"Gangnam Style" dan Sindiran Urban PSY

Kompas.com - 22/09/2012, 07:13 WIB
EditorHeru Margianto

”Gangnam menimbulkan rasa iri hati dan tidak suka. Warga Gangnam adalah kelas atas Korsel, tapi orang Korsel menganggap mereka egois, tanpa rasa noblesse oblige,” kata Kim Zakka, kritikus musik pop di Seoul.

Dengan gaya yang konyol, lagu PSY membicarakan hal-hal itu. PSY dianggap jauh sekali dari gaya hidup Gangnam alias ”Gangnam Style”. ”Saya tidak tampan, saya tidak tinggi, saya tidak kekar, saya tidak kurus,” kata PSY baru-baru ini di acara TV AS, Today.

Lagu ”Gangnam Style”, menurut kritikus musik Baak Eun-seok, menggambarkan hubungan ”benci tapi rindu” masyarakat Korsel dengan Gangnam. Dengan gaya parodi dalam klip video lagu tersebut, PSY menyindir berbagai gaya hidup warga Gangnam, seperti tampil cantik atau tampan dengan operasi plastik, memakai segala jenis barang mewah, dan langsing karena mampu membayar pelatih yoga. (AP/DI)

 

 

Berita lain soal Gangnam Style silakan klik di sini

Halaman:
Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X