Dua Ponsel Nokia Harga di Bawah Rp 300 Ribu

Dibaca:
Komentar :
NOKIA

Nokia 101 (kiri) dan Nokia 100 (kanan) bukti bahwa kontribusi ponsel low end buat Nokia cukup besar.

KOMPAS.COM - Usai menuntaskan pamer ponsel high end sebanyak tiga seri (Nokia 600, 700, dan 701) yang menandakan bahwa Nokia mulai memikirkan performa handset-nya, selanjutnya melirik segmen low end. Tren dual SIM card (GSM-GSM) yang sudah dilakukan pada empat seri sebelumnya tampaknya akan terus dijadikan sebagai basis ponsel kelas pemula ini. Lihat saja produk terbarunya, bernama Nokia 101. Sementara Nokia juga setia dengan segmen single SIM yang da[at dilihat pada seri Nokia 100.

Pemakaian warna-warna pop juga menjadi pilihan para desainer Nokia. Sekarang Nokia setidaknya lebih berani memilih warna biru atau merah, ketimbang warna umum macam hitam dan silver. demikian tampak terlihat pada ponsel features ini. Namun yang seru ikon-ikon menunya menggunakan desain milik Symbian Anna. Tentu tampak lebih keren.

"Kami menyadari bahwa milyaran orang memandang membeli ponsel seperti berinvestasi. Mereka mencari ponsel yang punya fitur hebat namun juga layak diandalkan," ujar Mary McDowell, Executive Vice President Nokia Mobile Phone. Yang dimaksud tak lain adalah kelompok masyarakat di negara berkembang.

"Kalau konsumen bisa menikmati layanan lokal yang relevan dengan kebutuhannya seperti Nokia Life Tools, mereka pasti akan merasakan menikmati pengalaman yang unik," lanjut McDowell. Seperti di India, layanan khusus Nokia Life Tools telah menjamur, demikian pula dengan layanan Nokia Money. Pengguna memperoleh informasi tentang layanan kesehatan, pendidikan, pertanian, dan beberapa lainnya dengan menggunakan ponsel Nokia low end.

Bicara tentang spesifikasinya, kedua Nokia baru ini sudah disiapkan untuk mampu menyimpan beragam data. Karenanya punya slot memory card untuk microSD sampai 16 GB. Radio FM adalah tambahan fitur selain pemutar musik.

Harus diakui, ponsel low end memberi kontribusi cukup baik bagi Nokia sendiri. Di saat ponsel Symbian-nya tengah termegap-megap. Symbian kalah oleh Android, tapi Nokia masih menjadi vendor yang mampu menjual ponsel terbanyak.

Harga tentulah menjadi perhatian para petinggi Nokia. Dulu ponsel Nokia dengan layar warna susah ditemui seharga Rp 300 ribuan. Sekarang? Nokia 101 yang dual SIM dibanderol sekitar Rp 300 ribu. Sementara Nokia 100 yang single SIM dihargai sekitar Rp 250 ribu. (*)

 

Editor: vaksiandra

 

TERBARU
Internet
Jumat, 28 November 2014 21.12 WIB
Peretas Pamer File Rahasia Milik Sony Pictures
e-Business
Gadget
Jumat, 28 November 2014 15.17 WIB
Kamera Oppo R5 Pakai Lensa Bikinan Jerman
Software
Jumat, 28 November 2014 14.41 WIB
Developer Depok Berjaya di Startup Asia
Hardware
Jumat, 28 November 2014 14.00 WIB
Setelah 30 Tahun, Lenovo No 1 di Dunia dan Indonesia
TERPOPULER
Senin, 24 November 2014 08.12 WIB
Daftar Aplikasi Boros Baterai di Android
Selasa, 25 November 2014 17.44 WIB
Google Tunjuk Evercoss Garap Android One
Selasa, 25 November 2014 08.44 WIB
Sony Pictures Diretas dan Diperas
Senin, 24 November 2014 16.16 WIB
"Tongsis" Masuk 25 Penemuan Terbaik 2014
Jumat, 28 November 2014 08.03 WIB
Bos Xiaomi Curhat Soal Indonesia
Senin, 24 November 2014 07.43 WIB
Pengguna Internet Indonesia Nomor Enam Dunia
Senin, 24 November 2014 10.35 WIB
Ditemukan, Virus Komputer yang Beredar sejak 2008
Selasa, 25 November 2014 07.35 WIB
Bocoran Spesifikasi Tablet Xiaomi Rp 1 Jutaan
Kamis, 27 November 2014 10.14 WIB
Bos Twitter Indonesia Komentari "Buzzer" Bayaran