Kompas.com - 27/05/2013, 14:56 WIB
EditorReza Wahyudi

Dell, Lenovo, Asus Desain-desain PC yang ada saat ini dinilai Intel belum berhasil menarik pengguna

KOMPAS.com  Industri PC tengah mengalami kelesuan. Konsumen menunda upgrade dan lebih memilh membeli perangkat, seperti tablet dan smartphone. Fenomena ini banyak disebut sebagai post-PC era atau "Kiamat PC".

Alasan di balik penundaan upgrade ini, menurut Intel, adalah karena model-model PC yang ditawarkan saat ini memang belum ada yang bagus dan membangkitkan minat untuk membeli.

"Kami pikir masalahnya bukan pada perubahan pola konsumsi, tetapi lebih kepada tidak adanya produk di pasaran yang cukup meyakinkan, baik dari segi bentuk (form factor), daya tahan baterai, keamanan, maupun kecepatan respon," ujar Wakil Presiden dan General Manager Divisi Mobile Client Platform Intel, Navin Shenoy, seperti dikutip oleh Cnet.

Pernyataan Shenoy secara tidak langsung menyerang perangkat-perangkat, ultrabook, komputer hybrid (convertible), dan tablet berbasis Windows 8 yang kini beredar di pasaran.

Intel sendiri telah mencoba membangkitkan kembali gairah industri PC lewat perangkat laptop tipis Ultrabook. Namun, sejauh ini, hasil penjualannya belum sesuai yang diharapkan.

Biarpun begitu, sambil berpromosi, Shenoy menambahkan bahwa PC masih memiliki harapan dengan tibanya prosesor Core Generasi ke-4 (Haswell) yang akan meluncur secara resmi dalam waktu dekat.

Haswell disebut bakal memungkinkan desain komputer hybrid dan tablet Windows yang lebih tipis dan ringan, sekaligus memperbanyak populasi laptop dengan layar sentuh.

Layar sentuh, menurut Shenoy, akan menjadi salah satu faktor utama yang akan mendorong konsumen untuk melakukan upgrade. "Riset kami menunjukkan bahwa sekitar 85 persen pengguna tablet juga masih memakai PC. Sebanyak 85 persen juga menjawab berniat meng-upgrade PC mereka," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.