U19 banner dropdown

Gunung Slamet Siaga, RSUD Slawi Siapkan Tim

DOK KOMPAS/HINDARYOEN NTS

Gunung Slamet

SLAWI, KOMPAS.com - Seiring dengan meningkatnya aktivitas Gunung Slamet di Jawa Tengah, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dokter Soeselo Slawi menyiapkan Tim Brigade Siaga Bencana. Hal tersebut untuk mengantisipasi kebutuhan medis bagi warga apabila terjadi bencana.

Ketua Tim Mobile Brigade Siaga Bencana RSUD dokter Soeselo Slawi, Bambang Susiswo, Minggu (26/4) mengatakan, persiapan meliputi tenaga medis dan sarana prasarana kesehatan. Selain di rumah sakit, juga disiapkan tenaga yang bertugas di luar.

Menurut dia, secara umum tim brigade siaga bencana siap menolong warga, apabila terjadi bencana akibat kenaikan aktivitas Gunung Slamet. "Yang jelas di UGD ada 14 orang. Kalau tim mobile terdiri dari perawat, dokter, dan ambulance," ujarnya.

Apabila terjadi kekurangan tenaga untuk menangani masyarakat di lokasi kejadian, pihaknya akan mengambilkan tenaga dari rumah sakit, yang kebetulan saat itu sedang piket. "Secara prinsip, kalau kurang tenaga akan ambil tenaga dari dalam," katanya.

Bambang mengatakan, sebenarnya pembentukan tim brigade siaga bencana sudah berlangsung sejak sekitar dua tahun lalu. Tim tersebut bertugas untuk menghadapi bencana, baik yang terjadi di dalam rumah sakit maupun di luar rumah sakit. Meskipun demikian, seiring dengan kenaikan aktifitas Gunung Slamet, keberadaan tim semakin dimantapkan.  

 

Masih Siaga

Sementara itu hingga hari Minggu, status Gunung Api Slamet masih dinyatakan siaga. Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Sukedi mengatakan, aktifitas gunung pada hari Minggu juga relatif sama dengan hari sebelumnya.

Sejak pukul 00.00 hingga 06.00, terjadi 80 kali letusan lava pijar. Sementara berdasarkan data pada Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, jumlah letusan lava pijar yang terjadi sehari sebelumnya mencapai 42 kali. "Gempa saat ini juga masih ada," kata Sukedi.

Hingga saat ini, petugas masih mengamati secara intensif, dengan memantau perkembangan aktivitas gunung dari waktu ke waktu. Kegiatan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian juga masih nomal.

Sukedi meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tetap menjalankan aktifitas sehari-hari seperti bisa. Meskipun demikian apabila terjadi letusan abu, ia meminta warga untuk segera mengenakan masker.

Editor:

 

TERBARU
e-Business
Rabu, 22 Oktober 2014 17.37 WIB
Menkominfo Baru Diumumkan Malam Ini?
Gadget
e-Business
Rabu, 22 Oktober 2014 16.12 WIB
Tokopedia Dapat Kucuran Dana Rp 1,2 Triliun
Gadget
Rabu, 22 Oktober 2014 15.45 WIB
24 Oktober, Galaxy Note 4 Beredar di Indonesia
Gadget
Rabu, 22 Oktober 2014 15.36 WIB
Ini Harga Trio Sony Xperia Z3 di Indonesia
TERPOPULER
Kamis, 16 Oktober 2014 12.58 WIB
Wajah Jokowi di Majalah "Time" Bikin Heboh Medsos
Senin, 20 Oktober 2014 17.10 WIB
Diprotes, Bolt Ubah Paket Langganan Internet
Kamis, 16 Oktober 2014 06.00 WIB
Google Akhirnya Ungkap Nama Android 5.0
Jumat, 17 Oktober 2014 06.06 WIB
Apple Rilis Tablet Super Tipis, iPad Air 2
Senin, 20 Oktober 2014 13.26 WIB
"Netizen" Sambut Presiden Jokowi dengan Aneka Kartun
Kamis, 16 Oktober 2014 10.31 WIB
Apa Istimewanya Android 5.0 Lollipop?
Senin, 20 Oktober 2014 11.02 WIB
Becak Terguling, iPhone 6 Terbakar
Rabu, 22 Oktober 2014 10.21 WIB
Kiprah "Smartphone" Nokia Resmi Berakhir