Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Review Samsung Galaxy Tab S9 Ultra, Tablet Serba Ada dan Layak Jadi Pengganti Laptop

Adapun harga Samsung Tab S9 Ultra di Indonesia adalah:

  • Galaxy Tab S9 Ultra (12 GB/256 GB): Rp 20 juta
  • Galaxy Tab S9 Ultra (12 GB/512 GB): Rp 22 juta

Dengan harga setara laptop kelas atas, Galaxy Tab S9 menawarkan spesifikasi canggih dan fitur yang serba ada.

Misalnya, layar Dynamic AMOLED 2X 14,6 inci, chipset Qualcomm Snapdragon 8 Gen 2 for Galaxy, baterai 11.200 mAh, total empat kamera depan dan belakang, dukungan SIM 5G, serta fitur tahan air dan debu dengan rating IP68.

KompasTekno berkesempatan menjajal Samsung Galaxy Tab S9 Ultra (12 GB/256 GB) versi ritel Indonesia berwarna Graphite atau abu-abu kehitaman.

Selama kurang lebih satu bulan terakhir, tablet ini kami gunakan untuk aktivitas harian seperti bekerja, mengedit video di Capcut, binge watching Netflix, hingga bermain game.

Lantas, bagaimana ulasannya setelah menggunakan tablet seharga Rp 20 juta ini selama hampir satu bulan lamanya? Apakah Samsung Tab S9 Ultra worth it untuk dibeli? Ikuti review Samsung Galaxy Tab S9 Ultra berikut ini.

Kotak kemasan Samsung Galaxy Tab S9 Ultra masih didominasi dengan warna putih. Di bagian depan kotak terdapat tulisan "Galaxy Tab" dengan aksen warna abu-abu muda mengilat serta gambar perangkat Galaxy Tab S9 Ultra yang berwarna abu-abu kehitaman.

Tak lupa, ada nama "Galaxy Tab S9 Ultra 5G" yang disematkan di bawah gambar perangkat.

Kesan pertama saat memegang kotak kemasan Samsung Tab S9 Ultra 5G adalah ukurannya yang besar. Namun, kami sudah tidak kaget karena dimensi tablet ini sama seperti Galaxy Tab S8 Ultra tahun lalu.

Ketika dibuka, isi kotak penjualan Samsung Galaxy Tab S9 Ultra seharga Rp 20 juta ini terlihat minimalis.

Di dalam kotak hanya terdapat satu unit tablet Samsung Galaxy Tab S9 Ultra berwarna Graphite, satu buah pena digital (stylus) S Pen, kabel USB Type-C to USB Type-C, satu SIM card ejector tool, kartu garansi, dan lembar panduan penggunaan.

Samsung tidak lagi menyertakan kepala charger dalam kotak kemasan Galaxy Tab S9 Ultra. Jadi, pengguna bisa menggunakan adapter charger dengan USB Type C yang dimiliki sebelumnya, atau membeli adapter charger SuperFast Charging 45 watt secara terpisah.

Video unboxing Galaxy Tab S9 Ultra 5G bisa dilihat lewat video di bawah ini.

Perangkat ini akan menjadi pilihan menarik bagi mereka yang mengutamakan ukuran pada sebuah tablet. Dengan layar yang lega, tampilan yang disuguhkan tablet ini sudah serupa seperti laptop biasa.

Dengan layar yang lega, kami merasa semakin nyaman ketika menggunakan tablet untuk produktivitas, multitasking, hingga mencari hiburan. Pasalnya, konten yang dilihat dapat lebih banyak dan "besar" ketimbang layar tablet pada umumnya.

Layar tablet ini memiliki resolusi WQXGA Plus (2.960 x 1.848 piksel). Ini membuat layar tablet ini mampu memanjakan mata dengan kualitas gambar atau konten yang tajam dan jernih.

Fitur ini sangat berguna ketika membuat konten video, menonton konten video seperti streaming YouTube, hingga maraton film/series di Netflix dengan resolusi tinggi.

Layar Samsung Galaxy Tab S9 Ultra juga sudah mendukung adaptive refresh rate dengan angka paling rendah 1 Hz dan paling tinggi 120 Hz.

Ini membuat tablet bisa menyesuaikan tampilan dengan refresh rate paling rendah 1 Hz untuk konten statis, sehingga, secara teknis, bakal lebih menghemat daya.

Sementara dengan refresh rate 120 Hz, kami bisa menggeser layar, menavigasi menu, berpindah antar-aplikasi terasa mulus dan lancar. Begitu juga saat menonton video atau film, kami bisa melihat konten visual dengan jernih.

Layar Super AMOLED Samsung Tab S9 Ultra ini juga sudah mendukung fitur pemindai sidik jari di bawah layar (in-display fingerprint). Respons pemindai sidik jari yang cepat membuat kami mudah membuka kunci layar tablet.

Dengan OneUI 5.1, kini pengguna bisa menikmati tampilan aplikasi yang lebih enak dipandang karena sudah menyesuaikan rasio layar tablet yang besar (16:10).

