Komputer Divonis Tidak Aman, Pengguna Gugat Symantec

Kompas.com - 12/01/2012, 17:26 WIB
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Sebuah gugatan diajukan terhadap perusahaan keamanan komputer, Symantec Corp, yang dianggap telah membujuk konsumen untuk membeli produknya dengan cara memberikan informasi menyesatkan mengenai kesehatan komputer mereka.

Seorang warga negara bagian Washington, James Gross, mengajukan gugatan ke Pengadilan Distrik di San Jose, California, AS pada Selasa (10/1/2012).

Salinan gugatan, yang diberikan kepada Reuters melalui pengacara Gross, menuduh bahwa Symantec mendistribusikan versi trial produk yang memindai sistem (komputer) konsumen dan selalu memunculkan peringatan adanya sesuatu yang berbahaya, risiko privasi, dan masalah lain yang ada pada PC, terlepas dari kondisi sebenarnya pada mesin.

Seorang wakil Symantec tidak bisa segera mengomentari gugatan, kata Reuters dalam laporannya.

James Gross menggunakan perangkat lunak Norton Utilities, PC Tools Registry Mechanic, dan PC Tools Performance Toolkit, menurut gugatan tersebut.

Norton Utilities dan PC Tools merupakan produk yang oleh Symantec dikatakan dapat membantu meningkatkan kinerja PC dan menjaga privasi aktivitas online.

"Software ini salah menginformasikan kepada konsumen bahwa ada 'masalah prioritas tinggi' dan disamping itu salah menginformasikan kepada konsumen bahwa sistem kesehatan dan kesehatan privasi (komputer) mereka secara keseluruhan rendah," kata Chandler Givens, seorang pengacara dari Edelson McGuire LLP, perusahaan yang mendaftarkan gugatan atas nama Gross.

Symantec, pembuat software antivirus konsumen terkemuka, memproduksi perangkat lunak Norton 360, Norton Internet Security, dan Norton Antivirus.

Gugatan menggambarkan Norton Utilities dan PC Tools sebagai bentuk "scareware", jenis umum dari perangkat lunak "berbahaya" yang memunculkan pesan-pesan pop-up berisi bahwa komputer pengguna terinfeksi sebuah virus, demikian Reuters.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.