FBI Tak Boleh Mata-matai Peretas dari "Webcam"

Dibaca:
Komentar :
Shutterstock.com

Shutterstock.com


KOMPAS.com - Usaha Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat (FBI) untuk memata-matai aksi peretasan sistem keamanan komputer lewat kamera web di komputer (webcam) belum bisa dijalankan. Pada akhir April 2013, seorang hakim Amerika Serikat menolak permintaan FBI untuk memasang program mata-mata yang bekerja pada webcam komputer terduga peretas (hacker).

Seperti dikutip dari Ars Technica, program itu mampu melakukan tindakan mata-mata seperti mengaktifkan unit webcam, mengakses media penyimpanan, serta memberi tahu lokasi komputer kepada agen FBI.

Rupanya, sang hakim yang bernama Stephen Smith menilai program itu terlalu mirip dengan program jahat yang merekam aktivitas online (spyware) Remote Administration Tool (RAT). Program macam ini  biasa dipakai orang tak bertanggung jawab untuk memata-matai orang lain via webcam.

Sebelumnya, pada Maret lalu, FBI mengajukan permohonan surat perintah pada Hakim Smith untuk menginvestigasi kemungkinan "penipuan bank, pencurian identitas, dan pelanggaran undang-undang keamanan komputer" oleh seorang terduga peretas.

Namun, FBI belum mengungkap nama asli pelaku peretasan itu. Terduga hanya disebut dengan nama samaran "John Due." Ia diduga tinggal di distrik bagian selatan Texas dan mencoba melakukan transfer dana dari bank lokal di negara bagian tersebut ke rekening sebuah bank asing.

Hakim Smith menilai permintaan FBI untuk menanam program mata-mata tersebut terlalu luas dan invasif. Apalagi, FBI belum mengetahui pasti identitas orang yang diincar.

Hakim Smith menyoroti kemungkinan salah tuduh yang bisa muncul dari penggunaan program ini, misalnya ketika komputer tersebut ternyata dipakai bersama dengan orang lain yang tak tahu-menahu soal kejahatan siber yang dimaksud.

Beberapa pihak mempertanyakan maksud dan tujuan permohonan FBI ini. Seorang pengamat keamanan siber Chris Soghoian dari American Civil Liberties Union, mengatakan, rencana aksi mata-mata yang diajukan FBI seharusnya dilakukan sebagai upaya terakhir, bukannya tindakan pertama dalam menangani sebuah dugaan.

 

TERBARU
Internet
Minggu, 20 April 2014 20.08 WIB
Inilah "Software" Anti-sadap yang Dipakai Snowden
Gadget
Minggu, 20 April 2014 16.58 WIB
Usung 6 Kamera, Ponsel Amazon Tampilkan Efek 3D
Hardware
Minggu, 20 April 2014 14.41 WIB
Cara Hemat Baterai MacBook Pro dan MacBook Air
Software
Minggu, 20 April 2014 13.17 WIB
OpenSnap, Jejaring Sosial untuk Pecinta Kuliner
Software
Minggu, 20 April 2014 11.16 WIB
Aplikasi iOS Lebih Menguntungkan Dibanding Android
TERPOPULER
Rabu, 16 April 2014 17.13 WIB
Galaxy S5 Dibongkar, Profit Samsung Terungkap
Senin, 14 April 2014 16.27 WIB
Android Lenovo 8-Core Cuma Rp 1,5 Juta?
Senin, 14 April 2014 11.33 WIB
Begini Cara Samsung "Menyiksa" Galaxy S5
Jumat, 18 April 2014 19.06 WIB
Tips Membersihkan File Sampah di Android
Rabu, 16 April 2014 11.27 WIB
Apple Kembali Buka Lowongan di Jakarta
Rabu, 16 April 2014 10.49 WIB
Beredar, Bocoran Tampilan Android 4.5 Lollipop