Gunung Slamet Siaga, RSUD Slawi Siapkan Tim

DOK KOMPAS/HINDARYOEN NTS

Gunung Slamet

SLAWI, KOMPAS.com - Seiring dengan meningkatnya aktivitas Gunung Slamet di Jawa Tengah, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dokter Soeselo Slawi menyiapkan Tim Brigade Siaga Bencana. Hal tersebut untuk mengantisipasi kebutuhan medis bagi warga apabila terjadi bencana.

Ketua Tim Mobile Brigade Siaga Bencana RSUD dokter Soeselo Slawi, Bambang Susiswo, Minggu (26/4) mengatakan, persiapan meliputi tenaga medis dan sarana prasarana kesehatan. Selain di rumah sakit, juga disiapkan tenaga yang bertugas di luar.

Menurut dia, secara umum tim brigade siaga bencana siap menolong warga, apabila terjadi bencana akibat kenaikan aktivitas Gunung Slamet. "Yang jelas di UGD ada 14 orang. Kalau tim mobile terdiri dari perawat, dokter, dan ambulance," ujarnya.

Apabila terjadi kekurangan tenaga untuk menangani masyarakat di lokasi kejadian, pihaknya akan mengambilkan tenaga dari rumah sakit, yang kebetulan saat itu sedang piket. "Secara prinsip, kalau kurang tenaga akan ambil tenaga dari dalam," katanya.

Bambang mengatakan, sebenarnya pembentukan tim brigade siaga bencana sudah berlangsung sejak sekitar dua tahun lalu. Tim tersebut bertugas untuk menghadapi bencana, baik yang terjadi di dalam rumah sakit maupun di luar rumah sakit. Meskipun demikian, seiring dengan kenaikan aktifitas Gunung Slamet, keberadaan tim semakin dimantapkan.  

 

Masih Siaga

Sementara itu hingga hari Minggu, status Gunung Api Slamet masih dinyatakan siaga. Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Sukedi mengatakan, aktifitas gunung pada hari Minggu juga relatif sama dengan hari sebelumnya.

Sejak pukul 00.00 hingga 06.00, terjadi 80 kali letusan lava pijar. Sementara berdasarkan data pada Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, jumlah letusan lava pijar yang terjadi sehari sebelumnya mencapai 42 kali. "Gempa saat ini juga masih ada," kata Sukedi.

Hingga saat ini, petugas masih mengamati secara intensif, dengan memantau perkembangan aktivitas gunung dari waktu ke waktu. Kegiatan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian juga masih nomal.

Sukedi meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tetap menjalankan aktifitas sehari-hari seperti bisa. Meskipun demikian apabila terjadi letusan abu, ia meminta warga untuk segera mengenakan masker.

Editor:

 

TERBARU
e-Business
Minggu, 21 Desember 2014 13.11 WIB
Menyamar Jadi Buruh, Ungkap "Borok" Pabrik Apple
Internet
Minggu, 21 Desember 2014 11.27 WIB
Telkomsel Buka GraPARI Terbesar Se-Jakarta
Gadget
Minggu, 21 Desember 2014 08.02 WIB
Harga Cetak Foto Kamera Instan ini Cuma Rp 37
Internet
Minggu, 21 Desember 2014 07.28 WIB
FBI Resmi Sebut Korut Dalangi Peretasan Sony Pictures
Gadget
Sabtu, 20 Desember 2014 17.09 WIB
Color OS Punya Banyak Tema Menarik
TERPOPULER
Selasa, 16 Desember 2014 10.46 WIB
Ramalan Steve Jobs Tahun 1985 Kini Jadi Kenyataan
Minggu, 14 Desember 2014 15.39 WIB
Jangan Klik "Cewek Mabuk" di Facebook, Bisa Bikin Malu
Minggu, 14 Desember 2014 16.18 WIB
Kena Godaan "Gadis Mabuk" di Facebook, Ini Penangkalnya
Jumat, 19 Desember 2014 11.23 WIB
Adegan Film Tewasnya "Kim Jong Un" Beredar di YouTube
Jumat, 19 Desember 2014 14.11 WIB
Video Jeritan Saat Turbulensi Beredar di YouTube
Kamis, 18 Desember 2014 15.52 WIB
Cara Beli Aplikasi Android dengan Potong Pulsa