Ini menjadi peningkatan signifikan yang dibawa Samsung Tab S9 Ultra. Pasalnya, tahun lalu, Samsung Galaxy Tab S8 Ultra yang menjalankan sistem antarmuka OneUI 4.1 masih memiliki tampilan aplikasi yang melebar alias melar.

Ukuran ini bahkan lebih tipis dari ponsel-ponsel Android yang biasanya memiliki ketebalan 7-9 mm. Tablet ini juga cukup ringan dengan bobot 732 gram.

Secara desain, bodi tablet yang tipis juga terkesan premium karena mengusung pinggiran frame yang flat. Punggung Samsung Tab S9 Ultra yang berwarna abu-abu kehitaman dengan finishing matte juga menambah kesan premium pada tablet ini.

Punggung tablet Samsung Galaxy Tab S9 Ultra tersebut menggunakan material Armor Aluminium dengan finishing matte, bukan mengilap dan memberikan efek cermin.

Saat diusap, permukaan punggung Samsung Tab S9 Ultra ini terasa licin sehingga rawan terlepas saat dibawa menggunakan satu tangan.

Untuk menyiasatinya, pengguna bisa membeli aksesori Book Cover Keyboard Galaxy Tab S9 Ultra seharga hampir Rp 4 juta dengan uang dari kocek sendiri.

Selain sebagai pelindung tablet, Book Cover Keyboard yang sudah dibekali dengan keyboard ini juga bakal memaksimalkan penggunaan tablet seperti laptop saat dalam mode tampilan Samsung DeX. Keyboard pada aksesori tersebut juga sudah dilengkapi dengan trackpad.

Layar yang lega ini memberikan kenyamanan saat melihat konten dan melakukan multitasking di layar.

Namun, di sisi lain, ukuran Samsung Galaxy Tab S9 Ultra yang mencapai 14,6 inci ini juga membuat bodi tablet ini juga ikut bertambah besar. Ini membuat kami kurang nyaman menggunakan atau membawa tablet dengan satu tangan.

Dalam orientasi horizontal (landscape), Samsung Galaxy Tab S9 Ultra memiliki bodi yang bongsor dengan dimensi tinggi 208,6 mm, lebar 326,4 mm, dan ketebalan 5,5 mm.

Untuk penggunaan jangka lama, kami lebih nyaman menggunakan stand/holder tablet atau aksesori Book Cover Keyboard.

Bila menggunakan Book Cover Keyboard, bobot dan ketebalan tablet ini otomatis ikut bertambah, yakni beratnya menjadi hampir 1,4 kg (tablet, Book Cover Keyboard, dan S Pen) serta ketebalannya menjadi sekitar 15 mm.

Dengan bobot ini, Galaxy Tab S9 Ultra masih nyaman dibawa ketika melakukan mobilitas tinggi, ketimbang laptop umumnya. Pasalnya, kami bisa melepas-pasang keyboard magnetik sesuai kebutuhan.

Lalu, ada dua kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 13 MP (Autofocus) dan kamera ultrawide 8 MP, lengkap dengan sebuah lampu LED flash.

Dua kamera depan tablet ini ditempatkan dalam sebuah poni alias notch. Dilihat dari penempatan kamera depan, tablet ini tampak dibuat untuk digunakan dalam orientasi landscape atau horizontal.

Dalam posisi tersebut, letak kamera depan menjadi tepat di atas layar, layaknya webcam sebuah laptop.

Kamera depan tersebut juga dilengkapi dengan mode potrait dengan opsi bokeh. Kamera belakangnya juga dapat menangkap warna dan detail objek dalam kondisi cahaya terang.

Samsung Galaxy Tab S9 Ultra juga menyediakan opsi zoom hingga 8x di aplikasi kamera. Namun sebenarnya, tablet ini tidak dibekali dengan kamera telefoto. Zoom dilakukan lewat pembesaran digital dari kamera utama.

Fitur fotografi lain yang disertakan pada tablet ini meliputi mode potrait, night, panorama, pro, food, hingga hyperlapse.

Ada pula fitur fitur Single Take untuk mengambil foto dan video dalam berbagai mode dengan sekali jepretan. Untuk mode potrait, pengguna bisa mengatur kedalaman efek bokeh sekaligus memilih bentuk efek bokeh yang diinginkan.

Meski sudah ditopang dengan dua tangan, tablet ini masih terasa berat ketika digunakan untuk mengambil foto, apalagi untuk mengambil foto dalam mode portait (vertikal). Namun, hal ini dapat terbayar dengan hasil foto yang terbilang bagus.

Sebagai alternatif, kami bisa mengambil foto/video dengan ponsel Galaxy kami. Lalu, mengirim file ke tablet Samsung Tab S9 Ultra dengan cepat menggunakan fitur Quick Share.

