Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/08/2012, 15:37 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

KOMPAS.com - Perseteruan Apple dan Samsung melebar ke banyak penjuru dunia. Dalam pengadilan sengketa paten di Australia, Samsung menuding pengacara Apple  telah bertemu secara diam-diam dengan sejumlah saksi ahli dari sebuah kasus sengketa paten.

Di Australia,  kedua raksasa elektronik tersebut berselisih perihal tuduhan Samsung bahwa Apple telah melanggar tiga buah paten 3G milik perusahaaan korea itu melalui produk iPhone 4, iPhone 4S, dan iPad 2.

Laporan para saksi ahli sudah difinalisasi tanggal 1 Agustus lalu, tetapi kemarin malam Samsung kemudian menerima permintaan revisi laporan ("joint errata expert report") yang bertujuan merevisi laporan yang sudah disampaikan oleh dua orang saksi ahli.

Pengacara Samsung Katrina Howard mengatakan bahwa Samsung mengetahui tindakan pengacara Apple bertemu diam-diam dengan salah satu saksi ahli untuk mengubah pendapatnya. Pada akhirnya, ada dua saksi ahli yang ingin merevisi laporan mereka.

"Pengacara-pengacara Apple mengatur pertemuan, di mana saksi ahli tersebut diminta mengubah pandangannya," ucap Howard kepada Hakim Annabelle Bennett.

Howard mengatakan bahwa permintaan revisi itu seharusnya tidak boleh diajukan kemarin malam. Apabila kedua saksi ahli tersebut ingin mengubah pendapat mereka setelah disampaikan secara resmi, saksi ahli yang bersangkutan harus bersaksi di depan pengadilan dan menjelaskan alasan perubahan pendapatnya.

Menurut Howard, tindakan Apple ini bisa memengaruhi proses pengadilan di mana para saksi ahli dibawa ke sidang untuk menyampaikan bukti dan menjalani pemeriksaan silang. Hakim Bennett mengatakan bahwa Samsung bisa turut memeriksa saksi ahli mengenai penyebab mereka mengubah pendapat.

Dari sisi yang berseberangan, kuasa hukum Apple Steven Burley mengatakan bahwa permintaan revisi laporan sebanyak dua halaman dari pihaknya itu hanya berisi dua perubahan kecil yang hendak diterapkan pada laporan saksi ahli.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.