Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Alasan Biznet Terapkan FUP yang Batasi Kecepatan Internet Saat Kuota Habis

Kompas.com - 15/02/2024, 13:31 WIB
Galuh Putri Riyanto,
Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Penyedia layanan internet kabel Biznet, mulai menerapkan kebijakan batas pemakaian wajar (Fair Usage Policy atau FUP) kepada seluruh pelanggan Biznet Home dan Biznet Metronet.

Dengan kebijakan ini, jika kuota habis, kecepatan internet pengguna Biznet akan turun mulai dari 5 Mbps hingga 30 Mbps, tergantung paket yang dibeli.

Sebelumnya, layanan Biznet menawarkan internet tanpa batasan FUP setiap bulannya. Lantas, apa alasan Biznet akhirnya menerapkan kebijakan FUP?

Melalui situs resmi Biznet, Presiden Direktur Biznet Adi Kusma mengatakan bahwa alasan pihaknya menerapkan kebijakan FUP adalah untuk menangkal penyalahgunaan layanan internet perusahaan. Sebab, Biznet menemukan layanannya disalahgunakan dengan dijual kembali secara ilegal.

"Saat ini, kami menemukan adanya penyalahgunaan layanan Internet kami yang dijual kembali secara ilegal, yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia atau yang biasa dikenal sebagai RT/RW Net," kata Adi dikutip dari situs resmi Biznet, Kamis (15/2/2024).

Baca juga: Biznet Mulai Terapkan Kebijakan FUP Internet

Vice President Marketing Biznet Rian Surachman mengatakan, penyalahgunaan oleh oknum tersebut berpotensi merugikan pelanggan Biznet yang lain. Dampaknya bisa mengakibatkan koneksi internet secara keseluruhan menjadi terganggu.

"Oleh karena itu, untuk mencegah hal tersebut, pemberlakuan Kuota Internet (FUP) sangat diperlukan," kata Rian kepada KompasTekno.

Jadi dengan kata lain, tujuan diberlakukan kebijakan FUP internet ini adalah untuk memberikan pengalaman internet yang adil antara pengguna yang satu dengan pengguna lainnya.

"Sehingga, layanan yang digunakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan internet masing-masing pelanggan," tulis Biznet di situsnya.

Rian menjelaskan, pemberlakukan FUP ini dibarengi dengan upgrade terhadap layanan Biznet, yakni memberikan kapasitas bandwidth lebih besar dengan harga tetap/sama.

"Bagi pelanggan setia kami, paket layanan yang lama (Biznet Home Internet 1C) akan otomatis ter-upgrade menjadi layanan yang baru (Biznet Home Internet 1D) selama masa aktif masih berlaku," kata Rian.

Sebelumnya, Biznet Home Internet 1C harga Rp 375.000 per bulan memiliki bandwidth 100 Mbps. Kini, pelanggan tersebut akan menikmati Biznet Home Internet 1D dengan harga sama, tapi bandwidth-nya ditingkatkan menjadi 150 Mbps.

Baca juga: Biznet, First Media, IndiHome, MyRepublic: Internet Mana Paling Kencang?

Kecepatan jadi 5-30 Mbps setelah kuota habis

Kuota Internet yang diberikan, kata Rian, sudah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelanggan sesuai paket yang mereka pilih. Misalnya untuk pelanggan Biznet Home Internet 1D memiliki kuota 4.000 GB per bulan.

Biznet juga memiliki paket lain dengan besaran kuota beragam. Misalnya, ada paket Biznet Home Internet 0D dengan bandwidth 50 Mbps, harga Rp 250.000 per bulan, mendapatkan kuota 1.500 GB.

Kemudian, paket Biznet Home Internet 2D 250 Mbps Rp 575.000, mendapatkan kuota 8.000 GB. Terakhir, paket Biznet Home Gamers 3D 300 Mbps Rp 700.000, memiliki kuota 10.000 GB.

Nah, ketika jatah kuota bulanan habis, maka pelanggan telah mencapai batas pemakaian wajar (Fair Usage Policy atau FUP). Dengan begitu, kecepatan internet akan turun ke 5 Mbps hingga 30 Mbps, tergantung paket yang dibeli. Berikut rinciannya.

Nama paket Bandwidth Harga Kuota Bandwitdh setelah kuota habis
Biznet Home Internet 0D 50 Mbps Rp 250.000 1.500 GB 5 Mbps
Biznet Home Internet 1D 150 Mbps Rp 375.000 4.000 GB 15 Mbps
Biznet Home Internet 2D 250 Mbps Rp 575.000 8.000 GB 25 Mbps
Biznet Home Gamers 3D 300 Mbps Rp 700.000 10.000 GB 30 Mbps

Selain layanan inernet rumahan, Biznet juga memasang kebijakan FUP untuk pelanggan bisnis atau kantoran.

