Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
HOMEINTERNETCYBERLIFEGADGETLIFESTYLEE-BUSINESSTELECOMSOFTWAREHARDWARESTARTUPLOKALINDEKS
Industri Kreatif
Industri Animasi Sulit Tembus Perbankan
Marcus Suprihadi | Senin, 31 Oktober 2011 | 13:28 WIB
|
Share:
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
Para animator di PT Acintyarupa Karya Nayaga, Bandung, Jawa Barat, menyelesaikan proses pembuatan animasi di ruang kerjanya, Jumat (12/11/2010). Potensi masa depan animasi di Indonesia semakin maju dan didukung oleh sumber daya yang masih muda.

JAKARTA, KOMPAS.com- Belum diakuinya industri animasi sebagai aktivitas ekonomi produktif oleh bank menjadi kendala serius. Pengelola industri animasi sulit memperoleh kredit bank, sehingga pengembangan usahanya tersendat akibat minimnya modal.

"Saya sudah coba ke beberapa bank. Semuanya menolak karena alasan animasi bukanlah ekonomi produktif sesuai desain perbankan. Akhirnya kami tidak bisa mencetak karya. Kami hanya mengandalkan pesanan karena mendapatkan modal dari uang muka," kata Hanitianto Joedo, pelaku industri animasi di Yogyakarta, Senin (31/10/2011).

Minimnya modal membuat para animator sulit berkembang. Mereka hanya mengerjakan proyek-proyek pesanan dari berbagai negara. Di negara pemesan, karya itu dikemas ulang tanpa menyebut siapa pembuatnya.

"Kalau kami punya modal, kasusnya akan berbeda. Kita buat karya sesuai gagasan, lalu mereka beli dengan penghargaan tinggi," ujarnya.


Pengguna Mig33 Sudah 50 Juta, Bagaimana Caranya?

Mig33 menjadi Facebook-nya...

KOMPAS.com
© 2008 - 2012 KOMPAS.com - All Rights reserved