Grab Bakal "Jodohkan" Penumpang dan Pengemudi Perempuan

Kompas.com - 23/04/2019, 07:07 WIB
Ket. Foto (Ki-Ka) - Bungsu Widowati, Area Head of Sales GrabFood Sulawesi & Kalimantan dan Pelatih Taekwondo, Budi Wahyuni, Wakil Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Prisia Nasution, Aktris dan Atlet Pencak Silat, dan Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia, saat berfoto bersama 100 mitra pengemudi Grab perempuan di sebuah acara di Jakarta, (22/4/2019). GrabKet. Foto (Ki-Ka) - Bungsu Widowati, Area Head of Sales GrabFood Sulawesi & Kalimantan dan Pelatih Taekwondo, Budi Wahyuni, Wakil Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Prisia Nasution, Aktris dan Atlet Pencak Silat, dan Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia, saat berfoto bersama 100 mitra pengemudi Grab perempuan di sebuah acara di Jakarta, (22/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Grab memiliki rencana untuk membuat suatu sistem yang"menjodohkan" penumpang perempuan dengan mitra pengemudi Grab perempuan pula. Sistem ini rencananya bakal diterapkan Grab mulai kuartal II-2019.

Hal itu disampaikan oleh Neneng Goenadi selaku Managing Director Grab Indonesia, dalam acara jumpa media di Jakarta, Senin (22/4/2019).

"Jadi, sebisa mungkin kami (akan) menghubungkan driver perempuan kalo misalnya ada penumpang perempuan, kalau ada suplainya (mitra pengemudi perempuan)," ujar Neneng.

Sistem ini sendiri diboyong Grab demi mengurangi pelaku kejahatan seksual terhadap perempuan yang bisa terjadi di manapun, tak terkecuali di platform Grab.

Neneng menambahkan, pencocokan antara pengemudi dan penumpang dari jenis kelamin ini sejatinya memang akan dilakukan secara sistem.

Baca juga: Pengguna Grab Bakal Wajib Selfie Sebelum Naik Kendaraan

Artinya, penumpang tidak bisa memilih pengemudinya atau pun sebaliknya.

Perlu dicatat, sistem ini sangat bergantung kepada ketersediaan pengemudi perempuan yang berada di sekitar area titik penjemputan pengguna.

Misalnya, jika penumpang perempuan berada di wilayah Jakarta Utara, sementara pengemudi perempuan hanya ada di Jakarta Selatan, maka ia tidak akan mendapatkan pengemudi perempuan.

Penumpang tersebut kemudian akan mendapatkan pengemudi yang terdekat di sekitar titik penjemputannya, yang belum tentu adalah perempuan.

Terkait ketersediaan pengemudi perempuan, Neneng menyebut mitra pengemudi Grab yang berjenis kelamin perempuan saat ini sudah lebih dari 1.000 pengemudi.

Baca juga: Dapat Investasi Rp 63 Triliun, Grab Klaim Jadi Decacorn Pertama di Asia Tenggara

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X