Sabtu, 18 Mei 2013
Selamat Datang   |    Register   |  

Dua Ponsel Nokia Harga di Bawah Rp 300 Ribu

Dibaca:
Komentar :
NOKIA

Nokia 101 (kiri) dan Nokia 100 (kanan) bukti bahwa kontribusi ponsel low end buat Nokia cukup besar.

KOMPAS.COM - Usai menuntaskan pamer ponsel high end sebanyak tiga seri (Nokia 600, 700, dan 701) yang menandakan bahwa Nokia mulai memikirkan performa handset-nya, selanjutnya melirik segmen low end. Tren dual SIM card (GSM-GSM) yang sudah dilakukan pada empat seri sebelumnya tampaknya akan terus dijadikan sebagai basis ponsel kelas pemula ini. Lihat saja produk terbarunya, bernama Nokia 101. Sementara Nokia juga setia dengan segmen single SIM yang da[at dilihat pada seri Nokia 100.

Pemakaian warna-warna pop juga menjadi pilihan para desainer Nokia. Sekarang Nokia setidaknya lebih berani memilih warna biru atau merah, ketimbang warna umum macam hitam dan silver. demikian tampak terlihat pada ponsel features ini. Namun yang seru ikon-ikon menunya menggunakan desain milik Symbian Anna. Tentu tampak lebih keren.

"Kami menyadari bahwa milyaran orang memandang membeli ponsel seperti berinvestasi. Mereka mencari ponsel yang punya fitur hebat namun juga layak diandalkan," ujar Mary McDowell, Executive Vice President Nokia Mobile Phone. Yang dimaksud tak lain adalah kelompok masyarakat di negara berkembang.

"Kalau konsumen bisa menikmati layanan lokal yang relevan dengan kebutuhannya seperti Nokia Life Tools, mereka pasti akan merasakan menikmati pengalaman yang unik," lanjut McDowell. Seperti di India, layanan khusus Nokia Life Tools telah menjamur, demikian pula dengan layanan Nokia Money. Pengguna memperoleh informasi tentang layanan kesehatan, pendidikan, pertanian, dan beberapa lainnya dengan menggunakan ponsel Nokia low end.

Bicara tentang spesifikasinya, kedua Nokia baru ini sudah disiapkan untuk mampu menyimpan beragam data. Karenanya punya slot memory card untuk microSD sampai 16 GB. Radio FM adalah tambahan fitur selain pemutar musik.

Harus diakui, ponsel low end memberi kontribusi cukup baik bagi Nokia sendiri. Di saat ponsel Symbian-nya tengah termegap-megap. Symbian kalah oleh Android, tapi Nokia masih menjadi vendor yang mampu menjual ponsel terbanyak.

Harga tentulah menjadi perhatian para petinggi Nokia. Dulu ponsel Nokia dengan layar warna susah ditemui seharga Rp 300 ribuan. Sekarang? Nokia 101 yang dual SIM dibanderol sekitar Rp 300 ribu. Sementara Nokia 100 yang single SIM dihargai sekitar Rp 250 ribu. (*)

 

Editor: vaksiandra

 

TERBARU
Gadget
Sabtu, 18 Mei 2013 16.27 WIB
Juni, BlackBerry Q10 Meluncur di Indonesia
Software
Sabtu, 18 Mei 2013 14.54 WIB
Kiprah Perempuan Pemimpin Teknologi di Google
e-Business
Sabtu, 18 Mei 2013 14.32 WIB
Nintendo Mencari Untung dari Pengguna Video
Gadget
Sabtu, 18 Mei 2013 13.27 WIB
Seperti iPhone, iPad Juga Bisa BBM-an?
Internet
Sabtu, 18 Mei 2013 12.52 WIB
Napi Rusia Kalahkan Napi AS Lewat Skype
TERPOPULER
Kamis, 16 Mei 2013 11.48 WIB
BBM di Android dan iOS, Apa Guna BlackBerry?
Rabu, 15 Mei 2013 17.53 WIB
Kapan BBM Sambangi Android dan iPhone?
Kamis, 16 Mei 2013 17.58 WIB
Kesan Pertama Menjajal BlackBerry Q5
Jumat, 17 Mei 2013 17.19 WIB
Microsoft Ejek Google di Parodi Iklan Chrome
Rabu, 15 Mei 2013 15.03 WIB
Dua Xperia Harga "Sedang" Hadir di Indonesia
Jumat, 17 Mei 2013 16.00 WIB
Sitra Wimax Hentikan Layanan Internet
Kamis, 16 Mei 2013 11.21 WIB
Bill Gates Ingin seperti Steve Jobs
Rabu, 15 Mei 2013 12.09 WIB
Bos BlackBerry: Saatnya BBM Berdiri Sendiri
Kamis, 16 Mei 2013 13.39 WIB
Kapan BlackBerry Q5 Masuk Indonesia?