Premium Langka, Jokowi Segera Panggil Dinas Energi

Fabian Januarius Kuwado

Stok bahan bakar jenis premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jakarta, mengalami kekurangan. Akibatnya, papan dengan tulisan "Maaf, Premium Habis" tampak menghiasi akses masuk di sejumlah SPBU itu.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pertamina memprediksi kuota BBM bersubsidi yang sudah dipatok pemerintah akan ludes sebelum akhir tahun. Bahkan, solar dan premium di DKI Jakarta akan habis pada akhir bulan ini. Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku belum mengetahui perihal tersebut.

Jokowi mengetahui bahwa kelangkaan BBM jenis premium terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Namun, ia belum mendapatkan laporan mengenai berkurangnya pasokan BBM bersubsidi di wilayahnya sendiri.

"Hah, masak to? Saya belum mengerti. Memang saya pernah melihatnya di TV, saya ngertilah semua sudah pada habis, tetapi itu kan di lain daerah. Kalau di Jakarta, saya belum tahu," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Selasa (27/11/2012).

Oleh karena itu, Jokowi langsung memerintahkan ajudannya untuk segera mengagendakan bertemu dengan Dinas Perindustrian dan Energi DKI. "Ya, besok segera dipanggil Dinas Perindustrian dan Energi DKI-nya," kata Jokowi.

Seperti yang diberitakan, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menjelaskan, jatah atau kuota solar subsidi untuk DKI Jakarta bakal habis pada 30 November 2012. Adapun jatah premium subsidi akan habis pada 19 Desember 2012. "Kuota untuk BBM subsidi akan habis pada tanggal itu, khususnya DKI Jakarta. Namun, ini bukan stoknya habis, hanya jatah per provinsi saja yang habis," kata Hanung.

Hanung mengatakan, setiap bulan, Pertamina memberi jatah setiap provinsi di Indonesia untuk BBM bersubsidi maupun BBM nonsubsidi. Namun, akhir tahun ini, permintaan masyarakat terhadap BBM subsidi terus melonjak. Sebenarnya, pemerintah sudah mematok jatah kuota BBM hingga akhir tahun sebanyak 44,04 juta kiloliter (kl). Sebesar 43,88 juta kl merupakan tanggung jawab Pertamina.

"Kami akan tetap menyalurkan BBM subsidi. Diharapkan SPBU tidak kosong sebelum jatahnya habis, semua akan didistribusikan," ujarnya.

Pertamina sendiri sebenarnya memproyeksi kuota BBM hingga akhir tahun sebesar 45,24 juta kl. Karena jatah atau kuota BBM untuk tahun ini sebesar 44,04 juta kl sudah hampir habis, Pertamina akan menghadap DPR untuk menambah kuota BBM yang akan disalurkan ke masyarakat. Menurut catatan Pertamina, realisasi penyaluran BBM bersubsidi hingga 24 November 2012 adalah premium 25,1 juta kl dan solar 12,9 juta kl. Totalnya sudah 38,1 juta kl. Adapun rata-rata penyaluran harian (normal) untuk premium sekitar 80.000 kl per hari dan solar 42.900 kl per hari.

Untuk menambah jatah kuota yang telah habis pada akhir November dan pertengahan Desember, Pertamina akan meminta izin DPR menambah kuota BBM subsidi sebesar 1,227 juta kl. Hitungan Pertamina, harga premium rata-rata Rp 9.000 per liter. Namun, subsidi yang diberikan pemerintah sebesar Rp 4.500 per liter. Dengan adanya tambahan kuota BBM subsidi tersebut, Pertamina akan menyiapkan dana sekitar Rp 6 triliun untuk membeli BBM subsidi tersebut dan akan diminta persetujuan DPR.

Editor: Laksono Hari W

 

TERBARU
Gadget
Minggu, 23 November 2014 15.28 WIB
Oppo N3 Dipesan 2 Juta Orang di Tiongkok
Software
Minggu, 23 November 2014 13.50 WIB
IBM Perkenalkan Aplikasi Email IBM Verse
Gadget
Minggu, 23 November 2014 12.25 WIB
Padfone S Sambut Akhir Tahun di Indonesia
Software
Minggu, 23 November 2014 11.19 WIB
Platform M2M Telkomsel Bidik Tiga Industri
Software
Minggu, 23 November 2014 10.47 WIB
Red Hat Umumkan Cloud Infrastructure 5
TERPOPULER
Rabu, 19 November 2014 10.58 WIB
Pidato Jokowi di APEC Jadi Video Parodi
Jumat, 21 November 2014 15.34 WIB
Ini Alasan Lihat Ponsel Tidak Boleh Menunduk
Rabu, 19 November 2014 14.56 WIB
Ahok Dilantik Jokowi, #GubernurAhok Mendunia Lagi
Senin, 17 November 2014 09.58 WIB
Begini Cara Mematikan Fitur "Read" di WhatsApp Android
Selasa, 18 November 2014 08.05 WIB
"Password" Milik "Hacker" Top Ternyata Gampang Ditebak
Rabu, 19 November 2014 06.02 WIB
Nokia "Lahir Kembali" Lewat Tablet Android N1
Senin, 17 November 2014 10.35 WIB
Nokia Dipastikan Stop Produksi "Smartphone" Selamanya
Rabu, 19 November 2014 09.02 WIB
Tablet Android Nokia N1 Dibanderol Rp 3 Juta