Somasi Sony Corp Berlebihan

Kompas.com - 15/03/2010, 10:51 WIB
Editorwsn

JAKARTA, KOMPAS.com — Somasi yang dilayangkan Sony Corp Jepang terhadap bloger Indonesia, Sony Arianto Kurniawan alias Sony AK, yang menggunakan kata "Sony" dalam situs webnya dinilai berlebihan.

Anggota Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq, mengungkapkan bahwa ribuan atau bahkan puluhan ribu orang memiliki nama "Sony" sebagai nama yang melekat pada dirinya, dan mereka dianggap berhak menggunakan nama itu sebagai nama blog atau situs web pribadinya. "Somasi itu terkesan mengada-ada. Di Indonesia, ada ribuan orang bernama Sony dan mereka berhak menggunakan namanya untuk apa pun," kata politisi PKS ini kepada Kompas.com, Senin (15/3/2010).

Menurut Mahfudz, sepanjang penggunaan nama tersebut tidak mengidentikkan atau mengasosiasikan namanya dengan merek produk perusahaan Sony Inc, hal itu dianggap sah-sah saja. "Tapi baguslah, somasi ini bisa makin memopulerkan komunitas bloger yang sedang berkembang di Indonesia," ujar Mahfudz.

Bloger Indonesia, Sony Arianto Kurniawan, memiliki situs web dengan akun sony-ak.com. Perusahaan elektronik raksasa Jepang, Sony Corp, menilai bahwa penggunaan kata "Sony" melanggar hak cipta yang dimiliki perusahaannya atas nama tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.