BlackBerry Batal Dijual, CEO Diganti - Kompas.com

BlackBerry Batal Dijual, CEO Diganti

Aditya Panji
Kompas.com - 04/11/2013, 23:24 WIB
todayonline.com
Kantor Pusat BlackBerry di Kanada
Catatan Redaksi: Beberapa hari terakhir, mulai Selasa (19/11/2013), beredar informasi di BBM dan Twitter bahwa layanan BBM untuk Android dan iOS akan dicabut pada 1 Desember. Penyebaran informasi tersebut menyertakan tautan ke berita ini yang sebenarnya sama sekali tidak menyinggung hal tersebut.

KompasTekno telah menghubungi BlackBerry Indonesia terkait isu ini. BlackBerry Indonesia pun langsung mengeluarkan pernyataan resminya. (Baca: BBM Android Dicabut 1 Desember, Apa Kata BlackBerry?)

KOMPAS.com — BlackBerry memutuskan untuk membatalkan rencana menjual perusahaan, Senin (4/11/2013). Upaya lain mereka lakukan untuk bangkit dan menentukan nasib perusahaan pada masa mendatang.

BlackBerry akan meningkatkan dana baru sebesar 1 miliar dollar AS dengan menjual aset yang dikonversi kepada pemegang saham terbesar, yakni Fairfax Financial Holdings, dan investor institusi lain.

Dalam sebuah pernyataan, BlackBerry mengatakan, dana baru tersebut memberikan suntikan uang tunai langsung yang menguntungkan dan akan meningkatkan posisi kas besar.

Para investor memiliki opsi untuk membeli tambahan dana hingga 250 juta dollar AS dari obligasi dalam waktu 30 hari ke depan. Langkah ini bisa meningkatkan jumlah saham BlackBerry yang beredar sebanyak 20 persen.

CEO diganti

Selain itu, BlackBerry juga mengumumkan akan mengganti CEO Thorsten Heins dalam dua pekan ke depan. Heins menjabat sebagai CEO BlackBerry sejak Januari 2012, menggantikan duet CEO sebelumnya, Mike Lazaridis dan Jim Balsillie.

Selagi mencari CEO baru, seorang bernama John Chen ditunjuk sebagai Chairman sekaligus CEO sementara BlackBerry. Chen bakal bertanggung jawab menentukan arah, hubungan, dan tujuan strategis BlackBerry.

Sementara itu, pendiri dan CEO Fairfax Financial Holdings, Prem Watsa, diangkat sebagai direktur utama BlackBerry.

"BlackBerry adalah merek terkemuka dengan potensi besar," kata Chen dalam sebuah pernyataan pada The Globe and Mail. "Tetapi, itu akan memakan waktu, disiplin, dan keputusan yang tangguh untuk merebut kembali kesuksesan kami."

Chen adalah mantan CEO Sybase, perusahaan perangkat lunak database yang diakuisisi oleh SAP pada tahun 2010. Tahun 2012, Chen bergabung dengan perusahaan ekuitas swasta Silver Lake sebagai penasihat senior.

Sebelumnya, pada Agustus 2013, BlackBerry mengumumkan akan mengambil langkah strategis guna meningkatkan nilai perusahaan, termasuk rencana menjual perusahaan. Sebuah komite khusus dibentuk untuk menentukan pilihan yang akan diambil.

Komite khusus yang terdiri atas direksi dan CEO BlackBerry mencari-cari pembeli potensial selama dua bulan terakhir.

September lalu, BlackBerry menandatangani perjanjian tentatif untuk diakuisisi oleh sebuah konsorsium yang dipimpin oleh Fairfax Financial Holdings senilai 4,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 54 triliun. Para pemegang saham BlackBerry ditawarkan 9 dollar AS secara tunai untuk setiap lembar saham yang mereka miliki. Namun, ternyata rencana menjual perusahaan tersebut dibatalkan.

BlackBerry didirikan pada 1984 dan berbasis di Waterloo, Ontario, Kanada. Kini perusahaan yang menjadi pelopor pengiriman pesan e-mail di ponsel ini kehilangan banyak pangsa pasarnya secara global karena digerus oleh ponsel Apple iPhone dan Google Android.

Baca juga:
BBM di Android dan iOS, Apa Guna BlackBerry?
BBM di Android dan iPhone Butuh BlackBerry ID, Cara Membuatnya?
Bisa Apa Saja BBM di Android dan iPhone? 
Pencipta BBM Komentari Orang Indonesia

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAditya Panji
EditorReza Wahyudi
Komentar