Kecerdasan Buatan Kalahkan Manusia di Pertandingan "Dota 2" - Kompas.com

Kecerdasan Buatan Kalahkan Manusia di Pertandingan "Dota 2"

Kompas.com - 06/08/2018, 19:04 WIB
Ilustrasi game Dota 2.Valve Ilustrasi game Dota 2.

KOMPAS.com - Perkembangan kecerdasan buatan semakin menjadi-jadi. Bahkan kali ini, manusia harus mengakui keunggulan dan ketangguhan kecerdasan buatan dalam pertandingan Dota 2.

Pertandingan antara tim manusia dan kecerdasan buatan ini dilangsungkan tadi malam. Tim "Human" alias manusia beranggotakan beberapa pemain Dota 2 unggulan termasuk diperkuat seorang mantan pemain profesional.

Sedangkan lawannya adalah sekelompok bot yang tergabung dalam tim OpenAI Five. Bot ini dikembangkan oleh peneliti dari OpenAI yang merupakan salah satu perusahaan yang dimiliki Elon Musk.

Pertandingan ini berlangsung dalam tiga putaran. Dikutip KompasTekno dari Cnet, Senin (6/8/2018), dua di antaranya dimenangkan oleh tim OpenAI Five sementara tim manusia hanya berhasil memenangkan satu pertandingan.

Baca juga: Facebook Perbaiki Hasil Foto Merem dengan Kecerdasan Buatan

Selama satu bulan terakhir, tim OpenAI memang mengaku telah melakukan beberapa perubahan serta pengembangan pada kecerdasan buatannya ini. Tim peneliti meningkatkan jumlah waktu reaksi dan menerapkan beberapa strategi tambahan yang terbukti sangat efektif.

Sayangnya kekalahan satu angka dalam pertandingan ini masih dianggap kecacatan sistem. Pasalnya di pertandingan terakhir ini tim OpenAI Five mempersilakan para penonton untuk memilih karakter yang akan dimainkan, sehingga bot masih kesulitan untuk menyesuaikan diri.

"Terlihat bahwa mereka (tim OpenAI) memiliki reaksi yang jauh lebih cepat ketika sesuatu yang mengejutkan terjadi," kata David Farhi, seorang peneliti dengan OpenAI.

Ia mengatakan bahwa ini mungkin menjadi salah satu keuntungan yang dimiliki bot atas tim manusia.

Kendati demikian hasil pertandingan ini masih dianggap cukup sukses untuk tim kecerdasan buatan. OpenAI sendiri adalah sebuah organisasi nirlaba yang didirikan oleh Elon Musk dan Sam Altman.

Pengembangan kecerdasan buatan oleh organisasi ini menggunakan jaringan netral dan pembelajaran mesin sehingga bot bisa mengajar dirinya sendiri dalam bermain Dota 2.

Tujuan dari OpenAI sendiri adalah mengembangkan tim kecerdasan buatan, untuk mengalahkan tim profesional Dota 2 di turnamen akbar "The International" tahun ini. Turnamen ini merupakan kompetisi Dota 2 terbesar di dunia yang diselenggarakan oleh Valve setiap tahunnya.

 



Close Ads X