S Pen ini boleh dibilang sebagai stylus yang serba bisa karena dapat digunakan hampir dalam segala hal. Mulai dari menulis, menggambar, mewarnai, mengambil tangkapan layar, hingga menjalankan perintah air action.

S Pen milik Smasung Galaxy Tab S9 Ultra kini memiliki pressure sensitivity yang mampu membedakan 4.096 tingkat tekanan serta memiliki latensi rendah di angka 2,8 ms.

Menurut pengalaman KompasTekno, hal tersebut membuat pengalaman menulis dengan S Pen di layar Samsung Tab S9 Ultra terasa mirip ketika menulis di atas kertas menggunakan pena biasa.

Layaknya pena, dengan latensi yang rendah ini S Pen juga dapat langsung menampilkan goresan atau tulisan setiap kali pengguna menggunakannya di atas layar. Goresannya juga bisa diatur tebal/tipis hingga model goresan.

Ketika menulis di Galaxy Notes, S Pen juga bisa digunakan untuk mengonversi tulisan tangan menjadi tulisan teks komputer.

Namun, tulisan tangan pengguna diusahakan harus jelas membentuk huruf alfabet. Tujuannya agar dalam proses konversi, tulisan tangan pengguna bisa dikenali dan diubah secara sempurna ke tulisan teks komputer.

Kemampuan mengonversi tulisan tangan ke teks komputer ini akan sengat berguna bagi orang yang gemar membuat catatan, draft, atau karya dengan cara menulis dengan tangan.

Dengan menulis menggunakan S Pen di Samsung Galaxy Tab S9 Ultra, mereka tak perlu mengetik ulang hasil tulisannya, cukup dikonversikan saja.

Secara umum, menurut kami, penggunaan S Pen untuk menulis, menggambar, atau berkreasi di layar tablet sudah terasa optimal.

Hal ini tidak mengherankan, karena Samsung memang sudah sejak lama mengembangkan S Pen untuk mendukung beberapa perangkatnya, termasuk lini tablet Galaxy Tab S, ponsel Galaxy Note, dan yang terbaru ponsel Galaxy S Ultra.

Di Samsung Galaxy Tab S9 Ultra, S Pen bisa digunakan untuk menggambar, menulis, dan berkreasi di berbagai aplikasi, di antaranya Samsung Notes, Canva, PenUp, Noteshelf, serta Clip Studio.

Penggunaan S Pen di Samsung Tab S9 Ultra semakin nyaman digunakan karena stylus ini terbilang sangat ringan dengan bobot 8 gram saja.

Kami juga tak perlu repot bolak-balik mengisi daya S Pen ini. Karena sepengelaman KompasTekno, baterai 0,35 mAh pada S Pen Galaxy Tab S9 Ultra sudah tahan dipakai hingga seharian.

Dengan teknologi ini, S Pen juga dapat berfungsi seperti tongkat ajaib yang bisa melakukan air actions. Air Actions sendiri adalah perintah dengan gestur tertentu tanpa menyentuh layar.

Air Actions yang bisa dijalankan melalui S Pen bermacam-macam, bergantung dengan aplikasi yang tengah dijalankan.

Misalnya, ketika menonton film di Netflix atau menonton konten video di platform streaming lainnya, pengguna tidak usah repot-repot bolak-balik menekan layar untuk menjeda dan memulai (pause & play) film. Sebab, pengguna cukup mengeklik tombol yang ada di S Pen sebanyak satu kali untuk play atau pause video.

Lalu, untuk mengatur volume, pengguna tinggal menekan tombol sambil melakukan gestur ke atas (menaikan volume) atau sambil melakukan gestur ke bawah (menurunkan volume). S Pen juga bisa digunakan untuk memotret atau merekam video dari jarak jauh.

Untuk menyimpan S Pen, Samsung Tab S9 Ultra sebenarnya tidak memiliki kompartemen khusus.

Pengguna bisa menempelkan S Pen di area magnetis di bagian frame dekat kamera selfie. Dengan begitu, S Pen tidak mudah tercecer sekaligus masih gampang diraih saat menggunakan tablet.

Pengguna juga bisa menempelkan S Pen di area bermagnet berbentuk oval memanjang yang segaris dengan modul kamera belakang di punggung tablet. Di sana, pengguna bisa menempelkan sekaligus mengisi daya S Pen.

Jika ingin lebih aman, ada baiknya mempertimbangkan Book Cover yang menyediakan tempat untuk menyimpan S Pen.

KompasTekno sendiri lebih banyak menghabiskan waktu menggunakan perangkat ini dalam mode Samsung DeX. Mode DeX sendiri juga diaktifkan lewat menu Settings atau via ikon DeX di quick settings yang menyatu dengan area notifikasi.

Layaknya di laptop, deretan ikon aplikasi yang sedang berjalan akan ditampilkan di taskbar di sisi tengah bagian bawah. Lalu ada app drawer di pojok kiri bawah serta menu settings dan informasi waktu di pojok kanan layar.

