ThinkQuest, Jejaring Sosial Pendidikan di Internet

Kompas.com - 31/03/2009, 17:27 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Jika beberapa jejaring sosial seperti Facebook dan Liveconnection  menawarkan kemudahan berkomunikasi melalui internet, ada satu lagi jejaring sosial yang mengusung platform pembelajaran online. Jejaring sosial yang diberi nama ThinkQuest menawarkan model pembelajaran online dan terlindungi yang memberikan kemampuan bagi para pendidik untuk mengintegrasikan proyek pembelajaran ke dalam kurikulum kelas.Bagi para  pelajar, ThinkQuest memberikan  sarana untuk mengembangkan kemampuan teknologi, kreatifitas, komunikasi, dan kerja tim.

Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Adi Rusli Managing Director Oracle Indonesia saat acara penandatanganan MoU antara Oracle Education Foundation (OEF) dan Dinas pendidikan DKI Jakarta untuk menyebarkan platform ThinkQuest milik OEF ke sekolah-sekolah negeri di DKI Jakarta, Jakarta, Selasa (31/3).

Ia menjelaskan Oracle membuat ThinkQuest sebagai wahana pembelajaran online secara gratis. Menurutnya portal  jejaring sosial ini memiliki fungsi utama sebagai sarana komunikasi antar sekolah. "Sekolah-sekolah yang terdaftar di ThinkQuest dimungkinkan untuk saling berkomunikasi dan bertukar informasi," ujar Adi.

Menurutnya sampai saat ini sudah ada lebih dari 220 ribu pelajar dan guru di 3400 institusi pendidikan di Asia Pasifik yang telah berpartisipasi dalam ThinkQuest. Oleh karena itu menurutnya secara otomatis sekolah-sekolah yang memanfaatkan akses ke ThinkQuest dapat memperluas wawasan dan kebudayaan pelajar di negara lain. Pada kesempatan yang sama, ia juga mengatakan bahwa fitur-fitur yang dibuat pada website ThinkQuest sengaja dibuat agar setiap siswa dan guru dapat berinteraktif dan berkreasi.

"Dalam ThinkQuest disediakan fasilitas chatting, blog, email, sticky pada hasil karya pelajar tersebut didapat dari hasil kompetisi yang akan dilaksanakan setiap tahunnya dalam bentuk project learning. Biasanya kompetisi internasional ini meminta para pelajar yang menjadi peserta untuk membuat tim membuat website yang unik," ujar Adi.

Menurutnya project learning ini diadakan dengan tujuan memancing pelajar untuk berkolaborasi dengan pelajar di negara lain. Selain lomba membuat website biasanya juga diadakan lomba penulisan dalam bahasa Ingggris untuk melatih kemampuan bahasa. 

Sementara itu pada kesempatan yang sama Robert Kayatoe selaku business strategy development director of Oracle Indonesia menjelaskan bahwa website ini adalah portal tertutup yang protecteted. "Kita ingin semua yang tergabung dalam website ini dapat dikontrol,"ujar Robert.

Menurutnya setiap siswa dapat dikontrol dalam menggunakan website. Sebagai contoh, ThinkQuest menyediakan sistem proteksi yang membatasi penggunaan kata-kata kotor. "Setiap mau upload harus ada izin dari guru," tegas Robert.

Ia menjelaskan bagi sekolah yang ingin bergabung ke dalam ThinkQuest bisa langsung mendaftar ke dalam website www.thinkquest.org. Ia menegaskan tidak akan ada biaya sepeser pun untuk bergabung dan memanfaatkan thinkquest.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X