U19 banner dropdown

FBI Tak Boleh Mata-matai Peretas dari "Webcam"

Dibaca:
Komentar :
Shutterstock.com

Shutterstock.com


KOMPAS.com - Usaha Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat (FBI) untuk memata-matai aksi peretasan sistem keamanan komputer lewat kamera web di komputer (webcam) belum bisa dijalankan. Pada akhir April 2013, seorang hakim Amerika Serikat menolak permintaan FBI untuk memasang program mata-mata yang bekerja pada webcam komputer terduga peretas (hacker).

Seperti dikutip dari Ars Technica, program itu mampu melakukan tindakan mata-mata seperti mengaktifkan unit webcam, mengakses media penyimpanan, serta memberi tahu lokasi komputer kepada agen FBI.

Rupanya, sang hakim yang bernama Stephen Smith menilai program itu terlalu mirip dengan program jahat yang merekam aktivitas online (spyware) Remote Administration Tool (RAT). Program macam ini  biasa dipakai orang tak bertanggung jawab untuk memata-matai orang lain via webcam.

Sebelumnya, pada Maret lalu, FBI mengajukan permohonan surat perintah pada Hakim Smith untuk menginvestigasi kemungkinan "penipuan bank, pencurian identitas, dan pelanggaran undang-undang keamanan komputer" oleh seorang terduga peretas.

Namun, FBI belum mengungkap nama asli pelaku peretasan itu. Terduga hanya disebut dengan nama samaran "John Due." Ia diduga tinggal di distrik bagian selatan Texas dan mencoba melakukan transfer dana dari bank lokal di negara bagian tersebut ke rekening sebuah bank asing.

Hakim Smith menilai permintaan FBI untuk menanam program mata-mata tersebut terlalu luas dan invasif. Apalagi, FBI belum mengetahui pasti identitas orang yang diincar.

Hakim Smith menyoroti kemungkinan salah tuduh yang bisa muncul dari penggunaan program ini, misalnya ketika komputer tersebut ternyata dipakai bersama dengan orang lain yang tak tahu-menahu soal kejahatan siber yang dimaksud.

Beberapa pihak mempertanyakan maksud dan tujuan permohonan FBI ini. Seorang pengamat keamanan siber Chris Soghoian dari American Civil Liberties Union, mengatakan, rencana aksi mata-mata yang diajukan FBI seharusnya dilakukan sebagai upaya terakhir, bukannya tindakan pertama dalam menangani sebuah dugaan.

 

TERBARU
Gadget
Kamis, 2 Oktober 2014 11.11 WIB
Oktober, "Emas" Debut di iPad Air 2?
Software
Kamis, 2 Oktober 2014 10.07 WIB
Windows 10 Sudah Bisa Diunduh Hari Ini
Internet
Kamis, 2 Oktober 2014 09.36 WIB
Google Ikut Meriahkan Hari Batik Nasional
Software
Kamis, 2 Oktober 2014 09.04 WIB
Aplikasi Indonesia Semakin Relevan
Software
TERPOPULER
Jumat, 26 September 2014 15.00 WIB
Protes RUU Pilkada, "Netizen" Jadikan SBY Foto Guyonan
Selasa, 30 September 2014 11.22 WIB
Penjelasan Twitter soal Hilangnya "ShameOnYouSBY"
Jumat, 26 September 2014 11.47 WIB
#ShameOnYouSBY Jadi "Trending Topic" Dunia
Minggu, 28 September 2014 12.48 WIB
Benarkah Twitter Blokir #ShameOnYouSBY?
Selasa, 30 September 2014 13.36 WIB
Mulai Hari Ini, Tifatul Bukan Lagi Menkominfo
Jumat, 26 September 2014 16.52 WIB
"Samsung Sudah Punya 'iPhone 6' Setahun Lalu"
Jumat, 26 September 2014 08.33 WIB
Ini Tanggapan Apple Tentang iPhone Melengkung
Rabu, 1 Oktober 2014 06.31 WIB
Bukan Windows 9, Microsoft Resmikan Windows 10
Kamis, 25 September 2014 15.19 WIB
Komparasi Hasil Foto iPhone 6 dan 7 iPhone Lama