Pengguna bisa leluasa berpindah-pindah antara mode tampilan DeX maupun antarmuka OneUI 5.1 standar.

Dalam kasus Book Cover Keyboard, kami hanya perlu mengaitkan konektor 3-pin khusus yang ada di bawah tablet dengan konektor yang ada pada Book Cover. Konektor ini terbuat dari magnet sehingga mudah untuk dipasang maupun dilepas.

Ketika sudah menyatu, kami bisa langsung menggunakan keyboard pada Book Cover Keyboard secara langsung, tanpa perlu menyetel pengaturan tambahan apapun.

Di bagian atas keyboard terdapat deretan tombol functions key yang dapat menjalankan berbagai macam fungsi maupun shortcut seperti pengaturan volume dan kecerahan layar, hingga menjalankan mode DeX.

Keyboard tersebut juga mendukung berbagai perintah lewat tombol shortcut layaknya di laptop. Misalnya, seperti "Command" + "panah ke kanan/kiri" untuk mengaktifkan fitur split screen, "Command" + "Shift" + "S" untuk melakukan screenshot layar, dan tombol shortcut lainnya.

Trackpad bawaan yang ada pada Book Cover Keyboard juga terasa nyaman saat digunakan. Trackpad ini sudah mendukung berbagai gestur seperti di laptop pada umumnya.

Misalnya, gestur dua jari ke atas dan ke bawah untuk menggulirkan layar ke atas dan ke bawah. Lalu gestur menarik dua jari (pinch) ke arah dalam atau ke arah luar untuk melakukan zoom out dan zoom in, serta gestur lainnya.

Bila tak ingin mengeluarkan Rp 4 juta untuk membeli Book Cover Keyboard, pengguna bisa menggunakan keyboard bluetooth lain untuk menunjang penggunaan tablet dalam tampilan desktop laptop pada mode Samsung DeX.

Jika diinginkan, bisa juga menyambungkan mouse secara nirkabel via Bluetooth atau dongle 2.4 GHz lewat port USB C.

Hal ini dikarenakan tablet ini memiliki fitur multitasking dan produktivitas yang serba ada, sehingga memudahkan pekerjaan pengguna.

Misalnya, tablet ini memiliki fitur split screen bawaan. Di Galaxy Tab S9 Ultra, dengan mode OneUI 5.1, fitur split screen memungkin pengguna untuk membuka tiga aplikasi secara bersamaan dalam satu layar.

Sementara dalam mode Samsung DeX, pengguna bisa membuka empat aplikasi sekaligus. Rasio split screen masing-masing jendela bisa diatur sesuai keinginan pengguna.

Tablet ini juga mendukung fitur jendela mengambang (floating window). Fitur ini memungkinkan pengguna membuka aplikasi di atas jendela split screen. Dengan begitu, semakin banyak aplikasi yang bisa dibuka secara bersamaan.

Sepengalaman KompasTekno, semua aplikasi yang sudah diunduh di tablet kompatibel untuk dibuka dalam fitur split screen. Mulai dari Galaxy Notes, YouTube, Google Chrome, media sosial (TikTok, Instagram, dll), Zoom, aplikasi kamera, Play Store, kalkulator, dan lainnya.

Namun, aplikasi video-on-demand seperti Netflix, HBO, Disney+, serta Instagram memang tidak bisa dibuka dalam tampilan split screen.

Dukungan split screen ini memudahkan kami untuk menyelesaikan pekerjaan atau mengerjakan beberapa aktivitas secara bersamaan. Selain itu, ini juga dapat menghemat waktu kami karena kami tidak perlu repot bolak-balik membuka jendela aplikasi yang tengah digunakan.

Di Samsung Tab S9 Ultra, kami bisa menulis artikel, sembari browsing internet dan membalas chat WhatsApp, sekaligus menghadiri virtual meeting di Zoom. Keempat aktivitas tersebut bisa dilakukan secara bersamaan dengan fitur split screen.

Caranya, pertama-tama, kami hanya perlu membuka membuka jendela Galaxy Notes. Selanjutnya, kami tinggal menggeser bilah aplikasi yang ada di sebelah kanan layar.

Lalu, kami hanya perlu menarik (drag) dan melepas (drop) aplikasi Chrome, WhatsApp, dan Zoom di layar, secara bergantian.

Meski membuka empat jendela sekaligus, kami tetap dapat melihat konten dengan nyaman. Hal ini dikarena Samsung Galaxy Tab S9 Ultra dibekali dengan layar yang sangat lega.

Salah satunya dengan fitur "continue on another app". Fitur ini membuat kami bisa dengan mudah melanjutkan pekerjaan di tablet Galaxy Tab S9 Ultra di ponsel Samsung Galaxy, atau sebaliknya.

Misalnya, kami bisa melakukan copy (salin) dan paste (tempel) antar-perangkat Samsung Galaxy, baik tablet maupun smartphone, bisa dilakukan hanya dengan satu klik.

