Operator Seluler AS Akui Jual Data Pelanggan

KOMPAS.com - Hati-hati dengan operator seluler Anda. Data pelanggan seperti nama, jenis kelamin, umur, alamat, dan sebagainya, dapat dimanfaatkan untuk kepentingan perusahaan. Data tersebut bisa dijual kepada pihak ketiga untuk meraup keuntungan. Seperti yang diakui oleh operator seluler Verizon, data pelanggan mereka telah diberikan kepada pihak ketiga untuk kepentingan bisnis.

Verizon merupakan operator seluler, asal Amerika Serikat (AS), pertama di dunia yang mengakui bahwa mereka menjual data pelanggan, seperti nama, jenis kelamin, umur, dan alamat pelanggan untuk dijual kepada para pebisnis. Data-data tersebut berguna bagi pihak ketiga untuk melakukan analisis tentang usia, jenis kelamin, dan lokasi calon pelanggan mereka. Bahkan, Verizon bisa memberi laporan kepada pihak ketiga tentang kemana saja pelanggannya pergi, berdasarkan pelacakan jaringan ponsel.

Selain Verizon, Sprint juga mengakui menjual data pelanggan mereka kepada pihak ketiga. Sprint bahkan bisa menjual data alamat web yang selalu dikunjungi pengguna ponsel, hingga browser apa yang selalu digunakan. Informasi ini penting bagi pihak ketiga untuk menentukan website mana saja yang akan dipasang iklan.

Namun, menjual informasi pelanggan merupakan cara kuno yang tidak eksklusif. Brian Kennish, mantan teknisi Double Click yang mengembangkan server iklan jaringan nirkabel menyatakan bahwa perusahaan seluler telah menjual data pelanggan kepada pihak ketiga selama lebih dari satu dekade.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan menjamurnya ponsel pintar, bisnis penjualan data kepada pihak ketiga ini semakin marak. Semua pengiklan mulai beralih ke pasar perangkat bergerak, terutama ponsel pintar, dengan data-data yang diterima dari operator seluler.

"Halaman web yang kita kunjungi dan segala pencarian yang kita lakukan, adalah hal yang paling dekat pikiran kita. Namun informasi paling pribadi tersebut dapat direkam dan diperjualbelikan. Jika Verizon berhasil meraih banyak keuntungan dari menjual data-data ini, saya yakin semua operator seluler akan mengikuti," jelas Kennish.

Berdasarkan hasil studi BIA atau Kelsey pada Maret 2011, pendapatan iklan dari perangkat bergerak di Amerika Serikat bisa mencapai 42,5 miliar dolar AS per tahun sejak tahun 2015. Ini adalah bisnis yang menggiurkan sekaligus menantang.

Bagaimana dengan operator seluler Indonesia? 

Editor: Reza Wahyudi

 

TERBARU
Internet
Rabu, 22 April 2015 06.59 WIB
Google Bantu Netizen "Terjebak di Masa Lalu"
Gadget
Selasa, 21 April 2015 19.48 WIB
Inilah Tampilan Oppo Joy Terbaru
Gadget
Selasa, 21 April 2015 18.22 WIB
Ini Alasan Zenfone 2 Pakai RAM 4 GB
e-Business
Selasa, 21 April 2015 16.57 WIB
Kenapa Perempuan Harus Berperan dalam Teknologi?
Gadget
Selasa, 21 April 2015 16.42 WIB
Ponsel Oppo Joy Plus Dibanderol Rp 1,4 Juta
TERPOPULER
Kamis, 16 April 2015 14.32 WIB
Begini Cara Bedakan Galaxy S6 Asli dan "KW"
Senin, 20 April 2015 14.21 WIB
Tak Ada Lagi Smartphone "Samsung" di Jepang
Rabu, 15 April 2015 13.15 WIB
Dibongkar, "Harga Asli" Galaxy S6 Edge Terungkap
Senin, 20 April 2015 10.53 WIB
Gara-gara Galaxy S6, Apple Tinggalkan Samsung