Ingat, Jangan Sepelekan Kredibilitas Pengembang!

Dibaca:
Komentar :
www.shutterstock.com

Mintalah kejelasan kepada pengembang tentang PPJB (Perjanjian Perikatan untuk Jual Beli). Jika pengembang tidak bersedia memberikan draft PPJB dengan jelas, ada baiknya jangan lanjutkan untuk membeli apartemen tersebut karena akan berisiko bagi calon konsumen.

KOMPAS.com - Pegiat properti di bidang pengembang hunian sekarang makin banyak bermunculan. Saking banyaknya, sampai-sampai sulit dibedakan pengembang yang baik dan tidak. Untuk itu, pastikan Anda memilih pengembang kredibel.

Berhati-hati sebelum membeli apartemen adalah hal mutlak. Jangan menjadikan tinggi rendahnya harga sebagai patokan membeli sebuah apartemen yang diinginkan, karena kredibilitas pengelola apartemen itu sendiri perlu ditelusuri agar tidak ada masalah besar di kemudian hari. 

Kredibilitas erat hubungannya dengan track record dari pengembang sehingga perlu dicermati dengan betul. Pilih pengembang yang sudah mempunyai banyak pengalaman membangun apartemen. Jika salah pilih pengembang, kemungkinan apartemen akan mengalami kepailitan.

Kondisi pailit

Jika apartemen sampai pailit, pihak paling dirugikan adalah konsumen (pembeli). Saat dinyatakan pailit dan pengembang tidak mau bertanggung jawab, uang konsumen akan lenyap begitu saja tanpa mendapatkan apartemen yang diinginkan.

Saat mengambil jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan ini, konsumen pun harus berhati-hati. Hal itu karena hukum pailit memiliki beberapa tahapan pembagian aset, setelah penjualan aset pengembang yang dinyatakan pailit tersebut.

"Menurut saya dalam kasus ini, satu-satunya jalan adalah mendaftarkan tagihan kepada kurator. Kenapa, karena dalam uu kepailitan, kuratorlah yg paling berwenang dalam mengambil keputusan," ujar Rio T Simanjuntak & Partners, Advocates & Legal Consultants.

Pembagian aset selalu dimulai dari yang paling atas, seperti kreditur konkuren ex-bank, kreditur konkuren kontraktor, serta kreditur konkuren suplier. Sisa dari dana penjualan aset pailit tersebut baru akan jatuh ke tangan kreditur pembeli (konsumen), walaupun pembeli yang mendaftarkan pemohonan pailitnya. Jika tidak ingin terjadi seperti ini, Anda harus pintar-pintar memilih pengembang.

Riset 

Melakukan riset sebelum membeli apartemen itu wajib dilakukan. Kenapa? Karena hal ini akan memberikan informasi dan pengetahuan dasar mengenai harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di sekitar daerah tersebut.

Dengan riset terlebih dahulu, Anda bisa mengira-ngira baik dan buruknya apartemen yang akan dibeli. Manfaat paling penting dari riset adalah sebagai calon pembeli Anda tidak mudah atau gampang diyakinkan oleh penjual.

Teliti PPJB

Mintalah kejelasan kepada pengembang tentang PPJB (Perjanjian Perikatan untuk Jual Beli). Jika pengembang tidak bersedia memberikan draft PPJB dengan jelas, ada baiknya jangan lanjutkan untuk membeli apartemen tersebut karena akan berisiko bagi calon konsumen.

Pengalaman orang lain

Selain riset, Anda bisa menggali informasi dari rekan, sahabat atau saudara. Lihat, baca, dan pelajari pengalaman mereka yang lebih dulu membeli apartemen.

Mengukur kredibilitas

Mengukur kredibilitas pengembang bisa Anda lihat dari bisnis utama si pengembang. Jika memang di bidang properti, dan sudah lama menggeluti bisnis tersebut, Anda tidak perlu ragu membelinya. Namun, jika bisnis utamanya bukan bidang properti, Anda wajib mempertanyakan. Atau, Anda bisa cek pengembang tersebut tergabung di asosiasi pengembang atau tidak. Karena jika bermasalah, konsumen dapat menghubungi lembaga terkait untuk diklarifikasi. (SATYA NITA PRATAMA)

Editor: Latief

 

TERBARU
Gadget
Internet
Sabtu, 25 Oktober 2014 11.06 WIB
Trafik Data Telkomsel Melonjak 147 Persen
Internet
Sabtu, 25 Oktober 2014 09.06 WIB
Perusahaan Ganja Beli Domain Ebola.com
Gadget
Jumat, 24 Oktober 2014 15.47 WIB
Nama Nokia Berakhir di Kelas Bawah
Gadget
Jumat, 24 Oktober 2014 14.59 WIB
LG G3 Screen, Android Pertama Berprosesor "Nuclun"
TERPOPULER
Senin, 20 Oktober 2014 17.10 WIB
Diprotes, Bolt Ubah Paket Langganan Internet
Rabu, 22 Oktober 2014 10.21 WIB
Kiprah "Smartphone" Nokia Resmi Berakhir
Kamis, 23 Oktober 2014 17.23 WIB
Kaesang Putra Jokowi "Nge-blog" JKT48 dan Jomblo
Senin, 20 Oktober 2014 13.26 WIB
"Netizen" Sambut Presiden Jokowi dengan Aneka Kartun
Senin, 20 Oktober 2014 11.02 WIB
Becak Terguling, iPhone 6 Terbakar
Selasa, 21 Oktober 2014 12.11 WIB
Galaxy S6 Diharapkan Jadi Penyelamat Samsung
Kamis, 23 Oktober 2014 14.13 WIB
Hitung Soal Matematika Pakai Kamera Ponsel
Selasa, 21 Oktober 2014 16.24 WIB
Google Messenger di Android "Lollipop" Mirip WhatsApp
Kamis, 23 Oktober 2014 10.17 WIB
Dibongkar, Ada Sony di Galaxy Note 4