Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Konsol Game Legion Go Laris Manis, Lenovo Siapkan Suksesor?

Clifford Chong, Gaming Category Manager Lenovo tampaknya masih enggan gamblang mengatakannya. Namun, dalam sebuah sesi wawancara khusus, Clifford memberikan sedikit kisi-kisi mengenai nasib Legion Go di masa mendatang.

Menurutnya, Lenovo telah melakukan investasi di riset dan pengembangan (research and development/R&D) untuk mengembangkan konsol gaming handheld ini.

"Kalau Anda sudah mencoba Legion Go, ada banyak fitur yang belum pernah ada sebelumya. Jadi kami ingin meningkatnya," kata Clifford.

Ia mencontohkan fitur gyro controller. Fitur ini berfungsi untuk mengendalikan gerakan ketika bermain game agar lebih intuitif.

"Tidak banyak perangkat gaming yang mendukung gyro controller, tapi kami akan terus meningkatkan kemampuan gyro di Legion Go," kata Clifford.

Clifford menambahkan, Lenovo sangat puas dengan respons pasar terhadap Legion Go.

"Kami akan mencoba untuk membawa kembali pengalaman dan fitur tersebut (di Legion Go) di masa yang akan datang," imbuhnya.

Soal pasar konsol gaming, Clifford mengatakan bahwa Legion Go memberikan perspektif baru bagi Lenovo terhadap PC gaming.

Menurutnya, Legion Go adalah PC gaming yang compact dan bisa digenggam. Respons terhadap Legion Go membuktikan bahwa pasar masih antusias dengan perangkat gaming yang compact, seperti Legion Go.

"Mereka sangat senang dengan pengalaman semacam ini. Mereka bisa menghabiskan waktu main game di manapun dan kapanpun. Jadi, ketika meluncurkan Legion Go, kami cukup terkejut betapa antusiasnya konsumen terhadap perangkat gaming semacam ini," jelasnya.

Masih di kesempatan yang sama, Clifford mengatakan bahwa pasar gaming di Indonesia sangat besar dan potensial.

"Tapi mohon maaf, saya tidak bisa memberikan angkanya," ucapnya sembari tertawa.

"Yang kami tahu, pasar gaming di Indonesia terus meningkat," imbuhnya.

Untuk memaksimalkan potensi pasar gaming di Indonesia, Clifford mengatakan tidak ada strategi khusus.

Bagi Lenovo, menurut Clifford, mereka akan berupaya untuk tetap membuat produk yang bagus, meningkatkan awareness terhadap produk tersebut, lalu membiarkan konsumen mencobanya langsung.

"Kalau orang-orang mencoba produknya, ternyata bagus, mereka akan beli lagi. Sebaliknya, kalau ternyata produknya buruk, mereka tidak akan tertarik dan kita kehilangan konsumen," jelasnya.

Potensi pasar gaming di Indonesia salah satunya dibuktikan dengan laris manisnya Legion Go.
Dalam kesempatan berbeda, Consumer Marketing Lead Lenovo Indonesia, Agnasta mengatakan bahwa Legion Go adalah perangkat yang mencetak rekor untuk bisnis Lenovo di Tanah Air.

"Saya tidak menyangka konsumen di sini antusias sekali dengan Legion Go, bahkan pada masa pemesanan (pre-order/PO) di 8 November 2023 lalu, Legion Go menjadi perangkat dengan jumlah pemesan terbanyak sepanjang bisnis Lenovo di Indonesia," kata Agnas kepada KompasTekno beberapa hari lalu.

Namun, Agnas tidak mengumbar berapa unit Legion Go yang terjual di Indonesia pada masa pre order. Ia hanya mengatakan bahwa konsol gaming handheld ini ludes dipesan konsumen hanya dalam waktu kurang dari tujuh hari.

Ia pun mengaku bahwa saat ini, per pertengahan Maret 2024, stok Legion Go sebenarnya sudah habis di gudang Lenovo, dan yang tersisa hanyalah perangkat-perangkat yang dijual oleh para mitra dan distributor.

Meski demikian, mengingat antusias yang cukup tinggi terhadap perangkat gaming tersebut, Agnes memastikan pihaknya akan melakukan penambahan unit Legion Go secara bertahap di Indonesia.

"Semua unit Legion Go di kami sudah terjual habis per sekarang ini, dan karena cukup laku, kami akan melakukan restock dalam beberapa waktu ke depan," pungkas Agnas tanpa menyebut kapan dan berapa unit Legion Go yang akan ditambahkan ke pasar.

https://tekno.kompas.com/read/2024/03/30/13000087/konsol-game-legion-go-laris-manis-lenovo-siapkan-suksesor-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke