Penyebab Layanan Telepon dan SMS Telkomsel Sempat Terputus di Jayapura

Kompas.com - 02/09/2019, 16:39 WIB
Ilustrasi BTS Telkomsel IstimewaIlustrasi BTS Telkomsel
|
Editor Oik Yusuf

JAKARTA, KOMPAS.com - Operator seluler Telkomsel mengungkap penyebab putusnya jaringan telepon dan SMS di Jayapura pada minggu lalu, menyusul aksi demonstrasi besar-besaran di beberapa wilayah di papua.

Menurut Telkomsel, layanan telepon dan SMS tidak berfungsi secara normal karena sejumlah pemancar sinyal (BTS) yang mati. Sebabnya ada kabel optik yang terbakar.

"Jadi kemarin itu ada fiber optic yang terbakar, di darat, kurang lebih di Abepura," kata General Manager External Corporate Communication Telkomsel, Aldin Hasyim ditemui di kantor pusat Telkomsel, Senin (2/9/2019).

Baca juga: Perkembangan Terkini Kondisi Layanan Seluler di Papua

Kabel serat optik sebagai backbone jaringan telekomunikasi seluler, memang bukan hanya digelar di laut saja, namun juga di darat. Kabel-kabel ini yang menghubungkan jaringan antar BTS di darat.

Menurut Aldin, saat ini tinggal 2 persen saja BTS Telkomsel yang terputus. Pihak Telkomsel mengupayakan jaringan telepon dan SMS di Jayapura akan pulih sepenuhnya dalam 1 hingga 2 hari ke depan.

Di samping layanan telepon dan SMS, akses data internet Telkomsel di Papua masih masih diblokir dan menunggu kepastian dari Kementerian Komunikasi dan Informatika soal kapan boleh dibuka lagi.

Baca juga: Kominfo Blokir Penuh Akses Internet di Papua dan Papua Barat, Sampai Kapan?

Sebelumnya, layanan telepon dan SMS Telkomsel di Jayapura mengalami gangguan sejak Kamis (29/8/2019), namun berangsur pulih kembali pada akhir pekan lalu.

Gangguan itu terjadi sebagai imbas dari aksi massa yang terjadi di Jayapura. Dalam aksi itu, massa membakar Gedung Layanan TelkomGroup, termasuk kantor layanan atau GraPARI Telkomsel.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X