Operator Seluler AS Akui Jual Data Pelanggan

SHUTTERSTOCK

Ilustrasi

KOMPAS.com - Hati-hati dengan operator seluler Anda. Data pelanggan seperti nama, jenis kelamin, umur, alamat, dan sebagainya, dapat dimanfaatkan untuk kepentingan perusahaan. Data tersebut bisa dijual kepada pihak ketiga untuk meraup keuntungan. Seperti yang diakui oleh operator seluler Verizon, data pelanggan mereka telah diberikan kepada pihak ketiga untuk kepentingan bisnis.

Verizon merupakan operator seluler, asal Amerika Serikat (AS), pertama di dunia yang mengakui bahwa mereka menjual data pelanggan, seperti nama, jenis kelamin, umur, dan alamat pelanggan untuk dijual kepada para pebisnis. Data-data tersebut berguna bagi pihak ketiga untuk melakukan analisis tentang usia, jenis kelamin, dan lokasi calon pelanggan mereka. Bahkan, Verizon bisa memberi laporan kepada pihak ketiga tentang kemana saja pelanggannya pergi, berdasarkan pelacakan jaringan ponsel.

Selain Verizon, Sprint juga mengakui menjual data pelanggan mereka kepada pihak ketiga. Sprint bahkan bisa menjual data alamat web yang selalu dikunjungi pengguna ponsel, hingga browser apa yang selalu digunakan. Informasi ini penting bagi pihak ketiga untuk menentukan website mana saja yang akan dipasang iklan.

Namun, menjual informasi pelanggan merupakan cara kuno yang tidak eksklusif. Brian Kennish, mantan teknisi Double Click yang mengembangkan server iklan jaringan nirkabel menyatakan bahwa perusahaan seluler telah menjual data pelanggan kepada pihak ketiga selama lebih dari satu dekade.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan menjamurnya ponsel pintar, bisnis penjualan data kepada pihak ketiga ini semakin marak. Semua pengiklan mulai beralih ke pasar perangkat bergerak, terutama ponsel pintar, dengan data-data yang diterima dari operator seluler.

"Halaman web yang kita kunjungi dan segala pencarian yang kita lakukan, adalah hal yang paling dekat pikiran kita. Namun informasi paling pribadi tersebut dapat direkam dan diperjualbelikan. Jika Verizon berhasil meraih banyak keuntungan dari menjual data-data ini, saya yakin semua operator seluler akan mengikuti," jelas Kennish.

Berdasarkan hasil studi BIA atau Kelsey pada Maret 2011, pendapatan iklan dari perangkat bergerak di Amerika Serikat bisa mencapai 42,5 miliar dolar AS per tahun sejak tahun 2015. Ini adalah bisnis yang menggiurkan sekaligus menantang.

Bagaimana dengan operator seluler Indonesia? 

Editor: Reza Wahyudi

 

TERBARU
e-Business
Kamis, 18 Desember 2014 19.20 WIB
Hewlett Packard Bidik "Gen-Y" Indonesia
Gadget
Kamis, 18 Desember 2014 18.33 WIB
Inikah Jagoan Baru Oppo?
Rilis
Kamis, 18 Desember 2014 18.27 WIB
Ini Dia, Juara Lomba "Headline" Kompas.com
Gadget
Kamis, 18 Desember 2014 17.31 WIB
HP Pamer Laptop dan Tablet Rp 3 Jutaan di Jakarta
Gadget
Kamis, 18 Desember 2014 16.56 WIB
Samsung Gear S Dijual Rp 3,5 Juta di Indonesia
TERPOPULER
Selasa, 16 Desember 2014 10.46 WIB
Ramalan Steve Jobs Tahun 1985 Kini Jadi Kenyataan
Minggu, 14 Desember 2014 15.39 WIB
Jangan Klik "Cewek Mabuk" di Facebook, Bisa Bikin Malu
Minggu, 14 Desember 2014 16.18 WIB
Kena Godaan "Gadis Mabuk" di Facebook, Ini Penangkalnya
Jumat, 12 Desember 2014 10.49 WIB
CEO XL: Kita yang Bangun, Mereka yang Dapat Uang
Sabtu, 13 Desember 2014 15.17 WIB
Gadget Premium dengan Harga Terjangkau