Dengan fitur tersebut, kami tinggal menyalin tulisan yang diinginkan di ponsel Galaxy, lalu klik paste (tempel) di tablet Samsung Tab S9 Ultra, atau sebaliknya.

Ini sangat berguna ketika kami melakukan browsing di smartphone Samsung Galaxy, dan ingin melanjutkannya di tablet atau sebaliknya.

Pengguna hanya perlu mengaktifkan fitur "continue on another app" dengan cara buka "Settings" > "Advanced features" > geser toggle ke arah on untuk menyalakan "continue on another app".

Pengguna juga perlu memastikan bahwa Samsung Galaxy Tab S9 Ultra dan ponsel Galaxy miliknya terhubung dengan jaringan WiFi yang sama, menggunakan akun Samsung yang sama, dan mengaktifkan Bluetooth.

Pengguna ponsel Galaxy juga bisa memanfaatkan fitur Quick Share. Fitur ini memungkinkan pengguna mengirim berbagai file seperti foto, video, dokumen, dan lainnya ke tablet Samsung Galaxy S9 Ultra (atau sebaliknya) dalam hitungan detik.

Selain hemat waktu, fitur "continue on another app" dan Quick Share ini membuat kami tak usah repot-repot mengirim hasil salinan tulisan di smartphone Galaxy ke tablet Galaxy Tab S9 Ultra (atau sebaliknya) lewat platform lain, misal lewat WhatsApp, e-mail, atau Google Docs.

Chipset tersebut dipasangkan dengan RAM 12 GB dan penyimpanan media sebesar 256 GB. Bila dirasa kurang, perangkat ini sudah dilengkapi fitur RAM Plus untuk mengekspansi kapasitas RAM dengan RAM virtual hingga 8 GB. Lalu penyimpanan media perangkat ini juga bisa ditambah hingga 1 TB menggunakan kartu microSD.

Saat pemakaian kurang lebih tiga minggu ini, kami mengandalkan Galaxy Tab S9 Ultra sebagai perangkat utama, hampir menggantikan laptop harian kami.

Misalnya, kami menggunakan tablet ini untuk penunjang kerja, seperti berselancar di internet, mendengarkan musik, serta menulis artikel selama 8 jam kerja.

Kami juga mengandalkan Samsung Tab S9 Ultra untuk mengedit konten video di aplikasi Capcut untuk keperluan media sosial KompasTekno.

Kami bisa mengedit video 1080p (Full HD) hingga resolusi 4K selama 4-6 jam. Namun, tablet ini bisa berjalan dengan lancar dan tidak panas, meski digunakan untuk mengedit video, men-download materi video, hingga menjalankan aplikasi lain secara bersamaan.

Kami juga mengandalkan Samsung Galaxy Tab S9 Ultra untuk mencari hiburan seperti maraton film/series di Netflix dan bermain game game populer, seperti Mobile Legends, Asphalt 9, hingga Genshin Impact.

Hasilnya, sejauh ini, performa Samsung Tab S9 Ultra terbilang mulus, cepat, tanpa frame drop. Selama penggunaan, kami belum pernah mengalami kondisi perangkat panas ataupun mengalami error yang mengharuskan kami untuk melakukan restart secara paksa.

Menurut data di aplikasi benchmark Geekbench 6, Snapdragon 8 Gen 2 for Galaxy ini memiliki 8 inti yang terdiri dari 3 core dengan clock speed 2,02 GHz, 4 core dengan clock speed 2,8 GHz, serta 1 core dengan clock speed 3,36 GHz.

Untuk kinerja visual, CPU tersebut dipadukan dengan pengolah grafis (GPU) Adreno 740 yang memiliki kecepatan 719 MHz.

Lantas, seberapa tangguh kinerja tablet premium terbaru Samsung tersebut, terutama untuk model teratas Samsung Galaxy Tab S9 Ultra versi Indonesia?

Untuk mengetahui jawabannya, KompasTekno melakukan uji benchmark secara mandiri untuk melihat kemampuan Samsung Tab S9 Ultra.

Pengujiannya mengandalkan sejumlah aplikasi benchmark smartphone dan tablet populer, seperti AnTuTu versi 10, Geekbench 6, 3DMark, hingga PCMark.

Sebagai catatan, software GeekBench, PCMark, dan 3DMark menguji kinerja CPU perangkat. Sementara AnTuTu menguji performa CPU, GPU, dan RAM.

Dalam pengujian PCMark seperti gambar di atas, Samsung Galaxy Tab S9 Ultra 5G menghasilkan skor 49.801 poin untuk mode "Storage 2.0". Kemudian 15.790 poin untuk mode "Work 3.0". Angka ini tergolong cukup tinggi untuk sebuah perangkat tablet.

Untuk pengujian Geekbench 6, Samsung Galaxy Tab S9 Ultra mendapatkan skor 2.103 poin untuk pengujian CPU single-core, serta 5.588 poin untuk pengujian multi-core.

