Sriti, Pesawat Bikinan Anak Negeri

JAKARTA, KOMPAS.com — Sriti, pesawat tanpa awak hasil ciptaan putra Indonesia, diperkenalkan pada R&D Ritech Expo 2010, Sabtu (21/8/2010). Menurut Teguh, salah seorang engineer dari BPPT, Sriti adalah pesawat kelima yang telah dibuat BPPT.

"Ini pengembangan yang kelima. Sebelumnya ada Pelatuk, Wulung, Gagak, dan Alap-alap. Namun, walaupun sudah lima pesawat yang diciptakan, baru Sriti yang akan diberdayagunakan oleh pemerintah. Belum ada yang dipakai, baru Sriti ini yang rencananya akan dipakai pemerintah," ujar Armanto, salah seorang engineer lainnya.

Rencananya, pada bulan November nanti, Sriti akan digunakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk pengawasan zona laut terluar Indonesia. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi lagi penerobosan oleh kapal-kapal asing.

"Kita akan bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk pengawasan laut terluar Indonesia," ujar Armanto lebih lanjut.

Sriti berbahan bakar metanol seperti yang dipakai di pesawat aeromodelling. Jarak pengendalian maksimum Sriti adalah 45 km. Pengendalian pesawat menggunakan ground control station (GCS).

GCS terdiri dari remote control yang digunakan saat lepas landas dan mendarat. Saat di udara, Sriti bergerak autonomus, sesuai titik-titik yang telah ditentukan di komputer. Pergerakan pesawat ini menggunakan perangkat lunak Dynamic c# dengan prosesor Rabbit 4000 yang telah dikembangkan oleh tim BPPT.

 

TERBARU
Gadget
e-Business
Sabtu, 23 Mei 2015 17.38 WIB
BlackBerry Bakal Pangkas Karyawan Lagi
Hardware
Sabtu, 23 Mei 2015 12.55 WIB
Uber Uji Mobil Tanpa Supir
Gadget
Sabtu, 23 Mei 2015 10.23 WIB
Menkominfo Ingin Ponsel 4G Rp 400.000-an