Intel: Ultrabook Tak Bisa Ditiru oleh Pesaing

Dibaca:
Komentar :
kompas.com

Chief Representative Intel Indonesia Santhosh Viswanathan dalam acara diskusi media Intel di Jakarta, Senin, 28 Mei

JAKARTA, KOMPAS.com - Laptop tipis mungkin adalah kategori komputer mobile yang paling menarik karena ringan dan tidak memakan tempat. Selama beberapa waktu lalu, Intel menjadi satu-satunya produsen prosesor yang menyediakan platform laptop tipis bernama Ultrabook.

Keadaan itu belakangan berubah dengan turut masuknya kompetitor ke segmen laptop tipis degan mengusung nama selain Ultrabook.

Menanggapi hal tersebut, Chief Representative Intel Indonesia, Santhosh Viswanathan mengatakan bahwa laptop tipis buatan Intel tetap lebih unggul dari pesaingnya.

"Ultrabook tak sekadar tipis, banyak elemen-elemen lain dalam laptop tipis Intel yang tidak bisa ditiru oleh pesaing," katanya. "Boleh-boleh saja mereka bisa bikin yang tipis, tapi (laptop tipis) punya kami bukan hanya tipis, tapi juga kencang."

Salah satu keunggulan Ultrabook dibanding laptop tipis pesaingnya yang mendapat penekanan khusus dari Santhosh  adalah kecepatan respon (responsiviness) yang dikatakan sangat cepat.

Teknologi Rapid Start dan Smart Response pada Ultrabook diklaim memberikan waktu loading sistem operasi yang nyaris instan dari kondisi "Hibernate" dan meningkatkan performa sistem keseluruhan. "Ini hanya tersedia pada Ultrabook," imbuhnya

Ultrabook berbasis prosesor "Ivy Bridge" juga dikatakan dibekali dengan kemampuan Smart Connect yang memungkinkan komputer  tetap menerima e-mail walaupun sedang dalam modus "Hibernate". Ketika ingin memakai komputer. "Jadi pengguna tak perlu menunggu e-mail masuk begitu ingin menggunakan komputer," jelas Santhosh.

Soal harga, Intel mematok harga cukup tinggi untuk Ultrabook yang bisa mencapai kisaran belasan juta rupiah sehingga memunculkan celah untuk pesaing di segmen harga lebih rendah.

Belakangan, raksasa chip ini juga dikabarkan berencana membuat Ultrabook dengan harga yang lebih bersahabat untuk konsumen.

Selain pada Ultrabook, menurut Santhosh, di Indonesia Intel akan mendorong penggunaan prosesor Ivy Bridge untuk komputer desktop.

Varian quad-core Ivy Bridge disebutnya sudah bisa diperoleh pada akhir Mei, semenatara model dual-core akan menyusul "beberapa bulan kemudian", kemungkinan pada bulan Juni tahun ini.

Editor: Reza Wahyudi

 

TERBARU
Internet
Hardware
Rabu, 19 Juni 2013 10.31 WIB
Super-Komputer China Kalahkan AS
Gadget
Rabu, 19 Juni 2013 10.06 WIB
Desire 200, Ponsel Android Murah dari HTC
Software
Rabu, 19 Juni 2013 09.47 WIB
WeChat Sambangi Nokia Asha Touch
e-Business
TERPOPULER
Selasa, 18 Juni 2013 11.09 WIB
Pakai Android, Nokia Bisa "Berbahaya"
Senin, 17 Juni 2013 14.59 WIB
Inikah Kamera "Mirrorless" Android dari Samsung?
Minggu, 16 Juni 2013 15.05 WIB
Galaxy S4 dan iPhone 5 Mengalami Siksaan
Minggu, 16 Juni 2013 09.45 WIB
WhatsApp Cetak Rekor Pengiriman Pesan
Senin, 17 Juni 2013 15.58 WIB
Ponsel Quad-core Andromax V Dipesan Seribu Unit
Minggu, 16 Juni 2013 08.46 WIB
HTC One Diburu Pengunjung Pameran
Senin, 17 Juni 2013 10.27 WIB
Ramadan, Arab Saudi Mau Blokir WhatsApp
Senin, 17 Juni 2013 09.42 WIB
Galaxy S5 Bakal Tampil Beda?