Adapun nilai benchmark tertinggi disumbang oleh kemampuan GPU dengan skor 600.425 poin dan kemampuan CPU sebesar 399.390 poin.

Terakhir, uji coba dilakukan dengan software 3DMark. Dalam pengujian mode "Wild Life", Samsung Tab S9 Ultra mendapatkan keterangan "your device is too powerfull for this test" (perangkat Anda terlalu kuat untuk tes ini).

Makanya, hasil tes hanya menunjukkan keterangan "Maxed out" (maksimal) tanpa ada skor angka yang ditampilkan. Adapun frame rate ponsel ini juga dikategorikan sebagai "Maxed out" (maksimal).

Namun, bila melihat keterangan hasil benchmark lebih lanjut, selama pengujian tablet ini memiliki frame rate dari 40-109 FPS.

Dari hasil pengujian tersebut, kinerja Samsung Tab S9 Ultra (Snapdragon 8 Gen 2 for Galaxy) hampir dua kali lipat lebih kencang dibandingkan pendahulunya, Galaxy Tab S8 Ultra (Snapdragon 8 Gen 1).

Sebelumnya, kami menyalakan fitur "Show refresh rate" untuk menunjukkan apakah game yang dimainkan sudah mendukung refresh rate 120 Hz atau belum. Demikian juga Game Booster yang aktif untuk memastikan performa maksimal.

Secara garis besar, Samsung Galaxy Tab S9 Ultra bisa dibilang sangat asyik dipakai untuk bermain game. Pengalaman bermain game di tablet seukuran laptop ini juga bisa dibilang cukup memuaskan, terutama dalam hal kinerja dan tampilan grafis.

Dengan area pandang 14,6 inci, layar tablet ini tentunya bisa menampilkan elemen visual yang lebih banyak dari smartphone dan tablet kebanyakan. Pengguna jadi lebih puas dan dimanjakan dengan tampilan visual game.

Dengan begitu, tampilan game akan semakin cantik, dan efek animasi yang ditampilkan game pun akan lebih memanjakan mata.

Biasanya, pengaturan grafis tertinggi di dalam suatu game dijuluki dengan pengaturan "rata kanan", artinya game bikinan Hoyoverse ini bisa dimainkan dengan pengaturan grafis rata kanan.

Ketika bermain Genshin Impact dengan pengaturan seperti ini (varian Galaxy Tab S9 Ultra yang kami pegang adalah RAM 12 GB dan storage 256 GB), frame rate yang didapat stabil di angka tertinggi 120 Hz.

Kami pun bisa bermain Genshin Impact dengan mulus. Namun, bila terlalu lama bermain di mode rata kanan, tablet ini akan mulai panas.

Kami juga bermain game balap mobil Asphalt 9 di Samsung Tab S9 Ultra. Ponsel ini mampu menjalankan game tersebut dengan lancardengan pengaturan grafis "High Quality".

Selama bermain Asphalt 9, refresh rate layar mentok di angka tertinggi 120 Hz. Dengan pengaturan tersebut, kami bisa bermain dengan animasi dan efek balapan mobil yang mulus.

Tampilan dan performa tablet ini bisa diandalkan. Namun, dari aspek ergonomis, tablet ini kurang nyaman dipakai untuk bermain game karena layarnya yang terlalu besar.

Berbeda dengan smartphone, ketika layar tablet berada dalam mode horisontal, letak tombol kontrol analog dan tombol fungsi akan lebih jauh, sehingga pengguna bisa kesulitan untuk menggenggam perangkat dengan nyaman.

Namun, pengguna bisa mengakalinya dengan menggunakan keyboard dari Smart Cover Keyboard atau keyboard bluetooth.

Fitur ini menjadi salah satu spesifikasi istimewa yang dimiliki tablet ini. Sebab, sertifikasi IP68 ini menjadikan Samsung Tab S9 series sebagai tablet pertama bikinan Samsung yang tahan air.

Berkat fitur IP68, Samsung Galaxy Tab S9 Ultra dan S Pen bisa bertahan di dalam air dengan kedalaman maksimal 1,5 meter selama 30 menit.

Ketika dijajal KompasTekno seperti video TikTok di bawah, Samsung Galaxy Tab S9 Ultra masih bisa berfungsi di dalam air, seperti video TikTok di bawah.

Kami bisa membuka aplikasi Samsung Notes, lalu mencorat-coretnya dengan S Pen dengan normal. Kami juga bisa membuka kamera dan berfoto seperti biasa.

Ketika di dalam air, sentuhan layar dengan jari tidak begitu optimal. Namun pengguna bisa menggunakan stylus S Pen untuk mengoperasikan tablet dengan lancar.

Dengan dukungan IP68, pengguna tak perlu khawatir ketika menggunakan tablet Samsung Tab S9 Ultra dibawah rintik hujan atau ketika tablet jatuh ke dalam air.

Seperti dijelaskan sebelumnya, KompasTekno lebih sering menggunakan tablet ini untuk multitasking dalam mode Samsung DeX. 

