Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kominfo Sebut Game Bermuatan Kekerasan Bisa Diblokir

Kompas.com - 17/04/2024, 18:31 WIB
Oik Yusuf,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

Seto menambahkan, anak membutuhkan rangsangan positif selama masa pertumbuhan dan perkembangan. Karakter baik seperti berakhlak mulia dan sikap gotong royong sebenarnya bisa ditumbuhkan dari konten yang dikonsumsi.

"Bisa dari buku, lagu, tayangan televisi, dan game. Celakanya, jika konten-konten tersebut memiliki unsur kekerasan, yang tumbuh pada anak-anak bukan karakter yang positif," ujar Seto dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Jumat (12/4/2024).

Peranan orang tua diperlukan untuk menjaga anak

Psikolog Stenny Prawitasari mengatakan unsur pertempuran seperti yang terdapat pada game online battle royale memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan mental dan emosional anak-anak.

Dalam lingkungan game battle royale yang kompetitif, anak-anak bisa menjadi lebih rentan terhadap perilaku agresif, seperti berkata kasar atau mengekspresikankemarahan saat kalah dalam permainan.

Game dimaksud juga mengandung adegan kekerasan yang intens, termasuk adegan pertempuran dan penggunaan senjata.

Baca juga: Babak Baru Perang Kecerdasan Buatan: Bard Menjawab Tantangan ChatGPT

"Bermain game semacam ini secara berulang dapat membuat anak-anak menjadi desensitisasi (mengalami penurunan kepekaan) terhadap kekerasan, di mana mereka mungkin menjadi kurang peka terhadap konsekuensi nyata dari tindakan kekerasan," tutur Stenny.

Stenny menambahkan bahwa, selain pemerintah, peran orang tua juga sangat vital dalam menjaga kesehatan mental anak-anak dalam bermain game online. Sebab itu, orang tua perlu terlibat dalam memantau dan mengatur waktu anak bermain game.

"Dengan kerja sama antara pemerintah yang lebih tegas dalam regulasi dan peran aktif orang tua dalam mendidik anak-anak tentang penggunaan game daring yang bertanggung jawab, diharapkan dapat diciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi perkembangan anak-anak di era digital ini," tandasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com