Pemerintah Siapkan Insentif buat Mobil Kecil dan Irit BBM

Dibaca:
Komentar :
Kompas.com/Zulkifli BJ

Mobil kecil denga harga terjangkau masih jadi impian mayoritas masyarakat Indonesia. Sayang, realisasinya tak kunjung datang.

JAKARTA, KOMPAS.com — Di kawasan ASEAN, Indonesia selalu bersaing dengan Thailand sebagai negara tujuan investasi utama. Sayang, negara tercinta ini lebih banyak kalah ketimbang menang.

Untuk menstimulasi investasi prinsipal otomotif dunia agar memilih Indonesia sebagai basis produksi mobil kecil yang ramah lingkungan (small car and eco car), insentif baru tengah disiapkan.

Pemerintah saat ini tengah mengkaji penghapusan pajak pertambahan nilai barang mewah (PPnBM) untuk mobil kecil bermesin 1.000-1.500 cc.

"Ada kemungkinan
PPnBM mobil kecil dihapus atau diturunkan. Kami masih mengkaji masalah ini. Mobil ber-cc (berkapasitas mesin) kecil dibutuhkan masyarakat sehingga bisa saja dibebaskan dari PPnBM. Namun sekali lagi, ini masih dikaji," ujar Dirjen Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian (Depperin) Budi Darmadi di Jakarta, Selasa (29/9).

Turunkan harga. Meski tak menjelaskan secara spesifik, jika insentif ini bisa dijalankan, maka harga jual mobil kecil di dalam negeri akan turun. Bayangkan kalau saat ini mobil penumpang termurah yang ada di Indonesia adalah city car Chery QQ berkapasitas mesin 850cc, yang dibanderol Rp 70 juta per unit.

Nah, kalau saat ini multi purpose vehicle (MPV) dikenakan PPnBM 10 persen, maka saat diterapkan nanti, Cherry QQ akan bisa dijual lebih murah lagi.

Penghapusan PPnBM dilakukan menyusul rampungnya format (draf) kategorisasi produk mobil murah dan ramah lingkungan oleh Depperin. Ini nantinya akan menjadi acuan industri otomotif untuk memproduksi mobil berlabel murah dan irit bahan bakar di dalam negeri.

Direktur Industri Alat Transportasi Darat dan Kedirgantaraan Depperin Panggah Susanto pernah menjelaskan, dalam perumusan draf, ada beberapa kriteria utama mobil murah dan hemat energi yang harus dipenuhi.

Pertama, mobil itu mengonsumsi bahan bakar 22 km/liter (untuk bensin). Kedua, mobil ini harus mengusung mesin di bawah 1.400 cc. “Terakhir (ketiga), harga yang ditawarkan harus berkisar di level Rp 70 juta ke bawah,” jelas dia.

Sebelumnya, Depperin juga sudah telah mengusulkan penurunan bea masuk (BM) kendaraan terurai tak lengkap atau incompletely knock down (IKD) dari posisi saat ini 5-15 persen menjadi 0-7,5 persen.

Beberapa poin Draf Mobil Murah dan Ramah Lingkungan (tentatif)

Kapasitas mesin
Di bawah 1.400 cc
Konsumsi bahan bakar
22 km/liter
Harga
Di bawah Rp 70 juta
Insentif pendukung
PPnBM 0 persen
Penurunan BM IKD
0-7,5 persen

Sumber: Departemen Perindustrian

 

Editor:

 

TERBARU
Internet
Rabu, 23 April 2014 17.19 WIB
Game "The Raid II" Berhadiah Xbox One
Software
Rabu, 23 April 2014 16.27 WIB
Microsoft Siapkan Windows di "Awan"?
Internet
Rabu, 23 April 2014 16.20 WIB
Menghindari Kemacetan dengan Belanja Online?
Gadget
e-Business
Rabu, 23 April 2014 14.31 WIB
Google Bersedia Urunan Bayar Denda Samsung
TERPOPULER
Senin, 21 April 2014 12.46 WIB
Ini Cara "Nge-charge" Smartphone yang Benar
Jumat, 18 April 2014 19.06 WIB
Tips Membersihkan File Sampah di Android
Minggu, 20 April 2014 20.08 WIB
Inilah "Software" Anti-sadap yang Dipakai Snowden
Senin, 21 April 2014 14.39 WIB
Internet Indonesia Ketiga Terpelan di ASEAN
Kamis, 17 April 2014 08.10 WIB
Dijual Rp 17 Juta, Google Glass Ludes
Selasa, 22 April 2014 16.26 WIB
Telkomsel Bakal Jual Google Glass, Harganya?
Sabtu, 19 April 2014 19.23 WIB
7 Mitos soal Celah Internet "Heartbleed"