Kirim E-mail "Prank" soal Bonus Karyawan, GoDaddy Dikecam

Kompas.com - 26/12/2020, 11:03 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Salah satu penyedia layanan hosting web asal AS, GoDaddy, mendapat kecaman di dunia maya lantaran mengirimkan e-mail prank yang menjanjikan bonus karyawan di masa pandemi ini.

GoDaddy tidak benar-benar berniat memberikan bonus liburan tersebut, melainkan hanya menggunakannya sebagai tes salah satu modus penipuan digital, phising, kepada para pegawainya. 

Perusahaan itu diketahui mengirimkan e-mail yang menjanjikan bonus liburan senilai 650 dollar AS, atau sekitar Rp 9,2 juta awal bulan ini sebagai tanda penghargaan perusahaan kepada karyawannya di masa pandemi.

Baca juga: Data Nomor HP Dijual Rp 7.000 di Situs Gelap, Foto Selfie Pakai KTP Lebih Mahal

E-mail tersebut meminta karyawan untuk membalas dengan memberikan detail terkait lokasi mereka dan informasi lainnya jika ingin menerima bonus yang dijanjikan.

Dua hari kemudian, pegawai yang memberikan detail informasi yang diminta, akan dikategorikan sebagai karyawan yang gagal dalam tes phising ala GoDaddy itu.

Pegawai yang gagal tersebut akan diberi pekerjaan tambahan. Itulah yang terjadi kepada 500 karyawan GoDaddy, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Engadget, Sabtu (26/12/2020).

Berita tentang tes phising ini kemudian memicu kemarahan di Twitter, yang mana beberapa pelanggan GoDaddy mengancam akan mengganti penyedia hosting situs web milik mereka.

Warganet lainnya juga ikut mengecam tindakan tidak sensitif GoDaddy kepada para karyawannya. 

Baca juga: Daftar 29 Aplikasi Beauty Camera Android Bermuatan Phishing

"Bayangkan jika Anda memberi tahu pasangan Anda bahwa Anda mendapatkan bonus, dan uang itu bisa untuk menutupi pengeluaran untuk bulan itu. Kemudian bayangkan harus memberi tahu pasangan yang sama juga bahwa itu ternyata bohong," kicau akun @RyanInPrague.

Akun @KierstenEvan mengatakan sebenarnya tidak ada masalah jika ingin melakukan tes phising pada para pagawai.

"Masalahnya adalah mengapa menjanjikan bonus, yang mungkin diandalkan oleh banyak karyawan," kicaunya.

Belakangan, pihak GoDaddy melalui juru bicaranya memberikan pernyataan terkait peristiwa tersebut.

Baca juga: 5 Tips Hindari Penipuan Modus Pencurian OTP

Dalam pernyataannya, GoDaddy menegaskan sangat menganggap serius perihal keamanan di layanan hostingnya. Namun, memberikan tes phising kepada para karyawannya di masa pandemi seperti ini, diakui GoDaddy sebagai tindakan yang tidak sensitif.

"Kami memahami beberapa karyawan kecewa dengan upaya phishing dan merasa itu tidak sensitif, sehingga kami telah meminta maaf," kata juru bicara tersebut.



Sumber ENGADGET
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X