Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jokowi Prihatin Indonesia Hanya Punya 2 dari 320 "Supplier" Produk Apple

Kompas.com - 07/05/2024, 16:30 WIB
Dian Erika Nugraheny,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan rasa keprihatinannya menyoal minimnya supplier perangkat asal Indonesia yang mampu menembus dunia.

Secara spesifik, Jokowi mencontohkan pada produk Apple, di mana dari 320 supplier Apple dari seluruh dunia, hanya dua supplier yang berasal dari Indonesia.

Informasi itu didapatkan Jokowi saat bertemu CEO Apple, Tim Cook di Istana Kepresidenan di Jakarta, akhir April lalu.

Jokowi juga membandingkan Indonesia dengan negara-negara ASEAN yang juga menjadi supplier Apple, di mana Filipina ada 17 supplier, dari Malaysia 19 supplier, dari Thailand 24 supplier, dari Vietnam 72 supplier.

"Padahal, kalau di ASEAN gross domestic product (GDP) kita paling besar 46 persen (dari) GDP ASEAN itu ada di Indonesia. Tapi untuk supplier kita tadi hanya dua," ujar Jokowi saat meresmikan Indonesia Digital Test House (IDTH) Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi di Tapos, Depok, Selasa (7/5/2024).

Baca juga: Fanboy Harap Bersabar, Apple Store di Indonesia Masih Sebatas Janji

Jokowi pun meminta agar jumlah supplier asal Indonesia ke depan jumlahnya dapat bertambah. Salah satu upaya yang bisa dilakukan yakni dengan meningkatkan kemampuan industri teknologi lokal.

Hal ini diharapkan agar ke depan Indonesia tidak hanya menjadi target market produk elektronik global, tetapi juga menjadi pemain rantai pasok teknologi global.

"Saya tekankan kita tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi saja. Kita tidak ingin menjadi pasarnya mereka, kita ingin menjadi pemain kunci dalam rantai pasok teknologi global dan tentu saja ini harus ada keberanian harus ada terobosan-terobosan yang kita lakukan," ungkapnya.

Investasi tergolong kecil

Indonesia juga nampaknya belum terlihat menarik di mata Apple. Terbukti hingga sekarang, meski pasar produk Apple tergolong besar di Tanah Air, perusahaan berlogo Apple tergigit itu belum juga membuka pabrik perakitan atau toko resminya (Apple Store) di Indonesia.

Jumlah investasi yang digelontorkan Apple di Indonesia juga tergolong kecil jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lain yang dikunjungi Tim Cook.

Di Vietnam, Apple dikabarkan sudah menggelontorkan sekitar 400 triliun dong Vietnam atau setara sekitar Rp 255 triliun.

Baca juga: Bukti Investasi Apple Rp 1,6 Triliun di Indonesia Masih Sekadar Janji

Nilai itu terasa jauh jika dibandingkan dengan investasi yang ditanamkan Apple di Indonesia, yakni Rp 1,6 triliun saja.

Sementara di Singapura, Apple mengumumkan rencana investasi senilai lebih dari 250 juta dollar AS (sekitar Rp 4 triliun).

Terlepas dari perbedaan nilai investasi Apple di Indonesia dan Vietnam, Vietnam sendiri memang sudah menjadi wilayah yang penting bagi Apple.

Pasalnya, Vietnam sudah jadi pusat manufaktur utama perusahaan, sebagaimana disampaikan CEO Apple, Tim Cook saat bertemu dengan Perdana Menteri Vietnam, Pham Minh Chinh 16 April lalu.

Indonesia juga berkeinginan agar Apple mau membuat pabriknya sendiri di Tanah Air.

Dalam pertemuan Tim Cook dengan Presiden Jokowi, pemerintah Indonesia juga mendesak meminta Apple supaya bisa agar membangun pabrik atau melakukan proses manufaktur di Indonesia, mengingat produk Apple yang cukup laris di Tanah Air.

Editor: Dani Prabowo

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com