Kompas.com - 23/08/2012, 16:35 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

KOMPAS.com — Lewat Street View di Google Maps, pengguna bisa melakukan jalan-jalan virtual ke berbagai lokasi di dunia. Mulai dari Paris, San Francisco, hingga Tokyo.

Dalam waktu dekat, daftar wilayah yang bisa "dikunjungi" itu akan bertambah. Tak hanya kota-kota besar, tapi juga wilayah terpencil yang sulit dicapai.

Salah satunya adalah Cambridge Bay, sebuah desa di wilayah Nunavut. Bagian dari Kanada ini masih tercakup dalam kawasan Arktik, yaitu wilayah yang mengelilingi Kutub Utara.

Meski hanya memiliki 1.500 penduduk dan beberapa jalan raya, Cambridge Bay dan Nunavut menyimpan kisah sejarah dan warisan budaya berusia ribuan tahun.

"Kami akan menggelar misi untuk menyampaikan kisah dan membangun peta paling komprehensif dari wilayah itu," ujar Karin Tuxen-Bettman dari tim Google Earth di blog resmi Google.

Program ini digelar Google bekerja sama dengan Nunavut Tunngavik, sebuah organisasi nirlaba. Chris Kalluk, aktivis dari Nunavut Tunngavik, menjadi tuan rumah kegiatan itu.

Awalnya, mereka menggelar Map Up di Cambridge Bay. Masyarakat sekitar diundang untuk memetakan wilayah mereka dengan peranti Google, seperti Chromebook dan Map Maker.  

Mulai dari para tetua adat, pakar pemetaan setempat, hingga anak sekolah berkumpul untuk menambahkan lokasi-lokasi penting di wilayah itu. Mereka memetakan jalan, sungai, dan danau. Mereka juga memetakan rumah sakit, lapangan golf, dan taman. Tak lupa, mereka juga memetakan lokasi sisa-sisa rumah prasejarah dari batu yang berumur ribuan tahun.

Setelah itu, sepeda roda tiga Street View milik Google pun dikayuh pada jalan-jalan berbatu di Cambridge Bay: menangkap pemandangan sekitar dan memungkinkan pengguna Google Maps di seluruh dunia menyaksikannya kelak.

Chris dan kawan-kawan, menurut Karin Tuxen-Bettman, akan diajari cara menggunakan beberapa perlengkapan Google. Mereka akan melanjutkan upaya memetakan wilayah Nunavut ke komunitas lain yang ada di sana.

"Ini adalah wilayah yang memiliki khazanah pengetahuan lokal dan sejarah yang kaya. Dengan alat (Google) di tangan masyarakat, kami akan bisa menyampaikan kisah Nunavut ke dunia," ujar Chris.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.