljazair Matikan Internet

Kompas.com - 25/06/2018, 11:13 WIB
Ilustrasi ujian.THINKSTOCKPHOTOS Ilustrasi ujian.

KOMPAS.com - Aljazair memiliki kebijakan tegas untuk mencegah siswa melakukan kecurangan saat ujan nasional. Pemerintah mematikan koneksi internet dan memblokir penggunaan media sosial di sana, selama ujian berlangsung.

Menurut Menteri Pendidikan Aljazair, Nouria Benghabrit, langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kebocoran soal dan jawaban ujian. Pasalnya pada 2016 lalu, insiden bocornya soal ujian di dunia maya ini sempat membuat heboh pemerintah setempat.

Insiden itu kemudian membuat pemerintah mendapat sorotan dari banyak pihak, karena dianggap lalai dan tidak dapat mengantisipasi terjadinya kecurangan massal. 

Layanan dan koneksi internet akan dibatasi oleh pemerintah selama satu jam saat ujian berlangsung. Pembatasan ini dilakukan sejak hari pertama ujian nasional hingga hari terakhir. Adapun ujian akhir ini dilaksanakan pada 20 hingga 25 Juni.

Dikutip KompasTekno dari BBC, Senin (25/6/2018), kebijakan ini menargetkan operator jaringan seluler, penyedia layanan internet, serta layanan VPN populer, termasuk TOR dan ZenMate.

Baca juga: Remaja Bobol Situs Presiden Sri Lanka agar Ujian Ditunda

Bukan hanya layanan internet, jejaring sosial Facebook pun diblokir secara nasional selama periode ujian berlangsung.

Pemerintah Aljazair sejatinya mengakui bahwa mereka pun tidak nyaman dengan kebijakan tersebut. Namun pembatasan ini tetap harus dilakukan untuk meminimalisasi terulangnya kejadian pada dua tahun lalu.

Pada tahun 2016 Aljazair sebetulnya sudah mengeluarkan kebijakan serupa, namun hanya membatasi penggunaan media sosial, bukan memblokir internet sepenuhnya. Cara itu terbukti tak ampuh menangkal aksi kecurangan murid sampai insiden kebocoran soal di dunia maya terjadi.

Di Aljazair sendiri ada sebanyak lebih dari 700.000 siswa yang mengikuti ujian akhir pada periode ini. Selain memutus koneksi internet, pemerintah juga melakukan pengawasan ketat. Kamera pengawas dan detektor logam dipasang di ruang ujian agar siswa tak melakukan kecurangan dengan menggunakan ponsel.



Close Ads X