Perlindungan Hak Cipta Diadopsi

Kompas.com - 29/09/2010, 16:05 WIB
Editor

YOGYAKARTA, KOMPAS - Mekanisme perlindungan hak cipta penulis seperti diterapkan di sejumlah negara mulai diadopsi di Indonesia. Melalui mekanisme hak reproduksi cipta, penulis akan menerima royalti terhadap penggandaan karyanya, termasuk penggandaan melalui mesin fotokopi. Penggandaan melalui mesin fotokopi diyakini lebih banyak, bahkan melebihi pembajakan.

Saat ini, Indonesia baru mempunyai satu lembaga reproduksi cipta, yaitu Yayasan Reproduksi Cipta Indonesia (YRCI). Lembaga yang baru berdiri November 2009 ini bertindak sebagai pemberi lisensi pengguna karya cipta. Lisensi ini dapat diajukan institusi maupun pihak-pihak yang berpotensi kerap menggandakan buku maupun karya tulis.

"Di luar negeri, lisensi biasanya dimiliki institusi yang berkaitan dengan data, media, sekolah, perguruan tinggi, atau pendidik," kata Ketua YRCI Kartini Nurdin di Yogyakarta, Selasa (28/9).

Menurut Kartini, saat ini, sejumlah penerbit telah mendaftarkan diri sebagai anggota YRCI. Penerbit tersebut juga mem-bawa serta para penulis yang bernaung di dalamnya. Namun, baru satu perguruan tinggi yang terdaftar sebagai pengguna karya cipta.

Kartini mengakui, belum banyak warga maupun lembaga di Indonesia yang memanfaatkan lembaga ini. Padahal, lisensi pengguna karya cipta merupakan bentuk penghargaan kepada penulis buku. Selama ini, nilai penggandaan buku lewat fotokopi diperkirakan lebih tinggi daripada pembajakan sehingga me rugikan penerbit maupun penulis.

Dengan mempunyai lisensi, pengganda membayar sedikit biaya dari buku atau karya yang dia gandakan. Dana ini disalurkan kepada penerbit yang akan membagi dua dengan penulis.

Meringankan

Menurut Kartini, yayasan ini tidak berorientasi mencari dan mengumpulkan keuntungan, tetapi diarahkan untuk memberi perlindungan hak cipta kepada penulis serta meringankan biaya masyarakat yang memang tak mampu membeli buku. "Kami di YRCI bekerja sukarela, biaya yang dipotong dari lisensi hak cipta hanya untuk administrasi," katanya.

Di luar negeri, sistem ini telah berjalan dengan baik. Salah satunya adalah Copyright Agency Limited (CAL) di Australia yang mengelola lebih dari satu juta dollar Australia setiap tahun. Saat ini, CAL telah memberikan lisensi pengguna hak cipta kepada 37 universitas. "Sektor terbesar pengguna hak cipta memang dari pendidikan," kata Michael Lijic dari Hubungan Internasional dan Strategi Digital CAL.

Menurut Michael, universitas pemegang hak cipta dapat mendistribusikan hasil fotokopi maupun karya hak cipta yang diunduh dari internet. CAL didirikan tahun 1970 oleh komunitas penulis di Australia. (IRE)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.