Kompas.com - 23/08/2012, 10:26 WIB
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com — Seorang peretas (hacker) mengungkapkan cacat keamanan yang ia katakan dapat membuat iPhone sangat rentan terhadap penipuan via SMS.

Cacat (bug) tersebut telah ada sejak iPhone kali pertama diluncurkan pada 2007, dan masih belum diselesaikan di iOS6 versi beta, sistem operasi terbaru untuk iPhone, seperti disampaikan peretas yang menggunakan nama "Pod2g" di sebuah blog.

Menurut Pod2g, berdasarkan protokol penanganan pertukaran pesan singkat/SMS antar-telepon genggam, pengirim pesan dapat secara teknis mengubah nomor telepon alamat jawaban jadi sesuatu yang berbeda dari nomor aslinya.

Dalam penerapan, seperti dilaporkan Xinhua, penerima pesan akan melihat nomor telepon asli dan nomor jawaban.

Namun dalam penggunaan fitur SMS iPhone, ketika para penerima melihat pesan yang dikirim, pesan itu terlihat seperti berasal dari nomor telepon resmi, sedangkan nomor telepon asli pengirim tersembunyi.

Celah tersebut berarti seseorang dapat mengirim pesan pengguna iPhone dengan berpura-pura berasal dari bank penerima atau sumber lain yang dipercaya, dan meminta keterangan pribadi, atau menipu mereka agar masuk ke situs yang dirancang untuk memperoleh informasi pengguna.

Pod2g menyebut cacat keamanan itu "parah" dan mendesak Apple memperbaikinya sebelum peluncuran iOS6 versi final.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sekarang Anda sudah diberi tahu. Jangan pernah percaya setiap SMS yang Anda terima di iPhone Anda pada pandangan pertama," tulis Pod2g di blog-nya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X