Domain Cantik Apapun.id Diburu di Periode Landrush - Kompas.com
Konten ini adalah kerjasama Kompas.com dengan Pandi

BrandzView

Domain Cantik Apapun.id Diburu di Periode Landrush

Kompas.com - 15/07/2014, 09:15 WIB
Aditya Panji/Kompas.com
Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi)
KOMPAS.com - Periode prioritas terakhir sebelum domain Apapun.id dirilis untuk publik atau disebut Periode Landrush, mendapat tanggapan positif dari pengguna internet di Indonesia yang mengincar domain dengan nama cantik. Dalam waktu kurang dari sebulan, ada lebih dari seribu nama domain Apapun.id didaftarkan.

Menurut data Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) hingga 14 Juli 2014, ada 1.048 nama domain yang didaftarkan. Dari nama-nama domain tersebut, 334 di antaranya tidak memenuhi syarat, karena itu baru 714 nama domain yang disetujui.

Nama domain cantik yang didaftarkan selama Periode Landrush ini, misalnya cash.id, cinta.id, code.id, dewi.id, discount.id, download.id, linux.id, toko.id, atau software.id.

Ketua Pandi bidang Sosialisasi dan Komunikasi, Sigit Widodo mengungkapkan, masyarakat Indonesia masih bisa mendaftarkan domain cantik itu sampai Periode Landrush berakhir pada 15 Agustus 2014.

Ia memprediksi, akan ada lebih dari 3.000 nama domain Apapun.id yang telah terdaftar sebelum domain ini dirilis resmi pada 17 Agustus 2014.

Periode Landrush merupakan periode prioritas yang paling bebas. Pada Periode Sunrise, pendaftar wajib memiliki merek yang terdaftar pada Ditjen HAKI Kementerian Hukum dan HAM RI. Pada Periode Grandfather, pendaftar harus memiliki nama domain tingkat dua .id sebelumnya, seperti: co.id, web.id, or.id, ac.id, desa.id, atau yang lainnya.

“Periode Landrush terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia yang memiliki identitas KTP, SIM, atau paspor,” ujar Sigit.

“Namun untuk pendaftar domain personal, nama yang didaftarkan harus sesuai dengan nama yang tertera pada dokumen identitas. Bisa nama lengkap, bagian nama, atau singkatan nama. Ini kami lakukan untuk menghindari terjadinya cyber squatting.”

Masih menurut Sigit, aturan inilah yang membuat beberapa nama domain ditolak. Jika ingin mendaftarkan nama yang berbeda dengan identitas, domain harus didaftarkan atas nama institusi, bisa didaftarkan atas nama perusahaan, perguruan tinggi, organisasi, atau institusi lainnya.

Sementara itu, jika terjadi pendaftaran nama domain oleh dua pihak atau lebih, pemenangnya akan ditentukan dengan cara lelang.

Sigit menambahkan, sebelumnya sudah ada 815 nama domain yang didaftarkan pada Periode Sunrise (periode pertama untuk pemegang merek) dan 911 nama domain didaftarkan pada Periode Grandfather (periode kedua untuk pemilik domain tingkat dua .id).

“Jadi total dari dua periode prioritas sebelumnya sudah ada 1.726 nama domain Apapun.id yang terdaftar,” ujar Sigit.

Untuk mengikuti Periode Landrush, pendaftar harus membayar biaya administrasi sebesar Rp 100 ribu dan biaya akuisisi minimal sebesar Rp 1 juta. Pendaftaran dapat dilakukan secara online di www.domain.id.
 
Setelah rilis pada 17 Agustus 2014, pendaftar nama domain tidak dikenakan biaya admistrasi dan biaya akuisisi. Registran hanya akan dikenakan biaya tahunan sebesar Rp 500 ribu.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorWicak Hidayat