Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Dia, Produk yang Bikin Apple Dilarang Jualan iPad

Kompas.com - 20/02/2012, 09:48 WIB
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Apple saat ini dalam masalah besar lantaran menggunakan nama iPad untuk produk tablet mereka di China. Bahkan, Apple terancam tak bisa menjual iPad di belahan dunia manapun.

Hal ini disebabkan oleh adanya kesamaan penggunaan nama antara produk iPad dari Apple, dan iPAD yang diproduksi oleh perusahaan teknologi asal China bernama Proview International Holding Ltd.

Dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada Jumat waktu setempat (17/2/2012), Proview menunjukkan produk iPAD kepada wartawan. Nama iPAD dari Proview ini merupakan singkatan dari "Internet Personal Access Device," yang dikembangkan sejak 1998 lalu mulai dijual pada tahun 2000.

Hingga 2009, Proview telah memroduksi 10 ribu hingga 20 ribu produk iPAD.

Berdasarkan bentuknya, iPAD bukanlah sebuah komputer tablet, melainkan sebuah All in One PC yang mirip dengan produk iMac dari Apple, yang kala itu dipasarkan pada 1998.

Secara spesifikasi, iPAD dibekali monitor CRT 15 inci dengan resolusi 800 x 600, prosesor 256MHz, RAM 32MB, media penyimpanan data 16GB, dua port USB, 2 jack RJ-11, ethernet, port microphone, dan earphone, port keyboard dan mouse, serta port untuk koneksi dengan printer. Sedangkan sistem operasinya, iPAD berjalan dengan Linux atau Citrix.

Produk iPAD ini termasuk dalam bagian produk iFamily dari Proview. Perusahaan ini juga memroduksi perangkat lain, yang semua penamaan produknya diawali dengan huruh 'i'. Contohnya adalah iDVD, iClient, iPDA, dan iNote.

Proview sendiri mengalami kolaps pada 2010 akibat krisis global, dan mereka menelantarkan pabrik yang berlokasi di Shenzen, China.

Saat ini, Proview mengajukan tuntutan pada bea cukai setempat untuk memblokir ekspor dan impor iPad. Jika pengajuan Proview dikabulkan, praktis tak akan ada tablet Apple, iPad yang bisa beredar di dunia. Karena iPad yang dimanufaktur oleh Foxconn di China, tak bisa keluar dari China.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.