KompasTekno paling sering menggunakan beberapa aplikasi sekaligus, yakni peramban Chrome, Samsung Notes, aplikasi edit foto Picsart, aplikasi edit video Capcut, ChatGPT, aplikasi untuk kolaborasi saat kerja Trello, hingga YouTube Music untuk mendengarkan musik sepanjang waktu.

Kami juga membuka berbagai media sosial seperti Instagram, TikTok, hingga WhatsApp. Selepas kerja, kami biasanya menggunakan perangkat ini untuk menonton video di YouTube atau film di Netflix.

Dalam penggunaan harian, biasanya kami membuka masing-masing aplikasi selama dua hingga 4 jam, seperti gambar di atas.

Dengan skenario penggunaan tersebut, pada akhir hari, Samsung Tab S9 Ultra dengan baterai terisi penuh 100 persen, ternyata sanggup bertahan selama hampir 16 jam dengan screen on time (waktu layar menyala) selama hampir 10,5 jam.

Pada akhir hari, daya tablet tersisa 8 persen yang diestimasikan masih bisa bertahan hingga 2,5 jam.

Perlu dicatat, screen-on time hingga lebih dari 10 jam itu bisa kami nikmati ketika kami menyetel adaptive refresh rate layar ke angka tertinggi 120 Hz. Bila menyetel refresh rate ke angka standar 60 Hz, secara teori, baterai akan lebih hemat daya dan waktu penggunaan pun akan lebih panjang.

Dengan skenario yang lebih berat itu, Samsung Galaxy Tab S9 memiliki screen on time (waktu layar menyala) selama 7 jam 12 menit, sebelum baterai tersisa 8 persen.

Dengan skenario pemakaian yang lebih berat ini, kami perlu mengecas tablet sebanyak dua kali untuk penggunaan seharian.

Secara teori, layar Samsung Tab S9 Ultra sudah dibekali dengan adaptive refresh rate 1-120 Hz, yang dapat menyesuaikan konten yang tengah ditampilkan di layar. Namun, untuk lebih lebih menghemat daya baterai, pengguna bisa menyetel angka refresh rate layar Samsung Galaxy Tab S9 Ultra di 60 Hz saja saat aktivitas harian.

Pengguna bisa mengubah angka refresh rate ke angka paling tinggi 120 Hz saat ingin menonton film, bermain game, atau saat bermain media sosial saja.

Dari tiga model Samsung Galaxy Tab S9 series yang dipasarkan di Indonesia, Samsung Tab S9 Ultra memang dibekali dengan kapasitas baterai paling besar, yaitu 11.200 mAh. Namun, baterai besar yang dapat bertahan cukup lama tersebut juga harus dibayar dengan waktu pengisian yang tak sebentar.

Sebenarnya, Galaxy Tab S9 Ultra ini sudah mendukung pengisian daya cepat SuperFast Charging 45 watt.

Namun, untuk bisa menikmatinya, pengguna harus mengeluarkan uang dari kocek sendiri untuk membeli adapter charger SuperFast Charging 45 watt secara terpisah. Hal ini mengingat Samsung sudah tidak lagi menyertakan kepala charger dalam kotak pembelian Galaxy Tab S9 Ultra.

Sehari-hari, kami menggunakan adapter charger keluaran daya 120 watt untuk mengisi baterai 11.200 mAh pada tablet ini. Dengan adapter tersebut, pengisian daya baterai Galaxy Tab S9 Ultra dari 19 persen hingga terisi penuh 100 persen membutuhkan waktu sekitar 3 jam 14 menit. 

Secara bawaan, empat speaker tablet ini bisa menghasilkan suara yang kencang dan jernih. Kami bisa mengaktifkan fitur "Dolby Atmos" secara manual melalui panel quick settings, untuk mengoptimalisasi suara yang dihasilkan.

Dalam mode landscape, empat speaker yang terletak di sisi kiri dan kanan tablet bakal bisa memberikan efek surround sound (suara kitar) 360 derajat dengan suara yang kencang. Ini membuat kami betah ketika menonton film/series dan mendengarkan lagu selama berjam-jam.

Lanjut membahas tombol dan port. Di sisi kanan tablet, terdapat tombol daya, tombol pengatur volume, serta laci SIM (satu nano-SIM 5G dan satu microSD hingga 1 TB). Bagian ini akan berada di sisi atas ketika tablet digunakan dalam orientasi horizontal (landscape).

Seperti perangkat high end dari Samsung lainnya, Galaxy Tab S9 Ultra ini sudah tidak dibekali dengan port audio jack 3.5mm.

Sebenarnya, bagi kami, absennya fitur ini tidak menjadi masalah serius. Sebab, kami sudah lebih banyak menggunakan tekologi Bluetooth saat menikmati konten audio, entah menggunakan headset wireless atau speaker Bluetooth.

