U19 banner dropdown

Ponsel Bisa Mainkan Game Augmented Reality

KOMPAS/BAMBANG SIGAP SUMANTRI

Michelle Segal, staf Direktur Pengembangan Bisnis Qualcomm, memegang telepon seluler yang memperlihatkan game augmented reality kepada para editor yang mengerumuninya, Rabu (18/8).

SAN DIEGO, KOMPAS.com - Loncatan teknologi chipsets benar-benar tak terduga. Beberapa waktu yang lalu, Kompas menulis aplikasi augmented reality sampai tahun ini hanya bisa dinikmati melalui PC atau notebook yang yang mempunyai kamera (webcam).

Namun, Rabu (18/8), di San Diego, Amerika Serikat, Qualcomm mendemonstrasikan telepon seluler HTC Desire sudah bisa dipakai untuk memutar game augmented reality (AR). Aplikasi AR yang bisa dimainkan di telepon seluler sekarang ini umumnya bukan untuk memutar game. Biasanya untuk “menembak” bangunan atau restoran yang berdasarkan GPS akan memunculkan data tentang harga atau menu favorit. Misalnya, aplikasi Layar yang sudah bisa diunduh di ponsel secara gratis. 

“Ya, sekarang ini pemakaian AR makin populer. Awalnya untuk keperluan militer, sekarang untuk keperluan yang bersifat instruksional, navigasi, media dan iklan, jaringan sosial dan kini makin banyak untuk game,” kata Direktur Pengembangan Bisnis Qualcomm, Jay Wright, di San Diego.

Guna merayakan ulang tahun yang ke-25, perusahaan pembuat chipsets wireless industry (chipset telepon seluler), Qualcomm mengundang sekitar 30 editor multimedia dari seluruh dunia untuk mengunjungi markas besar mereka di California. Wartawan Kompas Bambang Sigap Sumantri dari San Diego melaporkan, salah satu presentasi yang menarik para editor ketika Jay mendemonstrasikan penggunaan ponsel memainkan game AR boneka produk perusahaan mainan Mattel.

Di sebuah ruangan, Jay menggelar sebuah kertas bergambar boneka Mattel. Setelah mengunduh aplikasi AR, ponsel berkamera HTC itu didekatkan, dengan sebuah klik di salah satu tombol, layar ponsel akan muncul video boneka Mattel yang bisa digerakkan sesuka pengguna ponsel.

AR atau aplikasi yang diperluas, juga sudah dipakai Kompas untuk keperluan redaksi maupun iklan. Penerapan Teknologi AR inin merupakan upaya Kompas selalu mengadopsi perkembangan teknilogi informasi paling mutakhir. Untuk saat ini, penerapan AR di Kompas masih terbatas melalui PC atau notebook yang berkamera.

Editor: Heru Margianto

 

TERBARU
Software
Jumat, 19 September 2014 08.09 WIB
BBM Money Datangi Android dan iOS
Internet
Kamis, 18 September 2014 20.08 WIB
Cara Ubah Suhu Jadi Celcius di Path Android
e-Business
Kamis, 18 September 2014 17.07 WIB
"Jual Cepat" Redmi 1S Dikeluhkan Lelet, Ini Kata Lazada
Gadget
Kamis, 18 September 2014 16.24 WIB
Apple Watch Termahal Dijual Rp 60 Juta?
Gadget
Kamis, 18 September 2014 16.06 WIB
Apple Luncurkan iPad Baru Bulan Depan?
TERPOPULER
Sabtu, 13 September 2014 15.59 WIB
Membandingkan iPhone 6 dengan Galaxy S5
Jumat, 12 September 2014 14.26 WIB
Fitur "Tak Terungkap" di Galaxy Note 4
Rabu, 17 September 2014 17.16 WIB
Galaxy Note 4 dan Edge "Mendarat" di Jakarta
Senin, 15 September 2014 15.38 WIB
Begini Cara Intel "Buang" Kabel dari Monitor
Selasa, 16 September 2014 07.32 WIB
Android One Meluncur di India, Indonesia Berikutnya
Jumat, 12 September 2014 09.12 WIB
Stephen Hawking: Saya Intel Inside
Senin, 15 September 2014 09.17 WIB
Samsung: iPhone 6 Plus "Terinspirasi" Galaxy Note