Penutupan Jumlah "Like" Instagram Mulai Disebar di Amerika

Kompas.com - 12/11/2019, 08:19 WIB
Instagram Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.comInstagram

KOMPAS.com - Instagram sudah mengujicoba penutupan jumlah like (suka) di platformnya selama berbulan-bulan di beberapa negara.

Fitur itu kabarnya juga akan mulai diujicoba di Amerika Serikat, salah satu pasar kunci sekaligus rumah Facebook Inc, induk perusahaan Instagram.

Hal ini diumumkan langsung oleh CEO Instagram, Adam Mosseri dalam sebuah acara bertajuk WIRED25 yang berlangsung awal pekan ini. 

"Ide ini adalah untuk mencoba mengurangi tekanan di Instagram dan membuatnya tidak terlalu kompetitif," jelas Mosseri dalam acara tersebut.

Sebagaimana di negara ujicoba lainnya, jumlah like tidak muncul di setiap unggahan. Baik saat muncul di beranda maupun profile yang biasa dilihat secara publik. Namun, si pemilik akun masih tetap bisa melihat jumlah like yang ia dapatkan.

Beberapa pengguna Instagram di Negeri Paman Sam sudah kebagian. Namun Mosseri tidak menyebut berapa persen pengguna Instagram di AS yang akan kebagian fitur ini.

Dihimpun KompasTekno dari CNN, Selasa (12/11/2019), beberapa pengguna di AS yang kebagian uji coba ini akan mendapatkan notifikasi bahwa jumlah like di postingan mereka tidak akan tertera di publik.

Ujicoba penyembunyian like di AS pun menuai beragam reaksi. Terutama bagi selebritas dan  kreator konten. Dirangkum dari Business Insider, penyanyi Nicki Minaj bahkan mengancam tidak akan lagi mengunggah postingan di Instagram.

Bertolak belakang dengan Nicki, selebritas Kim Kadarshian justru menyambut positif fitur ini.
Dalam sebuah wawancara, Kim menilai fitur ini akan lebih bermanfaat untuk kesehatan mental pengguna Instagram.

Baca juga: Pencipta Tombol Like Hapus Aplikasi Facebook, Ini Alasannya

Kesehatan mental memang menjadi latar belakang bergulirnya fitur ini. Instagram beralasan menampilkan jumlah like justru menimbulkan gangguan kesehatan mental karena pengguna saling adu banyak jumlah like.

"Kami menguji coba fitur ini karena kami ingin Instagram menjadi tempat yang nyaman bagi orang-orang. Termasuk membantu mereka fokus pada foto dan video yang mereka bagikan, bukan dari seberapa banyak like yang mereka dapatkan," jelas salah satu perwakilan Instagram.

Uji coba penyembunyian jumlah like dimulai dari Kanada pertengahan tahun 2019 lalu. Kemudian diikuti setidaknya tujuh negara, termasuk Irlandia, Italia, Jepang, Brasil, Australia, dan Selandia Baru.

Hingga saat ini, Instagram belum mengungkapkan kapan fitur sembunyikan like ini akan digulirkan secara global.

Baca juga: Mengintip Pabrik Pemberi Like Palsu di Media Sosial

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X