Namun, tidak adanya colokan audio 3.5mm bakal merepotkan bagi pengguna yang masih mengandalkan earphone atau headset kabel. Alternatifnya, pengguna bisa membeli adapter USB type C ke audio jack 3.5mm untuk tetap bisa menikmati audio menggunakan earphone atau headset kabel.

Fitur lain yang dibawa tablet ini termasuk dukungan konektivitas 5G, WiFi 6E, WiFi Direct, Bluetooth 5.3, serta tiga buah mikrofon untuk menangkap suara yang jelas.

Perangkat ini akan menjadi pilihan menarik bagi mereka yang mengutamakan ukuran pada sebuah tablet. Bodi tablet yang tipis dan cukup ringan juga bisa menjadi pertimbangan pengguna bila ingin memiliki tablet yang tetap nyaman dibawa untuk mobilitas tinggi.

Samsung Galaxy Tab S9 Ultra juga cocok bagi mereka yang memiliki tingkat produktivitas yang tinggi, serta membutuhkan perangkat dengan fitur yang serba ada. Seperti disebut di tas, tablet ini membawa banyak fitur produktivitas dan multitasking yang lengkap untuk menunjang keseharian pengguna.

Mulai dari fitur split screen bawaah, integrasi dengan ponsel Galaxy, hingga S Pen serba bisa untuk menulis, menggambar, dan lainnya.

Penggunaan sehari-hari makin nyaman karena tablet ini juga dilengkapi dengan tampilan layar yang jernih, empat speaker yang kencang dan jernih, serta kamera yang bagus.

Kinerja tablet yang diotaki chipset Qualcomm Snapdragon 8 Gen 2 for Galaxy ini juga bisa diandalkan dalam penggunaan sehari-hari termasuk untuk multitasking dan menjalankan aplikasi berat, seperti untuk browsing, video call, mengedit video, membuat dan mengedit dokumen, bermain game mobile berat, hingga menonton film atau video.

Pengguna juga tidak perlu khawatir soal memori karena tablet ini dibekali RAM 12 GB dengan storage 256 GB. Pengguna juga bisa menambah kapasitas memori dengan slot microSD hingga 1 TB.

Dengan Samsung Tab S9, pengguna ibaratnya memiliki dua fungsi dalam satu perangkat, yakni tablet dan laptop. Ketika ingin tampilan seperti desktop, pengguna tak perlu pindah ke laptop atau komputer. Pengguna cukup mengaktifkan mode Samsung DeX bawaan saja di Samsung Tab S9 Ultra. 

Untuk memaksimalkan pengalaman memakai tablet layaknya laptop, aksesori Book Cover Keyboard yang dijual terpisah seharga hampir Rp 4 juta ini agaknya wajib dilirik pengguna.

Sebab, ini merupakan aksesori all-in-one agar pengguna bisa menikmati keyboard, trackpad, kompartemen penyimpanan S Pen, dan casing untuk melindungi tablet dalam satu kesatuan.

Namun, harga Samsung Galaxy Tab S9 Ultra yang mencapai Rp 20 juta, ditambah dengan Book Cover Keyboard seharga hampir Rp 4 juta, membuat harga tablet ini sudah setara seperti laptop premium Rp 20 jutaan.

Aspek harga ini menjadi poin yang mesti dipertimbangkan calon pembeli Samsung Galaxy Tab S9 Ultra.

Namun, jika menginginkan tablet Android dengan layar seukuran laptop, maka Samsung Tab S9 5G dengan segudang fitur yang dibawa rasanya tak akan mengecewakan.

Secara keseluruhan, Galaxy Tab S9 Ultra ini bisa dibilang cocok untuk pengguna yang membutuhkan tablet dengan layar lega, performa yang baik, fitur multitasking serba ada, S Pen serba bisa, tahan air, serta daya tahan baterai yang cukup lama.

Menurut kami, selama lebih dari sebulan menggunak tablet ini, Samsung Galaxy Tab S9 worth it dibeli karena memiliki keunggulan:

+ Layar lega beresolusi tinggi

+ Baterai besar tahan lama

+ Samsung DeX untuk menyulap tampilan tablet seperti desktop

+ Stylus S Pen yang serba bisa

+ Kamera oke, fitur fotografi cukup lengkap

+ Speaker jernih dan kencang

+ Performa mulus

+ Sudah tahan air

+Mendukung jaringan 5G + WiFi 6E

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli Samsung Tab S9 Ultra:

- Harganya seperti laptop kelas atas

- Bobot dan ukuran tablet membuatnya tidak nyaman dibawa dengan satu tangan

- Tidak ada adapter charger bawaan

- Perlu beli Book Cover Keyboard seharga Rp 4 juta untuk memaksimalkan penggunaan tablet sebagai laptop dan untuk pelindung

-Perlu dongle tambahan untuk menyambungkan headset/earphone berkabel

https://tekno.kompas.com/read/2023/10/10/19150057/review-samsung-galaxy-tab-s9-ultra-tablet-serba-ada-dan-layak-jadi-pengganti

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke