Haryanto Taslam: Bubarkan Pansus Orang Hilang!

Kompas.com - 22/10/2008, 13:46 WIB
Editor

JAKARTA, RABU - Mantan politisi PDIP yang pernah menjadi korban penculikan dan penyekapan, Haryanto Taslam, mengatakan dibentuk dan diaktifkannya kembali Pansus Penghilangan Orang secara Paksa sebagai bagian dari manuver politik.

Keputusan DPR untuk 'mempekerjakan' kembali pansus yang dipimpin Effendi Simbolon menjelang Pemilu 2009, lebih kental dengan nuansa politis dibandingkan penegakan hukum yang terkatung-katung.

Hal tersebut diutarakannya kepada wartawan, di Gedung DPR, Rabu (22/10)."Secara hukum sudah ada prosesnya. Keputusan politik bukan hanya di pansus, tapi juga di pemerintahan sekarang. Pansus ini (pansus orang hilang) nggak ada gunanya, jadi bubarkan saja," kata Haryanto.

Sebelumnya, kasus orang hilang dan penculikan aktivis 1997/1998 sudah pernah diproses di Mahkamah Militer Tinggi pada tahun 1999.

Menurut dia, pemerintah saat ini harus berani mengambil alih tanggung jawab sejarah, atas kesalahan pemerintah di masa lalu."Pemerintah juga harus bisa memberikan santunan dan jaminan sosial kepada keluarga korban yang merasakan penantian panjang. Harus ada langkah politik yang konkrit. Kasus penculikan yang terjadi, tidak berdiri sendiri," ujarnya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X