U19 banner dropdown

Dua Ponsel Nokia Harga di Bawah Rp 300 Ribu

Dibaca:
Komentar :
NOKIA

Nokia 101 (kiri) dan Nokia 100 (kanan) bukti bahwa kontribusi ponsel low end buat Nokia cukup besar.

KOMPAS.COM - Usai menuntaskan pamer ponsel high end sebanyak tiga seri (Nokia 600, 700, dan 701) yang menandakan bahwa Nokia mulai memikirkan performa handset-nya, selanjutnya melirik segmen low end. Tren dual SIM card (GSM-GSM) yang sudah dilakukan pada empat seri sebelumnya tampaknya akan terus dijadikan sebagai basis ponsel kelas pemula ini. Lihat saja produk terbarunya, bernama Nokia 101. Sementara Nokia juga setia dengan segmen single SIM yang da[at dilihat pada seri Nokia 100.

Pemakaian warna-warna pop juga menjadi pilihan para desainer Nokia. Sekarang Nokia setidaknya lebih berani memilih warna biru atau merah, ketimbang warna umum macam hitam dan silver. demikian tampak terlihat pada ponsel features ini. Namun yang seru ikon-ikon menunya menggunakan desain milik Symbian Anna. Tentu tampak lebih keren.

"Kami menyadari bahwa milyaran orang memandang membeli ponsel seperti berinvestasi. Mereka mencari ponsel yang punya fitur hebat namun juga layak diandalkan," ujar Mary McDowell, Executive Vice President Nokia Mobile Phone. Yang dimaksud tak lain adalah kelompok masyarakat di negara berkembang.

"Kalau konsumen bisa menikmati layanan lokal yang relevan dengan kebutuhannya seperti Nokia Life Tools, mereka pasti akan merasakan menikmati pengalaman yang unik," lanjut McDowell. Seperti di India, layanan khusus Nokia Life Tools telah menjamur, demikian pula dengan layanan Nokia Money. Pengguna memperoleh informasi tentang layanan kesehatan, pendidikan, pertanian, dan beberapa lainnya dengan menggunakan ponsel Nokia low end.

Bicara tentang spesifikasinya, kedua Nokia baru ini sudah disiapkan untuk mampu menyimpan beragam data. Karenanya punya slot memory card untuk microSD sampai 16 GB. Radio FM adalah tambahan fitur selain pemutar musik.

Harus diakui, ponsel low end memberi kontribusi cukup baik bagi Nokia sendiri. Di saat ponsel Symbian-nya tengah termegap-megap. Symbian kalah oleh Android, tapi Nokia masih menjadi vendor yang mampu menjual ponsel terbanyak.

Harga tentulah menjadi perhatian para petinggi Nokia. Dulu ponsel Nokia dengan layar warna susah ditemui seharga Rp 300 ribuan. Sekarang? Nokia 101 yang dual SIM dibanderol sekitar Rp 300 ribu. Sementara Nokia 100 yang single SIM dihargai sekitar Rp 250 ribu. (*)

 

Editor: vaksiandra

 

TERBARU
Software
Rabu, 1 Oktober 2014 10.39 WIB
Apa yang Baru di Windows 10?
Gadget
Rabu, 1 Oktober 2014 09.13 WIB
BlackBerry akan Terus Bikin Smartphone "Wow"
Gadget
Rabu, 1 Oktober 2014 07.33 WIB
Video Lucu Pamerkan Nokia "Anti Bengkok"
Software
Rabu, 1 Oktober 2014 06.31 WIB
Bukan Windows 9, Microsoft Resmikan Windows 10
e-Business
Selasa, 30 September 2014 16.44 WIB
Gabungan Karyawan 3 Raksasa TI Kalah dari Samsung
TERPOPULER
Jumat, 26 September 2014 15.00 WIB
Protes RUU Pilkada, "Netizen" Jadikan SBY Foto Guyonan
Kamis, 25 September 2014 09.49 WIB
Yuk, Ikut Petisi Cegah Internet Indonesia Mati Total
Jumat, 26 September 2014 11.47 WIB
#ShameOnYouSBY Jadi "Trending Topic" Dunia
Selasa, 30 September 2014 11.22 WIB
Penjelasan Twitter soal Hilangnya "ShameOnYouSBY"
Minggu, 28 September 2014 12.48 WIB
Benarkah Twitter Blokir #ShameOnYouSBY?
Selasa, 30 September 2014 13.36 WIB
Mulai Hari Ini, Tifatul Bukan Lagi Menkominfo
Rabu, 24 September 2014 12.21 WIB
Tiga iPhone 6 Melengkung Beredar di Internet
Kamis, 25 September 2014 08.28 WIB
Kirim Pesan BBM Bisa Lewat PC dan Tablet
Jumat, 26 September 2014 16.52 WIB
"Samsung Sudah Punya 'iPhone 6' Setahun Lalu"