Sabtu, 25 Mei 2013
Selamat Datang   |    Register   |  

Jejaring Sosial Gantikan Kampus dan Kedai Kopi

Dibaca:
Komentar :
obrolanlangsat.com

Roby Muhamad, pakar jejaring sosial sekaligus peneliti di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com — Jejaring sosial kini mulai digunakan sebagai alat komunikasi politik. Pencitraan, kampanye, bahkan protes kerap dilontarkan melalui jejaring sosial.

Hal paling fenomenal yang dapat dilakukan melalui jejaring sosial adalah sebagai alat revolusi.
 
Dalam sejarah, tercatat ada beragam cara untuk mengumpulkan dan memobilisasi massa agar tergerak melakukan revolusi. Di era digital sekarang ini, situs jejaring sosial menjadi alat yang cukup ampuh untuk mengumpulkan dan memobilisasi massa.
 
"Sebelumnya tidak ada yang berpikir bahwa Twitter bisa jadi alat revolusi," kata Roby Muhamad, pakar jejaring sosial yang juga peneliti di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
 
Ia mengatakan, revolusi terjadi karena orang berkumpul dan punya tujuan sama.

Jika dahulu revolusi Perancis dimulai dari kedai kopi dan reformasi Indonesia tahun 1998 dimulai dari kampus-kampus, sekarang jejaring sosial juga bisa menjadi tempat baru untuk berkumpul.
 
"Ketika massa sudah berkumpul, maka sesuatu akan terjadi. Jejaring sosial kerap digunakan untuk memobilisasi rakyat dalam jumlah besar," tutur Roby saat ditemui Kompas.com di Fakultas Psikologi UI, beberapa waktu lalu.
 
Revolusi yang terjadi di Timur Tengah menjadi refleksi kekuatan jejaring sosial dalam memobilisasi rakyat. Tak heran jika pemerintah di beberapa negara Timur Tengah mengawasi ketat aktivitas di dunia maya.
 
Tempat-tempat berkumpul itu memiliki karakter masing-masing. Situs jejaring sosial, lanjut Roby, punya konektivitas yang tinggi secara global.

Tak hanya itu, jejaring sosial menjadi alat untuk melaporkan informasi terkini, yang kemudian akan terjadi saling interaksi antarpengguna tanpa mengenal waktu dan ruang.
 
Menurut Roby, semua situs jejaring sosial bisa dijadikan alat revolusi. Semua tergantung orang atau kelompok mau menjadikannya sebagai alat apa dan tergantung keadaan sosial di suatu negara. "Ada kasus yang sukses, tetapi ada juga yang gagal," papar Roby.
Editor: Reza Wahyudi

 

TERBARU
Software
Sabtu, 25 Mei 2013 10.38 WIB
Android Juga Jadi Ancaman untuk Windows
Software
Sabtu, 25 Mei 2013 09.13 WIB
4 Fitur Andalan Opera for Android
Internet
Jumat, 24 Mei 2013 17.47 WIB
Opera for Android bisa Hemat Kuota Internet
Hardware
Jumat, 24 Mei 2013 17.26 WIB
Hard Disk Tipis WD Masuk Indonesia
Internet
Jumat, 24 Mei 2013 16.18 WIB
Terkait Pajak Apple, Irlandia Membantah
TERPOPULER
Jumat, 24 Mei 2013 08.54 WIB
Pelaku Tabrak Lari "Berkicau" di Twitter
Kamis, 23 Mei 2013 10.30 WIB
"Pengguna iPhone dan Android Akan Suka BBM"
Kamis, 23 Mei 2013 13.08 WIB
AMD Jadi Korban "Kiamat PC"?
Jumat, 24 Mei 2013 08.06 WIB
Jam Tangan Pintar Apple? Tunggu 2014
Kamis, 23 Mei 2013 12.28 WIB
Berita "Kompas.com" Diblokir Facebook?
Rabu, 22 Mei 2013 11.48 WIB
Apple Penghindar Pajak Terbesar
Jumat, 24 Mei 2013 10.42 WIB
Fakta Mencengangkan "Malware" di Android