"Pembajak Google" Diam-diam Menyusup

Dibaca:
Komentar :
(Dok. Vaksincom)

Delta-Search sebuah situs pencarian yang disinyalir menyebar dengan metode Search Engine Hijacker.
(Dok. Vaksincom)
Delta-Search sebuah situs pencarian yang disinyalir menyebar dengan metode Search Engine Hijacker.
KOMPAS.com - Pengguna umumnya memakai layanan pencarian populer, seperti Google (dan mungkin juga Bing), di komputer mereka. Namun, diketahui ada aplikasi yang diam-diam mengganti pencarian tersebut.

Seperti dikemukakan analis antivirus Alfons Tanujaya, aplikasi jenis Search Engine Hijacker diketahui sedang marak menginfeksi pengguna di Indonesia.

"Hebatnya program adware ini terang-terangan menampilkan dirinya sebagai aplikasi legal," ujar Alfons.

Apa dampaknya? Beberapa program antivirus tak akan menganggap aplikasi tersebut sebagai program jahat yang harus dibasmi.

Bagaimana cara mereka melakukan itu? Alfons mengatakan, pembajak mesin cari itu masuk melalui aplikasi gratisan. Nah, aplikasi gratisan itu dipasang secara sukarela oleh pengguna.

Sebagai bagian dari Kesepakatan Penggunaan, aplikasi gratisan tadi meminta dipasangnya sebuah aplikasi pencarian. Walhasil, aplikasi yang "abu-abu" pun menjadi "putih".

Alfons menuturkan, Search Engine Hijacker akan mengubah pengaturan agar pencarian di browser pengguna diarahkan ke situs tertentu.

"Ada beberapa Search Engine Hijacker yang marak beredar di Indonesia, delta-search.com, tuvaro.com dan conduit.com," paparnya.

Menurut Alfons, masalah yang timbul dari adanya aplikasi semacam itu adalah kacaunya pengaturan browser dan adanya potensi pencurian informasi.

Informasi yang dicuri termasuk menyusun profil pengguna melalui kegiatan pencarian yang sebenarnya tidak melalui izin pengguna.

Hal lain yang juga dikhawatirkan adalah adanya pengalihan hasil pencarian ke situs-situs yang berbahaya dan mengandung malware, pornografi atau situs yang berpotensi melakukan kegiatan penipuan.

Alfons pun menuturkan, hasil pencarian antara situs yang membajak itu memiliki kualitas yang jauh lebih buruk dibandingkan pencarian di layanan populer seperti Google.

Salah satu situs yang ditelaah Alfons adalah Delta-Search. Situs itu, menurutnya, meraih peringkat sangat tinggi di dunia berkat perilaku seperti ini.

Diluncurkan sejak akhir 2012, situs itu disebut telah mencapai ranking 39 di Indonesia. Sedangkan di dunia, ia mampu melampaui situs populer tertentu, termasuk Wordpress.com.

"Jika hal tersebut dicapai dengan cara mengelabui korbannya, tentunya hal ini perlu diwaspadai dan para pengguna komputer perlu mengetahui hal yang sebenarnya terjadi pada komputernya," Alfons menandaskan.

Editor: Reza Wahyudi

 

TERBARU
Gadget
Sabtu, 1 November 2014 16.02 WIB
Beginilah Aksi Kamera Putar Oppo N3
Internet
Sabtu, 1 November 2014 11.12 WIB
Google Didenda Gara-gara Belahan Dada
e-Business
Sabtu, 1 November 2014 10.01 WIB
Orang Indonesia "BBM-an" 23 Menit Per Hari
Gadget
Sabtu, 1 November 2014 09.19 WIB
Acer Obral Duo Android Liquid di Indocomtech
Gadget
TERPOPULER
Selasa, 28 Oktober 2014 10.21 WIB
Menkominfo: Internet Indonesia Sudah Kencang
Minggu, 26 Oktober 2014 17.38 WIB
Rudiantara, Menkominfo di Kabinet Kerja
Jumat, 31 Oktober 2014 14.29 WIB
Laptop Mahal Dibanting dan Diinjak di Indocomtech
Senin, 27 Oktober 2014 10.29 WIB
Mengenal Rudiantara, Menkominfo Kabinet Jokowi
Rabu, 29 Oktober 2014 12.43 WIB
Bos Xiaomi: iPhone 6 Menjiplak HTC
Selasa, 28 Oktober 2014 09.35 WIB
Onno W. Purbo Beri "PR" untuk Menkominfo
Rabu, 29 Oktober 2014 09.25 WIB
OPPO N3 Akan Dirilis, Ini Inovasinya!
Kamis, 30 Oktober 2014 14.57 WIB
Inilah Pesan Pertama yang Dikirim via Internet
Senin, 27 Oktober 2014 11.04 WIB
Ini Akun Twitter 21 Menteri Kabinet Jokowi