Gerindra Larang Anggota ke Amerika


Jakarta, Kompas - Partai Gerakan Indonesia Raya melarang dua anggotanya di Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat, Sumarjati Arjoso dan Sadar Subagyo, mengikuti studi banding DPR ke Eropa dan Amerika Serikat.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, Minggu (20/3) di Jakarta, mengakui, Gerindra melarang anggotanya di Komisi XI DPR mengikuti studi banding DPR ke Eropa dan Amerika Serikat (AS). Komisi XI DPR, yang membidangi masalah keuangan, Sabtu lalu berangkat ke sejumlah negara di Eropa dan AS. Mereka akan studi banding tentang Undang-Undang (UU) Akuntan Publik serta revisi UU Tindak Pidana Pencucian Uang dan Transfer Dana. Studi banding ini juga untuk keperluan penyusunan Rancangan UU tentang Jaring Pengaman Sektor Keuangan.

”Menurut Gerindra, studi banding itu tidak perlu sebab semua informasi dan bahan yang diperlukan bisa didapatkan di dalam negeri. Jadi, untuk apa,” kata Fadli lagi.

Diakui Fadli, rombongan Komisi XI DPR sudah meninggalkan Tanah Air dan anggota dari Gerindra patuh pada larangan dari partainya. ”Hanya anggota dari Gerindra yang tidak berangkat,” ujarnya.

Ketua Umum Gerindra Suhardi menambahkan, sebenarnya lebih efisien kalau Dewan mendatangkan pakar ke Jakarta dan berdiskusi dengan anggota Komisi XI DPR. ”Ini saatnya bekerja dan bukan belajar. Gerindra meminta kadernya jangan jalan-jalan, tetapi lebih turun ke bawah,” katanya lagi.

Menurut Suhardi, studi banding di AS selama empat hari tidak akan efektif. ”Apa yang bisa diperoleh selama empat hari itu,” kata Guru Besar Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, tersebut.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi XI DPR Achsanul Qosasi (Fraksi Partai Demokrat), menjelaskan, jadwal kunjungan Panitia Kerja Rancangan UU Akuntan Publik dari Komisi XI DPR ke AS adalah tiba pada Senin ini. Hari Selasa besok mereka akan berkunjung ke American Institute of Certified Public Accountants (AICPA). Sore harinya, mereka dijadwalkan menghadiri pertemuan dengan Government Accountability Office AS. Hari Rabu berikutnya, anggota Komisi XI DPR dijadwalkan bertemu dengan Parlemen AS. Kamis, mereka akan bertemu dengan Public Company Accounting Oversight Board (PCAOB). Malamnya ke Kedutaan Besar Indonesia di AS dan bertemu dengan Atase Ekonomi. Hari Jumat rombongan dijadwalkan kembali ke Indonesia. Perjalanan ke Eropa, khususnya Inggris akan dijadwalkan kemudian. Kunjungan itu juga berkaitan dengan rencana International Financial Reporting Standard yang akan diselenggarakan di Indonesia pada 2012. (edn)

Editor:

 

TERBARU
e-Business
Sabtu, 31 Januari 2015 15.17 WIB
Google Setahun "Terhapus" Apple Tiga Bulan
Gadget
Software
Sabtu, 31 Januari 2015 11.08 WIB
Oxygen, OS Buatan OnePlus
Software
Sabtu, 31 Januari 2015 09.12 WIB
Game Catur Terkecil, Ukurannya Cuma 487 Byte
e-Business
Jumat, 30 Januari 2015 20.21 WIB
"Aneh, Sistem Komputer QZ8501 Dimatikan Bersamaan"
TERPOPULER
Jumat, 30 Januari 2015 15.25 WIB
Sistem Komputer QZ8501 Dimatikan Sebelum Jatuh
Rabu, 28 Januari 2015 17.02 WIB
Steve Jobs, Ramalanmu Kali Ini Meleset
Jumat, 30 Januari 2015 20.21 WIB
"Aneh, Sistem Komputer QZ8501 Dimatikan Bersamaan"
Senin, 26 Januari 2015 11.24 WIB
Situs Berniaga.com Resmi Ditutup
Rabu, 28 Januari 2015 09.03 WIB
Bos Google Ramalkan "Kemusnahan" Internet
Selasa, 27 Januari 2015 15.36 WIB
Facebook Tumbang karena Serbuan "Kadal"?
Minggu, 25 Januari 2015 13.14 WIB
Asus ZenFone 2 Ada Versi Mini?