Google Tiba-tiba Cabut Tuntutan ke Uber - Kompas.com

Google Tiba-tiba Cabut Tuntutan ke Uber

Fatimah Kartini Bohang
Kompas.com - 09/07/2017, 12:05 WIB
Honda semakin serius bekerja sama dengan Waymo.Carscoops Honda semakin serius bekerja sama dengan Waymo.

KOMPAS.com - Sejak awal 2017, Google dan Uber terbelit dalam permasalahan hukum yang serius. Waymo, divisi mobil tanpa awak di bawah naungan Alphabet yang juga membawahi Google, menuduh Uber mencuri paten teknologinya.

Setelah berbulan-bulan bersitegang, Google melunak dengan mencabut mayoritas tuntutan paten ke Uber. Dari empat tuntutan, hanya satu yang ditinggalkan untuk menjalani proses hukum.

Juru bicara Uber pun angkat bicara atas reaksi tiba-tiba dari Google. Menurut dia, tindakan Google menandakan raksasa teknologi tersebut tak bisa membuktikan tuntutan-tuntutannya selama ini.

“Mereka sekarang mengakui bahwa desain LiDAR (proyek mobil tanpa awak Uber) sangat berbeda dengan produk mereka,” kata dia, sebagaimana dilaporkan TechCrunch dan dihimpun KompasTekno, Minggu (9/7/2017).

Lebih jauh, juru bicara Uber memberikan sudut pandang konspiratif atas tuntutan Google beberapa bulan lalu. Ia curiga Google melayangkan tuntutan sedari awal tak didasarkan bukti yang kuat.

“Mereka fokus pada sensasi, bukan substansi,” juru bicara Uber berujar.

Sementara itu, meski telah mencabut tiga tuntutan, Google Waymo masih menyisakan satu tuntutan untuk Uber. Menurut juru bicara Waymo, mereka akan fokus memperdalam satu tuntutan itu dengan pengumpulan bukti yang kuat.

“Kami terus membangun kasus dengan lebih banyak bukti yang ditemukan. Kami harap dapat membagikan bukti ini di pengadilan,” kata dia.

Diketahui, Google melalui Waymo pertama kali melayangkan tuntutan pada Februari 2017. Waymo mengatakan bahwa pada Desember 2015 seroang mantan eksekutif Google bernama Anthony Levandowsky mencuri 14.000 file terkait teknologi mobil tanpa awak perusahaan tersebut.

Levandowski lalu mendirikan perusahaan truk tanpa awak bernama Otto, yang kemudian diakuisisi oleh Uber. Menurut tudingan Waymo, data curian itu lantas dipakai untuk mengembangkan sistem Light Detection and Ranging (LIDAR) untuk mendeteksi jarak dan hambatan di mobil-mobil tanpa awak Uber.

Waymo memperkuat tuduhannya dengan testimoni sejumlah saksi, berikut rekaman aktivitas Levandowsky ketika mencuri data dari sistem Google. Uber sejak awal menampik tudingan tersebut dan mengatakan bahwa klaim Waymo “tidak berdasar”.

PenulisFatimah Kartini Bohang
EditorReza Wahyudi
SumberTechCrunch,
Komentar
Close Ads X