Paket termurah Biznet Metronet 1D di zona 1 kini menawarkan memiliki FUP atau kuota sebesar 6.500 GB dengan kecepatan 50 Mbps. Paket itu dibanderol seharga RP 1.000.000 per bulan. Ketika kuotanya habis, maka kecepatannya diturunkan menjadi 8 Mbps.

Baca juga: Biznet Klaim Layanan Internetnya Jangkau Lebih dari 180 Kota di Indonesia

Kuota 1.500 GB dipakai untuk apa saja?

Gambaran penggunaan kuota 1.500 GB untuk pelanggan Biznet.Biznet Gambaran penggunaan kuota 1.500 GB untuk pelanggan Biznet.
Biznet memberikan gambaran penggunaan kuota 1.500 GB pada paket Biznet Home Internet 0D.

Dengan 1.500 GB atau 1.500.000 MB per bulan, pelanggan bisa mengunduh 375.000 lagu di Spotify, atau bermain game online selama 18.750 jam, atau scrolling Instagram selama 15.000 jam, atau melakukan Zoom meeting selama 3.000 jam, atau streaming YouTube, Netflix dkk dalam resolusi HD selama 600 jam.

Dengan perkiraan di atas, Biznet meyakini, kuota yang diberikan tersebut sudah lebih dari cukup untuk pemakaian selama satu bulan untuk seluruh anggota keluarga. Pasalnya berdasarkan data, rata-rata penggunaan kuota internet untuk 1 orang/perangkat adalah sebesar 75-100 GB per bulan.

"Biznet menghadirkan layanan yang memiliki kuota mulai dari 1.500 GB, sehingga kamu tidak perlu khawatir untuk melakukan aktivitas digital karena kuota tersebut sudah lebih dari cukup untuk pemakaian selama satu bulan untuk seluruh anggota keluarga," tulis Biznet.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kacamata Pintar Meta 'Ray-Ban' Sudah Bisa Dipakai Video Call WhatsApp

Kacamata Pintar Meta "Ray-Ban" Sudah Bisa Dipakai Video Call WhatsApp

Gadget
Tanggal Rilis Game terbaru Hoyoverse Bocor di App Store

Tanggal Rilis Game terbaru Hoyoverse Bocor di App Store

Game
Revisi UU Penyiaran, KPI Bisa Awasi Konten Netflix dan Layanan Sejenis

Revisi UU Penyiaran, KPI Bisa Awasi Konten Netflix dan Layanan Sejenis

e-Business
Revisi UU Penyiaran Digodok, Platform Digital Akan Diawasi KPI

Revisi UU Penyiaran Digodok, Platform Digital Akan Diawasi KPI

Internet
Arti Kata NT, Bahasa Gaul yang Sering Dipakai di Medsos dan Game

Arti Kata NT, Bahasa Gaul yang Sering Dipakai di Medsos dan Game

Internet
Profil Lee Jae-Yong, Bos Besar Samsung yang Jadi Orang Terkaya di Korea Selatan

Profil Lee Jae-Yong, Bos Besar Samsung yang Jadi Orang Terkaya di Korea Selatan

e-Business
Tablet Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2024 Resmi di Indonesia, Ini Harganya

Tablet Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2024 Resmi di Indonesia, Ini Harganya

Gadget
WhatsApp Dituduh Bocorkan Informasi Warga Palestina ke Israel, Ini Faktanya

WhatsApp Dituduh Bocorkan Informasi Warga Palestina ke Israel, Ini Faktanya

Internet
Cara Mengaktifkan eSIM Telkomsel di HP Android dan iPhone

Cara Mengaktifkan eSIM Telkomsel di HP Android dan iPhone

e-Business
Razer Perkenalkan Kishi Ultra, Controller Game dengan 'Sensa HD Haptics'

Razer Perkenalkan Kishi Ultra, Controller Game dengan "Sensa HD Haptics"

Gadget
10 Cara Menghilangkan Iklan di HP Tanpa Aplikasi Tambahan, Mudah dan Praktis

10 Cara Menghilangkan Iklan di HP Tanpa Aplikasi Tambahan, Mudah dan Praktis

Gadget
Rawan Rusak, Aksesori FineWoven iPhone dan Apple Watch Dihentikan?

Rawan Rusak, Aksesori FineWoven iPhone dan Apple Watch Dihentikan?

Gadget
Fitur Penerjemah Kalimat Instan Pakai  'Circle to Search' Sudah Bisa Dicoba di Indonesia

Fitur Penerjemah Kalimat Instan Pakai "Circle to Search" Sudah Bisa Dicoba di Indonesia

Software
Triwulan I-2024, Transaksi Judi Online di Indonesia Tembus Rp 100 Triliun

Triwulan I-2024, Transaksi Judi Online di Indonesia Tembus Rp 100 Triliun

e-Business
Polres Jakarta Selatan Tangkap Mantan Atlet E-sports Terkait Kasus Narkoba

Polres Jakarta Selatan Tangkap Mantan Atlet E-sports Terkait Kasus Narkoba

Game
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com